JAKARTA – Realme kembali memperluas lini C series di Indonesia dengan meluncurkan tiga perangkat sekaligus: Realme C100, C100x, dan C100i. Peluncuran yang mengusung tema “Aman Aja” ini menegaskan fokus Realme pada ketahanan perangkat dan daya tahan baterai untuk segmen entry-level.
Dua model yang paling mencuri perhatian, Realme C100x dan C100i, menyasar pengguna yang membutuhkan ponsel murah tetapi tetap kuat untuk penggunaan harian intensif. Keduanya menawarkan kombinasi baterai besar, layar luas, serta desain tangguh yang jarang hadir di kelas harga Rp2–3 jutaan.
Artikel ini membahas lebih dalam bagaimana kedua perangkat ini bekerja, apa saja kelebihannya, kekurangannya, dan dampaknya di pasar smartphone Indonesia.
Desain Tangguh Jadi Daya Tarik Utama
Realme membangun identitas C100x dan C100i sebagai HP “siap banting”. Kedua perangkat ini membawa sertifikasi ketahanan MIL-STD-810H yang biasanya hadir pada perangkat kelas menengah atas atau rugged phone. Standar ini membuat perangkat lebih siap menghadapi benturan, getaran, dan kondisi ekstrem sehari-hari.
Selain itu, Realme juga menyematkan perlindungan IP64 yang membuat perangkat lebih tahan terhadap debu dan percikan air. Kombinasi ini memperkuat posisi keduanya sebagai smartphone yang cocok untuk pengguna aktif, pekerja lapangan, hingga pelajar yang membutuhkan perangkat tahan lama.
Dari sisi desain, Realme menggunakan bodi flat dengan sudut membulat. Realme C100x tampil lebih agresif berkat modul kamera yang sedikit menonjol dan lampu RGB berbentuk cincin yang menyala saat menerima notifikasi. Sementara itu, C100i tampil lebih sederhana tanpa elemen lampu tambahan.
Layar Luas dengan Refresh Rate Tinggi di Kelas Harga Murah
Kedua perangkat membawa layar IPS LCD 6,8 inci dengan resolusi HD+. Walaupun resolusinya belum Full HD, Realme menambahkan refresh rate 120 Hz yang membuat pengalaman scrolling media sosial dan navigasi terasa lebih halus.
Pendekatan ini menunjukkan strategi Realme yang fokus pada pengalaman visual yang nyaman, bukan sekadar spesifikasi angka. Untuk kelas harga Rp2–3 jutaan, kombinasi layar besar dan refresh rate tinggi menjadi nilai tambah yang cukup signifikan.
Namun, pengguna tetap perlu memahami bahwa kualitas warna dan ketajaman layar masih berada di level standar entry-level.
Baterai 8.000 mAh Jadi Sorotan Utama
Salah satu keunggulan paling mencolok dari Realme C100x terletak pada baterai 8.000 mAh. Realme memanfaatkan teknologi baterai silikon-karbon untuk menjaga bodi tetap tipis meskipun kapasitas baterainya sangat besar.
Sementara itu, Realme C100i membawa baterai 7.000 mAh yang juga tergolong besar untuk kelas harga yang lebih rendah.
Realme mengklaim C100x mampu menjaga kesehatan baterai di atas 97% setelah satu tahun pemakaian. Teknologi Titan Battery Health juga diklaim dapat memperpanjang umur baterai hingga beberapa tahun dengan degradasi yang lebih lambat.
Jika klaim ini terbukti di penggunaan jangka panjang, seri ini bisa menjadi salah satu standar baru di segmen baterai besar di Indonesia.
Performa dan Software: Fokus Stabil, Bukan Kencang
Kedua perangkat menggunakan chipset Unisoc T7250 yang memang tidak dirancang untuk performa gaming berat. Realme lebih menekankan stabilitas penggunaan harian seperti media sosial, streaming, dan komunikasi.
Realme juga menyertakan sistem operasi Android 16 dengan Realme UI 7.0 yang membawa optimasi ringan untuk meningkatkan responsivitas sistem.
Untuk pengguna yang mengutamakan performa gaming, perangkat ini jelas bukan pilihan utama. Namun untuk penggunaan dasar, performanya masih cukup konsisten.
Kamera: Cukup untuk Kebutuhan Harian
Realme C100x membawa kamera utama 50 MP, sedangkan C100i hanya 8 MP. Kedua perangkat tetap menggunakan kamera depan 5 MP untuk selfie dan video call.
Perbedaan ini menunjukkan segmentasi yang jelas: C100x ditujukan untuk pengguna yang masih ingin kualitas foto lebih baik, sementara C100i fokus pada fungsi dasar.
Di kondisi cahaya cukup, C100x masih mampu menghasilkan foto yang layak untuk media sosial. Namun pada kondisi low light, kualitas gambar akan menurun cukup signifikan.
Kelebihan Realme C100x dan C100i
Beberapa keunggulan utama kedua perangkat ini antara lain:
Baterai sangat besar (7.000–8.000 mAh) yang tahan seharian hingga dua hari pemakaian
Sertifikasi MIL-STD-810H yang meningkatkan daya tahan fisik
Refresh rate 120 Hz di kelas harga murah
Layar besar 6,8 inci yang nyaman untuk konsumsi konten
Desain unik dengan lampu notifikasi RGB (C100x)
Harga kompetitif di rentang Rp2–3 jutaan
Kombinasi ini membuat keduanya menarik bagi pengguna yang mengutamakan daya tahan dan efisiensi penggunaan.
Kekurangan yang Perlu Diperhatikan
Meski menarik, kedua perangkat ini tetap memiliki beberapa batasan:
Resolusi layar masih HD+, belum Full HD
Chipset Unisoc T7250 kurang cocok untuk gaming berat
Kamera C100i sangat terbatas di kelasnya
Bobot cukup berat karena baterai besar
Desain kamera C100x sedikit tidak stabil saat diletakkan di meja
Kekurangan ini menunjukkan bahwa Realme memang mengorbankan performa dan resolusi demi daya tahan baterai dan ketahanan fisik.
Dampak di Pasar Smartphone Indonesia
Kehadiran Realme C100x dan C100i berpotensi memperketat persaingan di segmen entry-level Indonesia. Tren baterai besar kini semakin populer, terutama di kalangan pengguna yang membutuhkan HP tahan lama tanpa sering mengisi daya.
Strategi Realme ini juga bisa mendorong kompetitor seperti Infinix, Tecno, dan Xiaomi untuk meningkatkan kapasitas baterai serta daya tahan fisik di kelas harga serupa.
Jika tren ini terus berkembang, pasar smartphone entry-level Indonesia kemungkinan akan bergeser dari sekadar “murah dan cukup cepat” menjadi “murah, tahan lama, dan super awet”.
Kesimpulan
Realme C100x dan C100i hadir sebagai solusi bagi pengguna yang membutuhkan smartphone tahan lama dengan harga terjangkau. Fokus utama mereka bukan pada performa tinggi, melainkan daya tahan baterai, ketahanan fisik, dan pengalaman penggunaan harian yang stabil.
Dengan baterai jumbo hingga 8.000 mAh dan sertifikasi ketahanan militer, Realme mencoba menetapkan standar baru di segmen entry-level. Namun pengguna tetap perlu mempertimbangkan keterbatasan performa dan kualitas kamera sebelum membeli.
Keduanya cocok untuk pengguna yang memprioritaskan daya tahan di atas segalanya—bukan untuk mereka yang mengejar performa gaming atau fotografi profesional.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









