Jakarta – Survei nasional oleh Indikator Politik Indonesia menunjukkan publik puas terhadap Presiden Prabowo Subianto sebesar 79,9 persen. Angka ini mencakup responden yang menilai “sangat puas” dan “cukup puas”.
“Kalau dijumlahkan antara sangat puas dan cukup puas, angkanya 79,9 persen. Ini tergolong tinggi untuk ukuran approval rating seorang presiden,” ujar Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, dalam konferensi pers daring, Minggu (8/2/2026).
Survei Dilakukan Januari 2026
Indikator Politik Indonesia melakukan survei pada 15–21 Januari 2026. Hasil survei menunjukkan:
13 persen responden sangat puas
66,9 persen cukup puas
17,1 persen kurang puas
2,2 persen tidak puas sama sekali
0,8 persen tidak tahu atau tidak menjawab
Selain itu, Burhanuddin menjelaskan angka kepuasan ini stabil dibanding Januari 2025. Bahkan, publik menilai kinerja Presiden Prabowo lebih baik dibanding awal masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2004) maupun Presiden Joko Widodo (2014).
Kepuasan Tinggi, Tapi Basis Sangat Puas Masih Terbatas
Namun, Burhanuddin menilai publik yang sangat puas masih sedikit.
“Yang sangat puas baru 13 persen. Artinya, meski angka keseluruhan tinggi, pemilih yang benar-benar puas masih terbatas,” ujarnya.
Alasan Publik Puas
Indikator Politik Indonesia menyoroti alasan utama kepuasan publik:
17,5 persen: Presiden Prabowo berupaya memberantas korupsi
15,6 persen: Presiden Prabowo sering memberikan bantuan
11 persen: Presiden Prabowo menjalankan program kerja dengan baik
10,5 persen: kinerja Presiden Prabowo nyata dan terbukti
9,7 persen: Presiden Prabowo tegas, berwibawa, dan berani
Selain itu, publik menghargai program makan bergizi gratis, perhatian Presiden Prabowo terhadap rakyat, dan peningkatan kondisi keamanan.
Alasan Publik Kurang Puas
Di sisi lain, responden yang kurang puas menyebut beberapa faktor:
16,2 persen: bantuan tidak tepat sasaran
15,8 persen: kinerja Presiden Prabowo belum terlihat nyata
13,7 persen: program kerja belum maksimal
9,2 persen: kondisi ekonomi belum stabil
5,8 persen: sulit mencari pekerjaan
Burhanuddin menekankan, bantuan menjadi “pisau bermata dua”. Bantuan bisa meningkatkan kepuasan, tapi menimbulkan ketidakpuasan jika publik menilai tidak tepat sasaran.
Generasi Z Jadi Basis Utama Kepuasan
Dari sisi demografi, publik yang puas terhadap Presiden Prabowo sebagian besar berasal dari Generasi Z. Berdasarkan exit poll Indikator pada Pilpres 2024, sekitar 71 persen pemilih Gen Z memilih Prabowo.
Dengan demikian, kelompok muda tetap menjadi penopang utama kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo saat ini.









