JAKARTA – Tren perusahaan mundur dari Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berlanjut. Terbaru, salah satu entitas Grup Djarum, PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST), resmi mengumumkan rencana go private sekaligus delisting dari pasar saham.
Langkah IBST ini mengikuti jejak PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) yang lebih dulu mengambil keputusan serupa.
Berdasarkan keterbukaan informasi pada Selasa (21/4/2026), PT Iforte Solusi Infotek sebagai pemegang saham pengendali akan melaksanakan voluntary tender offer (VTO) untuk menebus saham publik IBST sebagai bagian dari proses delisting.
Perusahaan menetapkan harga penawaran tender di level Rp5.400 per saham. Jika pemegang saham menyetujui keputusan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), IBST akan resmi menjadi perusahaan tertutup.
RUPSLB untuk membahas rencana go private dan delisting itu dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni 2026.
Manajemen IBST belum menjelaskan secara rinci alasan di balik keputusan tersebut. Namun, perusahaan menyebut aksi ini masih berkaitan dengan rangkaian restrukturisasi dan strategi korporasi yang sudah berjalan sebelumnya.
Jika proses delisting berjalan, pemegang saham publik yang tidak melepas sahamnya dalam tender offer tetap tercatat sebagai pemegang saham perusahaan tertutup.
Langkah ini menambah daftar emiten yang hengkang dari Bursa Efek Indonesia di tengah dinamika pasar modal dan tekanan kepatuhan seperti free float serta aksi korporasi berkelanjutan.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









