Kerinci – Menanggapi keluhan masyarakat, Camat Depati Tujuh, Indra Hermawan, bergerak cepat untuk menormalkan aliran air Irigasi Kasigi. Saluran irigasi ini memasok sawah di beberapa desa. Sebagai langkah awal, ia turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi.
Masyarakat Diduga Sebabkan Kekurangan Air
Dari hasil pemantauan, Camat menemukan bahwa masyarakat membuat sekat-sekat di sekitar Desa Tebat Ijuk dan Desa Baru Kubang. Selain itu, warga menutup sebagian aliran di jalur irigasi Koto Majidin, sehingga distribusi air menjadi tidak merata.
Camat Koordinasi Langsung dengan Warga
Untuk mengatasi masalah ini, Rabu (11/2), Indra Hermawan mengajak perangkat desa dan tokoh masyarakat berdiskusi. Mereka bekerja sama untuk menemukan solusi yang adil dan mencegah konflik antara petani.
“Kita harus berbagi air secara adil. Jangan sampai satu desa kelebihan air, sementara desa lain kekurangan. Ini menyangkut hajat hidup petani kita,” tegasnya.
Camat Terapkan Sistem Bergilir
Sebagai langkah sementara, Camat mengusulkan sistem pengairan bergilir. Desa Koto Majidin mendapat aliran air selama 12 jam, lalu desa-desa lain bergantian 12 jam berikutnya.
Dengan skema ini, semua desa mendapatkan air secara seimbang meski debit terbatas. Camat juga meminta warga untuk tidak membuat sekat tambahan tanpa koordinasi, karena hal itu bisa memicu ketegangan dan merugikan petani lain.
Gerak Cepat Camat Wujudkan Semboyan “Pejuang Petani”
Lebih jauh, Camat Indra Hermawan mendapat apresiasi karena bertindak cepat. Warga menilai langkah ini sebagai implementasi nyata semboyan Bupati “Pejuang Petani”, yang menekankan keberpihakan pada sektor pertanian melalui tindakan langsung di lapangan.
Gotong Royong untuk Ketahanan Pangan
Dengan semangat gotong royong dan musyawarah, pihak kecamatan ingin menyelesaikan persoalan irigasi Kasigi secara adil. Sehingga, produktivitas pertanian tetap tinggi, dan ketahanan pangan daerah semakin kuat.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora