PADANG ARO – Solok Selatan (Solsel) memiliki banyak bahan pangan lokal yang dapat keluarga olah menjadi makanan sehat sekaligus bernilai jual. Potensi tersebut mengemuka dalam Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) antar-TP PKK Nagari se-Kabupaten Solok Selatan pada Rabu (12/8/2026).
Setiap peserta menghadirkan kreasi menu dengan memanfaatkan bahan pangan yang mudah mereka temukan di lingkungan sekitar. Mereka mengolah beras, umbi-umbian, jagung, talas, pisang, sayuran, buah-buahan, ikan air tawar, hasil peternakan, hingga rempah menjadi sajian yang menarik dan bergizi.
Menariknya, lomba tersebut tidak hanya menguji kreativitas peserta. Kegiatan itu juga mengajak keluarga melihat pangan lokal sebagai sumber gizi sekaligus peluang untuk meningkatkan pendapatan melalui pengolahan produk.
Khairunas Dorong Warga Maksimalkan Pangan Lokal
Bupati Solok Selatan H. Khairunas mengatakan, Solok Selatan memiliki kekayaan pangan yang dapat masyarakat manfaatkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Menurutnya, masyarakat dapat mengembangkan berbagai bahan lokal menjadi menu sehat, lezat, terjangkau, dan bernilai ekonomi. Potensi itu mencakup beras, umbi-umbian, jagung, talas, pisang, sayuran, buah-buahan, ikan air tawar, hasil peternakan, serta berbagai jenis rempah.
Karena itu, Khairunas menilai ketahanan pangan tidak cukup hanya dengan menghitung jumlah produksi. Masyarakat juga perlu mengolah hasil pangan lokal menjadi menu yang mampu memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
“Kreativitas ibu-ibu dalam mengolah bahan pangan menjadi menu yang menarik akan menjadi contoh nyata bahwa pangan lokal mampu bersaing, bahkan tidak kalah dengan makanan modern,” ujar Khairunas.
Kreativitas Menu Jadi Kunci
Selain memenuhi kebutuhan gizi, pengolahan pangan lokal juga dapat membuka peluang ekonomi. Masyarakat dapat menjual produk olahan dengan nilai tambah yang lebih tinggi daripada menjual bahan mentah.
Dengan cara itu, kegiatan B2SA memiliki manfaat yang lebih luas. Keluarga dapat mengenal menu sehat, sementara pelaku usaha dapat mengembangkan produk berbahan lokal.
Selanjutnya, kreativitas tersebut dapat mendorong masyarakat untuk tidak selalu bergantung pada bahan pangan dari luar daerah. Mereka dapat memaksimalkan bahan yang tersedia di lingkungan sendiri.
TP PKK Punya Peran Strategis
Khairunas menilai TP PKK memiliki peran strategis dalam mengajak masyarakat mencintai dan memanfaatkan pangan lokal.
Melalui kegiatan edukasi, TP PKK dapat memperkenalkan berbagai pilihan menu kepada keluarga. Selain itu, kader juga dapat mendorong masyarakat mencoba cara pengolahan yang sederhana, hemat, dan tetap memenuhi kebutuhan gizi.
Dengan demikian, TP PKK tidak hanya menggelar kegiatan lomba. Organisasi tersebut juga dapat menjadi penggerak perubahan pola konsumsi keluarga di tingkat nagari.
B2SA Dorong Menu Sehat yang Mudah Diterapkan
Lebih dari sekadar kompetisi, Lomba Cipta Menu B2SA dapat menjadi ruang berbagi gagasan antar nagari. Peserta dapat memperkenalkan cara mengolah bahan lokal yang mudah masyarakat tiru dalam kehidupan sehari-hari.
Menu yang mereka kembangkan perlu memenuhi beberapa unsur. Selain beragam dan bergizi, menu juga harus seimbang, aman, terjangkau, serta mudah masyarakat buat.
FAQ
Apa itu B2SA?
B2SA merupakan konsep konsumsi pangan yang mengutamakan menu beragam, bergizi, seimbang, dan aman untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Apa tujuan Lomba Cipta Menu B2SA di Solok Selatan?
Lomba tersebut mendorong TP PKK nagari mengembangkan kreativitas dalam mengolah pangan lokal menjadi menu sehat, terjangkau, menarik, dan bernilai ekonomi.
Apa saja bahan pangan lokal yang dapat masyarakat manfaatkan?
Masyarakat dapat mengolah beras, umbi-umbian, jagung, talas, pisang, sayuran, buah-buahan, ikan air tawar, hasil peternakan, dan rempah menjadi berbagai menu.
Bagaimana pangan lokal dapat meningkatkan ekonomi?
Masyarakat dapat mengolah bahan mentah menjadi makanan atau produk siap jual. Proses tersebut dapat meningkatkan nilai tambah sekaligus membuka peluang usaha.
Apa peran TP PKK dalam pemanfaatan pangan lokal?
TP PKK dapat mengedukasi keluarga tentang pola konsumsi sehat dan mengajak masyarakat mengolah bahan pangan lokal menjadi menu yang bergizi serta ekonomis.(Tim)









