JAKARTA – Pemerintah Norwegia mengoleksi saham di 24 perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). BEI merilis daftar pemegang saham di atas 1% untuk meningkatkan transparansi pasar modal.
Berdasarkan data IDNFinancials.com hingga akhir Februari 2026, pemerintah Norwegia menyebar investasinya ke sembilan sektor. Namun, mereka membatasi kepemilikan di setiap emiten di bawah 5%. Karena itu, daftar rutin pemegang saham tidak selalu mencantumkan nama mereka.
Sektor Properti Mendominasi
Di sektor properti, pemerintah Norwegia memegang lima saham. Mereka memiliki PT Ciputra Development Tbk (CTRA) sebesar 2,47%, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) 1,93%, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) 1,58%, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) 1,24%, dan PT Sentul City Tbk (BKSL) 1,16%.
Konsumer hingga Teknologi
Selain properti, pemerintah Norwegia juga masuk ke sektor konsumer siklikal. Mereka memegang PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) 2,31%, PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) 1,38%, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) 1,06%, dan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) 1,03%.
Pada sektor konsumer non-siklikal, mereka mengoleksi PT Mayora Indah Tbk (MYOR) 1,56%, PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) 1,20%, dan PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) 1,14%.
Kemudian, di sektor barang baku, mereka menggenggam PT Vale Indonesia Tbk (INCO) 1,23%, PT Timah Tbk (TINS) 1,11%, dan PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) 1,14%.
Di sektor kesehatan, mereka memegang PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) 2,43% dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) 1,30%. Sementara itu, di sektor keuangan mereka mengoleksi PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) 2,68% dan PT Panin Financial Tbk (PNLF) 1,48%.
Pada sektor teknologi, mereka memiliki PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) 1,54% dan PT Mastersystem Infotama Tbk (MSTI) 1,45%. Selain itu, di sektor energi mereka memegang PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) 3,03%.
Selanjutnya, di sektor perindustrian mereka menggenggam PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) 1,49%, sedangkan di sektor transportasi mereka mengoleksi PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) 1,67%.
Namun, pemerintah Norwegia belum mengoleksi saham sektor infrastruktur.
Sebelumnya, BEI merilis data pemegang saham di atas 1% untuk memperkuat keterbukaan informasi. Kebijakan tersebut juga merespons usulan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait peningkatan transparansi pasar modal Indonesia.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









