Ekonomi Hijau Jadi Mesin Baru RI, Sandiaga: Investasi Tembus US$1 Triliun

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 20 April 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pengusaha Sandiaga Uno menilai ekonomi hijau akan menjadi motor pertumbuhan baru Indonesia. Ia menyebut tren global kini bergerak cepat ke arah investasi berkelanjutan dengan nilai yang sudah mencapai lebih dari US$ 1 triliun.

Sandi menegaskan Indonesia memiliki keunggulan besar untuk mengembangkan ekonomi hijau. Ia menyebut kekayaan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati menjadi modal utama yang sulit ditandingi negara lain.

“Indonesia unggul di sumber daya alam dan biodiversitas. Ini peluang besar untuk menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru,” kata Sandi dalam acara Sandilogi di Centennial Tower, Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Ia melihat konsep ESG dan net zero kini tidak lagi menjadi wacana terbatas. Menurutnya, dunia usaha dan investor global sudah menjadikan ekonomi hijau sebagai arus utama investasi.

Baca Juga :  TNI Gelar Latihan

Sandi juga menyoroti perkembangan pasar karbon di Indonesia yang terus tumbuh. Ia menilai pelaku usaha semakin melihat karbon sebagai instrumen ekonomi, bukan sekadar isu lingkungan.

“Pelaku usaha tentu mencari peluang cuan, dan pasar karbon mulai bergerak ke arah itu,” ujarnya.

Ia mendorong pemerintah memperkuat regulasi dan memberikan insentif bagi pelaku usaha di sektor hijau. Sandi menilai dukungan kebijakan akan mempercepat masuknya investasi sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.

“Pemerintah perlu memberi insentif dan menghadirkan regulasi yang kondusif agar investasi makin tumbuh,” katanya.

Sandiaga Siap Masuk MUTU

Baca Juga :  Wuling Eksion: SUV Keluarga dengan Teknologi PHEV

Dalam kesempatan yang sama, Sandi juga mengungkap rencana bergabung dengan emiten jasa pengujian, inspeksi, dan sertifikasi PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU). Ia belum membeberkan posisi yang akan ia isi.

Ia mengatakan proses masih dalam tahap finalisasi.

“Saat ini masih finalisasi, jadi belum bisa saya sampaikan detailnya, tapi sudah semakin dekat,” ujar Sandi.

Sandi menjelaskan ketertarikannya karena MUTU mulai masuk ke bisnis energi hijau. Ia melihat sektor tersebut sejalan dengan arah investasi yang ia jalankan.

Ia juga menyebut kolaborasi itu akan memperkuat ekosistem ekonomi hijau, termasuk melalui portofolio investasi di Saratoga.

“Ekonomi hijau sekarang sudah jadi arus utama investasi global,” ujarnya.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

SE 2026 Sasar UMKM dan Bisnis Digital, BPS Padang Lakukan Pendataan Door to Door
Pengusaha Arab Buru Peluang di China Lewat CICPE 2026, Produk Premium Jadi Incaran
Malaysia Buru Minyak Rusia, Ikuti Indonesia Cs di Tengah Krisis Energi
Proyeksi Ekonomi RI 2026 Dipangkas Dunia, Target Pemerintah Terancam Meleset?
Harga LPG 12 Kg dan BBM Nonsubsidi Naik Bersamaan, Warga Menjerit: Pengeluaran Makin Berat
Tips Investasi Aman ala OJK: Hindari Bodong, Kenali Risiko Sejak Awal
Kabar Baik PPPK, Bank Jateng Tawarkan KPR Bunga 5 Persen
12 Negara Ajukan Pinjaman ke IMF, Krisis Energi Picu Tekanan Ekonomi Global
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 17:30 WIB

SE 2026 Sasar UMKM dan Bisnis Digital, BPS Padang Lakukan Pendataan Door to Door

Rabu, 22 April 2026 - 17:00 WIB

Pengusaha Arab Buru Peluang di China Lewat CICPE 2026, Produk Premium Jadi Incaran

Rabu, 22 April 2026 - 16:08 WIB

Malaysia Buru Minyak Rusia, Ikuti Indonesia Cs di Tengah Krisis Energi

Rabu, 22 April 2026 - 14:00 WIB

Harga LPG 12 Kg dan BBM Nonsubsidi Naik Bersamaan, Warga Menjerit: Pengeluaran Makin Berat

Rabu, 22 April 2026 - 10:00 WIB

Tips Investasi Aman ala OJK: Hindari Bodong, Kenali Risiko Sejak Awal

Berita Terbaru

Oplus_0

Sungai Penuh

Wako Alfin Sambut TVRI Jambi, Siaran Piala Dunia 2026 Gratis

Rabu, 22 Apr 2026 - 15:30 WIB