JAKARTA – Farizon V8E muncul di GIICOMVEC 2026 dan langsung menarik perhatian pelaku industri logistik. Van listrik ini menyasar kebutuhan kendaraan niaga modern yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Farizon V8E hadir sebagai blind van listrik untuk operasional bisnis perkotaan. Kendaraan ini menawarkan ruang kargo mencapai 7,9 meter kubik sehingga cocok untuk distribusi barang skala menengah.
Desain lantai rendah membantu pengemudi dan pekerja logistik saat melakukan bongkar muat. Fitur ini mempercepat proses kerja di area padat dan meningkatkan efisiensi operasional harian.
Christoforus Ronny, Direktur Arista Auto Elektrindo, menegaskan Farizon membawa teknologi global yang sudah teruji. Ia menyebut kendaraan ini membantu pelaku usaha menekan biaya operasional sekaligus mengurangi emisi karbon.
Dari sisi pengisian daya, Farizon V8E mengandalkan teknologi fast charging. Sistem ini mengurangi waktu tunggu armada sehingga operasional bisnis tetap berjalan optimal tanpa banyak jeda.
Selain itu, biaya perawatan kendaraan listrik ini lebih rendah dibandingkan kendaraan berbahan bakar konvensional. Kondisi ini membuat perusahaan bisa menekan biaya jangka panjang.
Unit Farizon V8E yang tampil di pameran masih berstatus display. Pihak penyelenggara mendatangkannya langsung dari Singapura sebelum produksi massal menyesuaikan pasar Indonesia dengan konfigurasi setir kanan.
Arista Group juga membuka layanan konsultasi transisi armada ke kendaraan listrik. Mereka turut menawarkan solusi infrastruktur pengisian daya melalui Arista Power.
Kehadiran Farizon V8E memperkuat tren elektrifikasi sektor kendaraan niaga di Indonesia. Model ini menandai arah baru industri logistik yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









