JAKARTA – Sebuah survei terbaru Reuters/Ipsos menunjukkan dukungan warga Amerika Serikat terhadap Presiden Donald Trump dalam kebijakan militer, termasuk serangan ke Iran, tergolong rendah. Hanya sekitar satu dari empat warga dewasa AS yang menyatakan setuju dengan langkah tersebut, sementara hampir setengahnya menolak.
Survei yang melibatkan 1.282 responden ini mengungkapkan perbedaan pandangan yang tajam berdasarkan afiliasi politik. Di kalangan Demokrat, 87% menilai Trump terlalu agresif menggunakan kekuatan militer, sedangkan di Partai Republik, hanya 23% yang sependapat. Kelompok independen menunjukkan dukungan sebesar 19%, sementara 44% menolak intervensi militer.
Selain itu, sebagian besar responden menyatakan khawatir serangan tersebut akan menimbulkan korban di pihak militer AS. Sebanyak 42% warga Partai Republik mengatakan mereka mungkin menolak dukungan jika pasukan AS terluka atau tewas di Timur Tengah.
Kekhawatiran lain muncul terkait kenaikan harga bahan bakar. Sekitar 45% responden mengatakan mereka akan mengurangi dukungan jika serangan ke Iran mendorong harga minyak atau bensin di AS naik. Saat ini, harga minyak mentah Brent naik 10% menjadi sekitar US$80 per barel akibat eskalasi konflik.
Survei ini juga menyoroti bahwa sebagian warga akan mendukung serangan jika berhasil menghentikan program nuklir Iran. Sekitar setengah responden menyatakan dukungan lebih besar jika operasi militer membawa Iran menyerahkan program nuklirnya.
Secara keseluruhan, hasil survei ini menunjukkan bahwa opini publik AS cenderung skeptis terhadap penggunaan kekuatan militer Trump, dan faktor politik, risiko korban, serta dampak ekonomi menjadi pertimbangan utama warga.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









