BENGKULU – Bantuan korban kebakaran Tanah Patah
Musibah kebakaran menghanguskan sebuah rumah di Jalan Musium, Padang Dedok, Kelurahan Tanah Patah, Kota Bengkulu, Senin (17/8) malam. Sehari setelah kejadian, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan langsung mendatangi lokasi untuk melihat kondisi keluarga yang terdampak.
Selain meninjau lokasi, Helmi Hasan membawa bantuan dari Pemerintah Provinsi Bengkulu. Korban menerima Paket Sandang Dewasa dari Dinas Sosial Provinsi Bengkulu dan bantuan uang tunai Rp10 juta dari BAZNAS Provinsi Bengkulu.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 19.20 WIB itu menghanguskan rumah serta hampir seluruh harta benda keluarga. Beruntung, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Helmi Hasan Pastikan Bantuan Sampai ke Korban
Dalam kunjungannya pada Selasa (18/8), Helmi Hasan hadir bersama Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni, Ketua BAZNAS Provinsi Bengkulu Yul Kamra, Kepala Dinas Sosial Provinsi Bengkulu Swifanedi, serta sejumlah pejabat terkait.
Pemerintah Provinsi Bengkulu kemudian menyalurkan bantuan untuk membantu keluarga memenuhi kebutuhan setelah kehilangan tempat tinggal dan berbagai barang berharga akibat kebakaran.
Helmi mengatakan musibah tersebut membawa duka bagi keluarga. Karena itu, pemerintah perlu hadir untuk membantu meringankan beban korban.
“Musibah ini tentu ada hikmahnya. Yang paling penting, kita hadir bersama masyarakat dan membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena musibah,” ujar Helmi.
Menurutnya, bantuan tidak hanya menjadi bentuk kepedulian pemerintah, tetapi juga menjadi dukungan bagi keluarga agar dapat melewati masa sulit setelah kebakaran.
Gubernur Ingatkan Warga Cek Instalasi Listrik
Di tengah penyaluran bantuan, Helmi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi instalasi listrik di rumah.
Ia meminta warga melakukan pemeriksaan secara berkala untuk mengurangi risiko korsleting yang dapat memicu kebakaran. Terlebih, angin kencang dapat mempercepat penyebaran api ketika kebakaran terjadi.
“Instalasi listrik harus rutin dicek. Apalagi sekarang musim angin kencang, kalau terjadi kebakaran api bisa dengan cepat menyebar dan meluas,” katanya.
Karena itu, Helmi mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap instalasi listrik, peralatan elektronik, serta sumber api di dalam rumah.
Api Muncul dari Bagian Belakang Rumah
Salah satu anak pemilik rumah, Yogi Santa Prawira, menceritakan awal kejadian. Menurut dia, keluarga pertama kali melihat kobaran api dari bagian belakang rumah.
Api kemudian menjalar dengan cepat ke bagian lain sehingga keluarga kesulitan menyelamatkan barang-barang berharga.
“Kebakaran berawal dari belakang rumah, kemudian dengan cepat menyambar ke bagian lainnya,” ungkap Yogi.
Dugaan awal mengarah pada arus pendek listrik. Kobaran api lalu membesar dan membakar hampir seluruh bagian rumah beserta barang-barang di dalamnya.
Petugas Padamkan Api Lebih dari Satu Jam
Petugas pemadam kebakaran bekerja lebih dari satu jam untuk mengendalikan kobaran api. Banyaknya barang yang mudah terbakar membuat proses pemadaman membutuhkan waktu cukup lama.
Kebakaran tersebut akhirnya menghanguskan hampir seluruh harta benda keluarga. Kondisi itu membuat korban harus menghadapi kerugian material yang cukup besar.
Meski demikian, keluarga korban tidak kehilangan anggota keluarga dalam kejadian tersebut. Bantuan dari pemerintah dan BAZNAS diharapkan dapat membantu mereka memenuhi kebutuhan setelah musibah.
Pemerintah Ajak Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan
Kunjungan Helmi Hasan sekaligus menegaskan pentingnya respons cepat ketika masyarakat menghadapi musibah. Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Dinas Sosial dan BAZNAS memberikan dukungan langsung kepada keluarga yang terdampak.
Di sisi lain, pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah risiko tersebut.
FAQ
1. Kapan kebakaran di Tanah Patah terjadi?
Kebakaran terjadi pada Senin (17/8) sekitar pukul 19.20 WIB di Jalan Musium, Padang Dedok, Kelurahan Tanah Patah, Kota Bengkulu.
2. Apakah kebakaran menimbulkan korban jiwa?
Tidak. Kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
3. Apa bantuan yang diterima korban?
Korban menerima Paket Sandang Dewasa dari Dinas Sosial Provinsi Bengkulu serta bantuan uang tunai Rp10 juta dari BAZNAS Provinsi Bengkulu.
4. Dari mana api pertama kali muncul?
Menurut Yogi Santa Prawira, api pertama kali terlihat dari bagian belakang rumah sebelum dengan cepat menyambar bagian lainnya.
5. Apa dugaan penyebab kebakaran?
Kebakaran diduga berasal dari arus pendek listrik. Karena itu, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mengingatkan warga agar rutin memeriksa instalasi listrik di rumah.
6. Berapa lama petugas memadamkan kebakaran?
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari satu jam untuk memadamkan kobaran api karena banyak barang mudah terbakar di dalam rumah.(Tim)









