SUNGAI PENUH – Pemerintah Kota Sungai Penuh terus serius menangani banjir dan mempercepat pembangunan infrastruktur strategis. Untuk itu, Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kamis (5/2/2026), mengunjungi Balai Wilayah Sungai (BWS) VI dan Balai Wilayah Bina Marga Provinsi Jambi.
Setibanya di lokasi, Kepala Balai menyambut rombongan Pemkot Sungai Penuh. Wali Kota Alfin memanfaatkan kesempatan ini untuk membahas kelanjutan normalisasi sungai dan perbaikan jalan yang vital bagi masyarakat.
Normalisasi Sungai Meningkatkan Kualitas Hidup
Sejalan dengan itu, Alfin mengapresiasi langkah BWS VI menormalisasi sungai utama di Kota Sungai Penuh. Hingga kini, BWS menormalisasi Sungai Batang Merao, Batang Bungkal, dan Sungai Air Sempit sepanjang lebih dari 19 ribu meter.
“Manfaatnya sudah terasa oleh masyarakat. Genangan dan banjir yang selama ini menjadi masalah kini mulai berkurang,” ujar Alfin.
Target Normalisasi 2026
Selain itu, Alfin menegaskan Pemkot Sungai Penuh akan melanjutkan normalisasi sungai pada 2026. Pemkot menargetkan menormalisasi tambahan lebih dari 11 ribu meter. Langkah ini penting karena masyarakat sudah merasakan dampak positif sepanjang aliran sungai.
“Bahkan sawah yang puluhan tahun tidak bisa digarap akibat banjir kini kembali diolah sejak 2025,” tambahnya.
Pembangunan Jalan Perkuat Konektivitas
Di sisi lain, Pemkot juga fokus membangun jalan strategis. Alfin menyoroti Jalan Tanjung Rawang dan Jalan Muara Jaya karena membuka akses antarwilayah. Jalan ini mendorong ekonomi, memperkuat konektivitas antar kecamatan, dan mengurangi keterisolasian.
“Peningkatan jalan tidak hanya mempermudah mobilitas, tapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan pertanian,” katanya.
Komitmen Pemkot untuk Pembangunan Berkelanjutan
Dengan demikian, Pemkot Sungai Penuh menegaskan akan terus bekerja sama dengan pemerintah pusat. Tujuannya memastikan pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.