Prabowo–Trump Sepakati Tarif, Utang RI ke AS Turun

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 20 Februari 2026 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto menjalankan kunjungan kerja ke Amerika Serikat. Dalam agenda tersebut, ia menandatangani kesepakatan tarif dagang resiprokal bersama Presiden AS, Donald Trump.

Pertemuan ini menjadi momentum penting di tengah dinamika ekonomi global yang belum stabil.

Hubungan Ekonomi RI–AS Terjalin Puluhan Tahun

Indonesia dan Amerika Serikat membangun hubungan ekonomi selama puluhan tahun. Kedua negara memperluas kerja sama di sektor perdagangan, investasi, dan pembiayaan. Pemerintah Indonesia juga memanfaatkan pinjaman luar negeri sebagai salah satu sumber pembiayaan.

Karena itu, data utang luar negeri menunjukkan tingkat keterkaitan finansial antara Indonesia dan Amerika Serikat.

BI Catat Kenaikan Utang Luar Negeri

Pada saat yang sama, Bank Indonesia merilis Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) edisi Februari 2026. Laporan tersebut memuat posisi utang hingga triwulan IV 2025.

Baca Juga :  Honda CG160 “50 Anos”, Rayakan 50 Tahun di Brasil

BI mencatat total utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai US$431,7 miliar pada akhir 2025. Pada triwulan III 2025, jumlahnya berada di US$427,6 miliar. Sektor publik mendorong kenaikan tersebut.

Pemerintah Tingkatkan Pembiayaan Lewat SBN

Pemerintah mencatat ULN sebesar US$214,3 miliar pada triwulan IV 2025. Pada triwulan sebelumnya, pemerintah membukukan US$210,1 miliar.

BI menyebut arus modal asing yang masuk ke Surat Berharga Negara (SBN) internasional memicu kenaikan tersebut. Investor tetap menaruh kepercayaan pada prospek ekonomi Indonesia meski ketidakpastian global terus berlangsung.

Utang dari AS Tunjukkan Tren Penurunan

Di sisi lain, utang pemerintah Indonesia yang berasal dari Amerika Serikat menunjukkan tren menurun dalam jangka panjang.

Baca Juga :  Prabowo Lantik Wamenkeu Juda Agung

Pada 2013, pemerintah mencatat utang dari AS sebesar US$1,63 triliun. Pemerintah kemudian menekan nilainya secara bertahap hingga mencapai US$555 miliar pada 2021.

Pada 2022, pemerintah menaikkan kembali jumlahnya menjadi US$916 miliar. Namun pada 2023, pemerintah memangkasnya hingga tersisa US$260 miliar.

Pada 2025, pemerintah mencatat utang dari Negeri Paman Sam sebesar US$350 miliar.

Turun 79 Persen dalam 12 Tahun

Jika membandingkan angka 2025 dengan posisi 2013, pemerintah berhasil menurunkan utang dari AS sekitar 79 persen.

Angka tersebut menunjukkan perubahan strategi pembiayaan pemerintah dalam satu dekade terakhir. Di tengah penguatan kerja sama dagang, pemerintah tidak lagi menggantungkan pembiayaan pada satu sumber utama.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Kekuasaan Presiden di Indonesia dan Amerika Serikat: Antara Mandat Rakyat dan Pembatasan Politik dalam Sistem Presidensial Modern
Eropa Terguncang Krisis Energi, Albania Jadi Contoh Ketahanan
Pentagon Incar Tanah Jarang Malaysia, Tantang Dominasi China di Pasar Global
Iran Perdana Kantongi Pendapatan Tarif Tol Selat Hormuz, Simpan di Bank Sentral
Paspor Indonesia 2026: Daftar 42 Negara Bebas Visa Terbaru untuk WNI
12 Negara Ajukan Pinjaman ke IMF, Krisis Energi Picu Tekanan Ekonomi Global
Kapal Malaysia Tembus Selat Hormuz, Bawa 1 Juta Barel Minyak di Tengah Krisis Global
Industri Plastik China Tertekan Dampak Penutupan Selat Hormuz
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:05 WIB

Kekuasaan Presiden di Indonesia dan Amerika Serikat: Antara Mandat Rakyat dan Pembatasan Politik dalam Sistem Presidensial Modern

Kamis, 30 April 2026 - 10:00 WIB

Eropa Terguncang Krisis Energi, Albania Jadi Contoh Ketahanan

Rabu, 29 April 2026 - 12:00 WIB

Pentagon Incar Tanah Jarang Malaysia, Tantang Dominasi China di Pasar Global

Sabtu, 25 April 2026 - 20:00 WIB

Iran Perdana Kantongi Pendapatan Tarif Tol Selat Hormuz, Simpan di Bank Sentral

Rabu, 22 April 2026 - 21:00 WIB

Paspor Indonesia 2026: Daftar 42 Negara Bebas Visa Terbaru untuk WNI

Berita Terbaru

Oplus_0

Bengkulu

Bengkulu Dorong Ekonomi Berbasis Data dan Kolaborasi Usaha

Selasa, 19 Mei 2026 - 07:00 WIB