JAKARTA – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan robotika mengancam sejumlah pekerjaan manusia. Termasuk karyawan toko ritel seperti Indomaret dan Alfamart.
Di Amerika Serikat, perusahaan e-commerce Amazon telah memakai robot di gudang. Robot membantu berbagai proses kerja dan menggantikan sebagian tugas manusia.
China mengembangkan teknologi serupa dengan cepat. Di negara itu, robot humanoid kini melayani pelanggan secara langsung.
Perusahaan robotika Galbot meluncurkan kios dengan robot humanoid di Beijing.
Robot bernama Galbot G1 menjalankan berbagai tugas.
Selain itu, Robot menyapa pelanggan, mengambil barang, dan menyajikan minuman, camilan, serta obat.
Kemudian Robot bekerja secara otonom tanpa kendali jarak jauh.
Namun, robot tersebut masih memiliki keterbatasan. Gerakannya masih lambat. Fungsinya juga belum jauh berbeda dari mesin penjual otomatis.
Galbot tetap menargetkan pengembangan teknologi ini. Perusahaan menargetkan pembukaan 100 toko di 10 kota di China pada 2026.
Ambisi tersebut menghadapi sejumlah tantangan. Pengembang harus meningkatkan interaksi agar terasa lebih natural. Mereka juga harus mempercepat kinerja robot dalam melayani pelanggan.
Pengembang juga menghadapi kendala pada sistem pengenalan suara. Selain itu, pergerakan robot dua kaki masih belum stabil hingga saat ini.
Kemunculan robot ini memicu kekhawatiran terhadap masa depan pekerjaan manusia. Hal ini terutama terjadi di sektor ritel yang selama ini bergantung pada tenaga kerja manusia.
Teknologi ini masih dalam tahap pengembangan. Robot humanoid belum mampu menggantikan peran manusia secara luas.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









