JAKARTA – Pemerintah Prancis mengambil langkah darurat untuk mengantisipasi potensi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Otoritas setempat mengizinkan penjualan solar yang tidak memenuhi standar teknis dalam kondisi tertentu.
BFMTV melaporkan kebijakan ini pada Kamis (26/3/2026). Langkah tersebut muncul di tengah ketidakstabilan pasar energi global.
Menteri Ekonomi dan Keuangan Prancis, Roland Lescure, menyebut kondisi energi di negaranya masih lebih stabil dibanding sejumlah negara Uni Eropa lainnya. Meski demikian, pemerintah tetap menyiapkan langkah antisipasi.
Solar yang masuk dalam kebijakan ini memiliki kualitas lebih rendah dari standar normal. Bahan bakar tersebut memiliki titik sumbat filter dingin (cold filter plugging point) yang lebih tinggi.
Kondisi ini membuat solar lebih rentan pada suhu rendah. Mesin diesel berisiko mengalami gangguan saat suhu turun drastis.
Standar normal di Prancis mewajibkan solar tetap berfungsi hingga suhu minus 15 derajat Celsius. Namun, kebijakan baru ini memberi kelonggaran hingga batas nol derajat Celsius.
Pemerintah mengambil langkah tersebut untuk mencegah gangguan pasokan BBM. Langkah ini juga muncul di tengah tekanan pasar energi global.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah ikut memengaruhi pasokan energi dunia. Gangguan di kawasan tersebut, termasuk di sekitar Selat Hormuz, menekan distribusi minyak dan gas.
Situasi ini turut mendorong kenaikan harga energi global. Sejumlah negara mulai menyiapkan langkah alternatif untuk menjaga pasokan energi.
Dengan kebijakan ini, Prancis berupaya menjaga ketersediaan bahan bakar di dalam negeri. Pemerintah ingin memastikan kebutuhan energi tetap terpenuhi di tengah kondisi global yang belum stabil.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









