JAKARTA – Dana asing keluar dari pasar modal Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekan bahwa ketidakpastian geopolitik global memengaruhi perekonomian dunia, termasuk pasar modal Tanah Air. Selain itu, konflik antarnegara memutus rantai pasok dan menekan aktivitas industri di berbagai sektor.
Modal Asing Masih Tekan Pasar
Pejabat Sementara Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa arus modal asing yang keluar terus membayangi industri keuangan. Lebih jauh, investor menyesuaikan strategi mereka dengan kondisi ekonomi global terkini yang memengaruhi keputusan berinvestasi di pasar domestik.
“Di dalam negeri, volatilitas muncul setelah pengumuman indeks provider dan rating agency. Selain itu, IHSG mengalami koreksi signifikan, dan investor menarik dana hingga Rp6,2 triliun dalam satu hari,” ujar Kiki, sapaan akrabnya, dalam acara Market Outlook 2026 di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (3/3/2026).
Geopolitik Global Tekan Pasar
Sebagai tambahan, pasar modal menghadapi tantangan dari faktor eksternal, bukan hanya kebijakan regulator. Kiki menyoroti konflik Iran karena negara itu memiliki cadangan minyak terbesar ketiga dunia dan menguasai Selat Hormuz.
“Situasi ini mendorong kenaikan harga minyak global dan inflasi dunia. Dengan demikian, bank sentral menyesuaikan suku bunga acuan, dan persaingan untuk menarik dana global semakin ketat,” jelasnya.
Reformasi Pasar Modal Sebagai Solusi
Oleh karena itu, OJK memperkuat dialog dan mempercepat reformasi integritas pasar modal melalui delapan rencana aksi. Dengan demikian, langkah ini menjaga stabilitas pasar modal Indonesia sekaligus meningkatkan kepercayaan investor.
“Rencana aksi ini kontekstual dan menyesuaikan dinamika pasar, baik internal maupun global,” tutup Kiki.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









