Selat Hormuz Ditutup, BBM Indonesia Terancam Naik

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 1 Maret 2026 - 21:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Iran menutup Selat Hormuz pada 28 Februari 2026 sebagai respons atas serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Teheran. Akibatnya, langkah ini bisa memengaruhi perdagangan energi global, termasuk Indonesia.

Selat Hormuz, yang berada di Teluk Arab, menjadi jalur strategis untuk distribusi minyak dari Timur Tengah ke berbagai negara. Selain itu, penutupan terjadi saat konflik meningkat dan negosiasi terkait program nuklir serta rudal balistik Iran masih berlangsung.

Harga Minyak Berpotensi Melonjak

Bhima Yudhistira, ekonom dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS), memperkirakan harga minyak mentah dunia akan naik tajam karena terganggunya pasokan global. Menurutnya, “Harga minyak berpotensi menembus 100–120 dollar AS per barel,” ujar Bhima, Minggu (1/3/2026).

Baca Juga :  Setoran Pajak Anjlok, Pemerintah Perketat Restitusi Mulai 1 Mei 2026

Lebih jauh, perusahaan asuransi menolak menanggung kapal logistik yang melewati wilayah Selat Hormuz. Sehingga, distribusi minyak semakin sulit dan impor negara pengimpor minyak, termasuk Indonesia, akan terhambat.

Dampak ke BBM dan APBN

Indonesia, sebagai negara net importir minyak, akan langsung merasakan dampak kenaikan harga minyak dunia. Dengan demikian, Bhima menekankan, “Kenaikan harga minyak akan langsung memengaruhi harga BBM di dalam negeri.”

Baca Juga :  AS Hidupkan Lagi Baterai Kuno Temuan Thomas Edison, Siap Tanding Teknologi Cina

Simulasi APBN 2026 menunjukkan, setiap kenaikan 1 dollar AS per barel di atas asumsi pemerintah menambah beban negara sekitar Rp 10,3 triliun. Artinya, lonjakan harga minyak bisa menekan APBN sekaligus meningkatkan harga energi bagi masyarakat.

Oleh karena itu, pemerintah perlu mengantisipasi risiko kenaikan harga energi, misalnya melalui cadangan minyak strategis dan kebijakan fiskal yang adaptif.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Babak Baru Kasus Korupsi Langkat, KPK Tetapkan Bupati Syah Afandin Tersangka, Dugaan Gratifikasi Rp3,5 Miliar Ikut Terungkap
Skandal MBG Kian Terkuak, Brigjen LMI Jadi Tersangka, Peran Kolonel BU dalam Proyek Rp1,03 Triliun Ikut Disorot
Terbongkar! 833 Pendamping PKH Rangkap Kerja, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Capai Rp7,9 Miliar
PermenPANRB Nomor 9 Tahun 2026 Buka Peluang PPPK Paruh Waktu Naik Status, Ini Syaratnya
Nasib Bupati Langkat Syah Afandin Ditentukan Hari Ini, KPK Dalami Dugaan Suap Proyek dan Aliran Uang
Koperasi Siap Kuasai Bisnis Sawit dari Hulu ke Hilir, Pemerintah Bidik Produksi CPO hingga Minyak Goreng
SMA Taruna Nusantara Cari 60 Pamong Baru, Rekrutmen P3 2026 Dibuka hingga 9 Juli, Cek Syarat Lengkapnya
Perpres KopDes Merah Putih Dikebut, Pengamat Ungkap Tantangan Terbesar Justru Bukan Soal Regulasi
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:00 WIB

Babak Baru Kasus Korupsi Langkat, KPK Tetapkan Bupati Syah Afandin Tersangka, Dugaan Gratifikasi Rp3,5 Miliar Ikut Terungkap

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:00 WIB

Skandal MBG Kian Terkuak, Brigjen LMI Jadi Tersangka, Peran Kolonel BU dalam Proyek Rp1,03 Triliun Ikut Disorot

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:00 WIB

Terbongkar! 833 Pendamping PKH Rangkap Kerja, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Capai Rp7,9 Miliar

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:00 WIB

PermenPANRB Nomor 9 Tahun 2026 Buka Peluang PPPK Paruh Waktu Naik Status, Ini Syaratnya

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:00 WIB

Nasib Bupati Langkat Syah Afandin Ditentukan Hari Ini, KPK Dalami Dugaan Suap Proyek dan Aliran Uang

Berita Terbaru