Menkes Singgung Peserta BPJS PBI yang Kaya

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 15 Februari 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan rencana pemerintah meninjau ulang kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) bagi orang-orang yang sebenarnya mampu secara ekonomi. Ia menyampaikan hal ini saat rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Gedung DPR, Senayan, Rabu (11/2/2026).

Peserta BPJS PBI dari Desil Terkaya Masih Ada

Menurut Budi, beberapa peserta BPJS PBI masuk kategori desil 10, yaitu kelompok masyarakat terkaya. Padahal, program ini seharusnya membantu warga kurang mampu.

“Dalam tiga bulan ke depan, BPJS dan pemerintah daerah akan meninjau dan mensosialisasikan hal ini. Jadi, jika Anda termasuk desil 10 dan mampu, ayo bayar iuran Rp 42.000. Masa tidak bisa bayar?” ujarnya.

Baca Juga :  AS dan China Tolak Aturan AI Militer

Tujuan Rekonsiliasi: Kuota PBI Tepat Sasaran

Dengan demikian, Budi menekankan bahwa pemerintah ingin memastikan warga yang benar-benar membutuhkan bisa mendapatkan kuota BPJS PBI.

Pemerintah menemukan 1.824 orang dari desil 10 yang tetap tercatat sebagai penerima PBI. Akibatnya, banyak warga yang lebih berhak belum mendaftar.

Proses Rekonsiliasi Data 11 Juta Peserta

“BPJS, BPS, Kementerian Sosial, dan pemerintah daerah akan meninjau 11 juta peserta PBI yang berpindah status,” kata Budi.

Baca Juga :  AHY Apresiasi Transformasi Kawasan Transmigrasi

Selain itu, pemerintah akan menghapus orang-orang dari desil tinggi dari daftar PBI. Langkah ini membuka kesempatan lebih besar bagi masyarakat miskin dari desil 1 hingga 5.

Pelayanan Pasien Kritis Tetap Prioritas

Meski begitu, Budi menegaskan proses rekonsiliasi tidak mengganggu pelayanan pasien kritis atau katastropik.

“Kalau pun ada pasien katastropik yang masih masuk desil 9 atau 10, kami tetap melayani mereka selama tiga bulan ke depan,” jelasnya.

Harapan Pemerintah

Dengan langkah ini, pemerintah berharap distribusi BPJS PBI berjalan lebih tepat sasaran. Langkah ini membantu program kesehatan bagi masyarakat miskin lebih maksimal.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

KURMA MILK DAN ROTI Puskesmas Tiumang, Layanan Jemput Bola untuk Ibu Hamil Berisiko
CPNS 2027 Buka Peluang Baru! PPPK Guru Bisa Ikut Seleksi PNS, Ini Proyeksinya
DPR Ketuk Palu! Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI, Gantikan Hery Susanto
Wagub Mian Gaspol CKG Merah Putih, Bengkulu Kejar Lompatan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
66 Kepala Dapur MBG Dipecat, BGN Bongkar Kasus Judi Online, Penipuan hingga Minta Uang
Febrie Adriansyah Diperiksa Kejagung 7 Jam, Kuasa Hukum Ungkap 20 Pertanyaan Penyidik
Babak Baru Kasus Febrie Adriansyah, Kejagung Potong Gaji 50 Persen hingga Putusan Inkrah
GeMOY SeJIWA Puskesmas Timpeh, Cara Baru Tingkatkan Kepatuhan Minum Obat Pasien Kesehatan Jiwa
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:17 WIB

KURMA MILK DAN ROTI Puskesmas Tiumang, Layanan Jemput Bola untuk Ibu Hamil Berisiko

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:00 WIB

CPNS 2027 Buka Peluang Baru! PPPK Guru Bisa Ikut Seleksi PNS, Ini Proyeksinya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:00 WIB

DPR Ketuk Palu! Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI, Gantikan Hery Susanto

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:44 WIB

Wagub Mian Gaspol CKG Merah Putih, Bengkulu Kejar Lompatan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:34 WIB

66 Kepala Dapur MBG Dipecat, BGN Bongkar Kasus Judi Online, Penipuan hingga Minta Uang

Berita Terbaru

Oplus_0

Sungai Penuh

SK 196 CPNS Sungai Penuh Rampung, Kapan Diserahkan?

Sabtu, 22 Agu 2026 - 19:19 WIB