Sungai Penuh – Pedagang di Pasar Sungai Penuh menjual kelapa sekitar Rp9.500 per butir, turun Rp850 dibanding pekan lalu. Penurunan ini terjadi karena para petani dari Dusun Kota Raya Kaban, Balai Selasa, Air Haji, dan Silaut memasok kelapa dalam jumlah besar.
Kinoy, salah seorang pedagang kelapa, mengatakan panen raya meningkatkan stok di pasar. “Panen raya membuat stok kelapa melimpah, sehingga harga ikut turun,” ujarnya saat ditemui di Pasar Tradisional Sungai Penuh, Sabtu (08/02/2026).
Prediksi Harga Naik Menjelang Ramadan dan Idulfitri
Meski harga turun, Kinoy memperkirakan tren ini tidak akan berlangsung lama. Menjelang pertengahan Ramadan dan Idulfitri, permintaan masyarakat meningkat, sementara stok kelapa mulai menipis. Selain itu, pedagang dari Sumatera Barat dan Bengkulu membeli kelapa menjelang momen besar, sehingga harga berpotensi naik kembali.
Keuntungan Pedagang yang Terbatas
Pedagang membeli kelapa dari pengepul dengan harga Rp7.700–Rp7.800 per butir. Kinoy mengatakan keuntungan mereka sekitar Rp600 per butir, setelah menghitung biaya operasional dan transportasi dari Pesisir Selatan ke Sungai Penuh.
Harga Kelapa Pernah Capai Puncak Tertinggi
Pada Maret 2025, perusahaan besar memborong kelapa langsung dari daerah pesisir, sehingga pedagang menjual kelapa hingga Rp14.000 per butir. Bahkan di Jawa, pedagang menjual kelapa sampai Rp35.000 per butir.
Prediksi Kenaikan Harga Februari 2026
Kinoy memprediksi harga kelapa akan naik sekitar 15 persen pada pertengahan Februari 2026 atau menjelang Idulfitri. Pedagang kemungkinan menjual kelapa dengan kisaran harga Rp7.000–Rp8.500 per butir.









