Investor Asing Cabut, OJK Buka Suara

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 5 Maret 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Dana asing keluar dari pasar modal Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekan bahwa ketidakpastian geopolitik global memengaruhi perekonomian dunia, termasuk pasar modal Tanah Air. Selain itu, konflik antarnegara memutus rantai pasok dan menekan aktivitas industri di berbagai sektor.

Modal Asing Masih Tekan Pasar

Pejabat Sementara Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa arus modal asing yang keluar terus membayangi industri keuangan. Lebih jauh, investor menyesuaikan strategi mereka dengan kondisi ekonomi global terkini yang memengaruhi keputusan berinvestasi di pasar domestik.

Baca Juga :  Stok Kartu ATM Hanya 9 Ribu, Nasabah Bank Jambi Diminta Bersabar

“Di dalam negeri, volatilitas muncul setelah pengumuman indeks provider dan rating agency. Selain itu, IHSG mengalami koreksi signifikan, dan investor menarik dana hingga Rp6,2 triliun dalam satu hari,” ujar Kiki, sapaan akrabnya, dalam acara Market Outlook 2026 di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (3/3/2026).

Geopolitik Global Tekan Pasar

Sebagai tambahan, pasar modal menghadapi tantangan dari faktor eksternal, bukan hanya kebijakan regulator. Kiki menyoroti konflik Iran karena negara itu memiliki cadangan minyak terbesar ketiga dunia dan menguasai Selat Hormuz.

Baca Juga :  Saham BBRI Naik 0,56%, Investor Waspada

“Situasi ini mendorong kenaikan harga minyak global dan inflasi dunia. Dengan demikian, bank sentral menyesuaikan suku bunga acuan, dan persaingan untuk menarik dana global semakin ketat,” jelasnya.

Reformasi Pasar Modal Sebagai Solusi

Oleh karena itu, OJK memperkuat dialog dan mempercepat reformasi integritas pasar modal melalui delapan rencana aksi. Dengan demikian, langkah ini menjaga stabilitas pasar modal Indonesia sekaligus meningkatkan kepercayaan investor.

“Rencana aksi ini kontekstual dan menyesuaikan dinamika pasar, baik internal maupun global,” tutup Kiki.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Melejit, Rp 2,9 Juta per Gram
Pembelian Pertalite dan Solar Dibatasi Mulai Hari Ini 1 April 2026
Honda dan Sony Akhiri Kerja Sama, Proyek Mobil Listrik Afeela Kandas
PEDRO Official Store Ramai Diburu, Ini Cara Dapat Produk Asli
Perusahaan Antre IPO di BEI, Didominasi Emiten Jumbo dan Sektor Konsumer
Jetour T2 Diserbu Aksesori, SUV Gagah Ini Makin Dilirik Pecinta Off-Road
Maybank Indonesia Usul Tebar Dividen Rp580 Miliar di RUPST April 2026
Bisnis Franchise Maxim Kian Dilirik, Ini Peluang dan Skemanya
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 16:30 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Melejit, Rp 2,9 Juta per Gram

Rabu, 1 April 2026 - 15:30 WIB

Pembelian Pertalite dan Solar Dibatasi Mulai Hari Ini 1 April 2026

Selasa, 31 Maret 2026 - 08:00 WIB

Honda dan Sony Akhiri Kerja Sama, Proyek Mobil Listrik Afeela Kandas

Senin, 30 Maret 2026 - 23:00 WIB

PEDRO Official Store Ramai Diburu, Ini Cara Dapat Produk Asli

Senin, 30 Maret 2026 - 15:00 WIB

Perusahaan Antre IPO di BEI, Didominasi Emiten Jumbo dan Sektor Konsumer

Berita Terbaru

Oplus_0

Politik

Muscab PKB Kerinci, 5 Nama Calon Ketua Diajukan ke DPP

Kamis, 2 Apr 2026 - 14:20 WIB

Internasional

Australia Gratiskan Transportasi Umum di Tengah Krisis BBM

Kamis, 2 Apr 2026 - 13:00 WIB