,KERINCI – Wacana perubahan nama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci menjadi IAIN Syiak Alim terus menguat. Langkah ini memperkuat identitas lokal dan meningkatkan daya saing kampus.
Ketua Pemuda Pecinta Kebudayaan Sejarah Kerinci (PASAK Kerinci), Deflan Novriza, menyebut usulan ini memiliki dasar akademik, historis, dan sosiokultural yang kuat.
Ia menjelaskan, banyak Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) memakai nama ulama sebagai identitas. Contohnya UIN Raden Intan, UIN Raden Patah, UIN Imam Bonjol, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Menurut Deflan, penamaan itu tidak sekadar formalitas. Kampus menghormati peran ulama dalam membangun peradaban Islam.
Ia menilai Kerinci memiliki tokoh yang layak diangkat, yaitu Syiak Alim. Dalam tradisi lokal, “syiak” merujuk pada ulama yang memiliki pengaruh besar.
Syiak Alim menyebarkan Islam di Kerinci. Ia membina masyarakat dan menanamkan nilai agama yang selaras dengan budaya lokal.
Deflan menilai nama “Kerinci” bersifat geografis. Nama itu kurang menonjol di tingkat nasional. Sebaliknya, “Syiak Alim” memberi ciri khas yang kuat.
“Nama tokoh lokal bisa memperkuat branding kampus,” ujar Deflan.
Ia menambahkan, perubahan nama ini sejalan dengan konsep indigenisasi pendidikan. Kampus menggabungkan nilai lokal dengan sistem pendidikan modern.
Selain itu, Kampus tidak hanya menjadi pusat ilmu. Kampus juga menjaga warisan budaya daerah.
Dari sisi sosial, perubahan nama ini meningkatkan rasa memiliki masyarakat. Kampus menjadi simbol kebanggaan bersama.
Meski begitu, Deflan mengingatkan pentingnya kajian mendalam. Semua pihak perlu terlibat, mulai dari akademisi, tokoh adat, ulama, hingga pemerintah.
“Kajian matang membuat keputusan ini lebih kuat dan diterima luas,” katanya.
Penutup:
Perubahan nama IAIN Kerinci menjadi IAIN Syiak Alim menjadi langkah penting. Upaya ini memperkuat identitas lokal dan meningkatkan daya saing kampus.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









