Bapanas Temukan MinyaKita Dijual di Atas HET di Jambi

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 21 Februari 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAMBI – Tim Satuan Tugas (Satgas) pengawasan harga dan mutu pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) menemukan pedagang menjual minyak goreng subsidi merek MinyaKita di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Tim mengungkap temuan itu saat menggelar inspeksi mendadak di sejumlah pasar di Provinsi Jambi.

Sidak di Merangin, Harga Lampaui Ketentuan

Tim Satgas menyisir pasar tradisional di Kabupaten Merangin dan mendapati harga MinyaKita melampaui ketentuan pemerintah. Direktur Penganekaragaman dan Konsumsi Pangan Bapanas, Rina Syawal, menyebut pedagang mematok harga lebih tinggi dari HET.
Pemerintah menetapkan HET MinyaKita sebesar Rp15.700 per liter. Namun, sejumlah pedagang menjualnya dengan harga di atas batas tersebut.
“Di lapangan kami menemukan harga jual lebih tinggi dari ketentuan. Ini menjadi perhatian serius,” ujar Rina, Rabu (18/2/2026).

Bapanas Telusuri Rantai Distribusi

Setelah menemukan pelanggaran, Bapanas langsung menelusuri penyebab kenaikan harga. Tim memeriksa jalur distribusi dari tingkat distributor hingga pedagang eceran.
Rina menilai penelusuran ini penting untuk memastikan sumber persoalan. Tim ingin mengetahui apakah distributor menaikkan harga atau ada faktor lain yang mendorong pedagang mematok harga lebih tinggi.
“Kami akan telusuri sampai ke tingkat distributor untuk mengetahui penyebab pastinya,” katanya.

Satgas Perketat Pengawasan Jelang Ramadan

Bapanas meminta Satgas Pangan di Jambi meningkatkan pengawasan, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri. Aparat tidak hanya memantau harga di pasar, tetapi juga memeriksa alur distribusi jika menemukan pelanggaran.
“Satgas tidak hanya memantau harga, tetapi juga menelusuri distribusi jika ada pelanggaran,” tegas Rina.

Pelanggar Terancam Sanksi hingga Pidana

Rina menegaskan Bapanas akan menjatuhkan sanksi kepada pihak yang melanggar aturan. Bapanas menyiapkan sanksi bertahap sesuai tingkat pelanggaran. Bapanas dapat memberi teguran, menjatuhkan sanksi administratif, hingga mencabut izin usaha. Aparat juga bisa membawa kasus ke ranah pidana jika menemukan unsur pelanggaran hukum.

Harga Komoditas Lain Tetap Stabil

Di sisi lain, tim memantau harga bahan pokok di Sungai Penuh, Kerinci, Merangin, dan Kota Jambi. Tim mencatat harga cabai, ayam, daging, dan sayur-mayur masih stabil.
Secara umum, pedagang menjual sebagian besar bahan pokok sesuai ketentuan pemerintah. Rina menegaskan hanya harga minyak goreng subsidi yang melampaui HET.
Baca Juga :  Penyebab Kebakaran di SMPN 2 Sungai Penuh Masih Ditelusuri

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Gubernur Bengkulu Dukung Pesta Pembangunan GKPS: Toleransi Antar Umat Beragama
Sidrap Siap Kirim Telur ke Maluku Utara, Sherly Tjoanda Tertarik
Gubernur Malut Sherly Tjoanda Bangga Punya Darah Makassar
Pemprov Bengkulu Klarifikasi Isu Biro Umum: Efisiensi Anggaran Dikebut
PAW Pimpinan DPRD Tertahan, Sengketa Golkar Jadi Penghalang ke Kemendagri
Raup Rp500 Ribu Sehari, Warga Subang Tetap Nyapu Koin Meski Dapat Uang dari KDM
Bupati Dharmasraya Jemput Bola, Gudang Bulog Segera Dibangun
Bupati Sarolangun Lantik 20 Pejabat Baru
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 20:00 WIB

Sidrap Siap Kirim Telur ke Maluku Utara, Sherly Tjoanda Tertarik

Senin, 30 Maret 2026 - 16:00 WIB

Gubernur Malut Sherly Tjoanda Bangga Punya Darah Makassar

Senin, 30 Maret 2026 - 11:00 WIB

Pemprov Bengkulu Klarifikasi Isu Biro Umum: Efisiensi Anggaran Dikebut

Senin, 23 Maret 2026 - 09:00 WIB

PAW Pimpinan DPRD Tertahan, Sengketa Golkar Jadi Penghalang ke Kemendagri

Senin, 23 Maret 2026 - 04:00 WIB

Raup Rp500 Ribu Sehari, Warga Subang Tetap Nyapu Koin Meski Dapat Uang dari KDM

Berita Terbaru

Oplus_0

Politik

Muscab PKB Kerinci, 5 Nama Calon Ketua Diajukan ke DPP

Kamis, 2 Apr 2026 - 14:20 WIB

Internasional

Australia Gratiskan Transportasi Umum di Tengah Krisis BBM

Kamis, 2 Apr 2026 - 13:00 WIB