Saham BBCA Melemah

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 7 Maret 2026 - 23:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) ditutup pada Rp 7.000, turun 1,41% pada perdagangan Jumat (6/3/2026). Investor asing mencatat net sell Rp 91,67 miliar, menambah tekanan jual sepanjang pekan.

Dalam lima hari terakhir, saham BCA melemah 2,44%, dengan net sell asing mencapai Rp 707,31 miliar. Analis memperkirakan koreksi bisa berlanjut.

Tekanan Jual dan Prediksi Harga

MNC Sekuritas mencatat saham BBCA terkoreksi 1,41% karena munculnya tekanan jual. Mereka memperkirakan harga saham bisa turun ke kisaran Rp 6.600–6.700, sehingga merekomendasikan buy on weakness di level tersebut. Target harga pertama mereka Rp 7.275, dan target kedua Rp 7.575. Stoploss mereka tetapkan di Rp 6.375.

Baca Juga :  Sensex Terkoreksi 0,75%, Tekanan Global Guncang Bursa Saham India

Prospek Fundamental BBCA

Analis BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Victor Stefano dan Naura Reyhan Muchlis, menilai prospek BBCA tetap solid. Mereka memprediksi PPOP mencapai Rp 79,58 triliun, naik 5,73% dari 2025. Laba bersih diperkirakan mencapai Rp 60 triliun, naik 5,35%.

BRIDS memperkirakan NIM BCA berada di kisaran 5,4%–5,6%, dengan pertumbuhan kredit 8%–10% dan biaya kredit stabil di 0,4%–0,5%.

Strategi Efisiensi dan Pendapatan Komisi

BCA akan meningkatkan efisiensi operasional dan pendapatan berbasis komisi serta fee. Rasio biaya terhadap pendapatan (CIR) kemungkinan membaik ke 31%–33% dalam beberapa tahun mendatang.

Baca Juga :  Promo Gratis Ongkir Rp0, Ini Cara Belanja Lebih Hemat

Victor dan Naura menegaskan, “Kami mempertahankan rekomendasi Beli untuk BBCA dengan target harga Rp 11.400, lebih tinggi dari sebelumnya Rp 10.800.” Saat ini, investor memperdagangkan BBCA pada valuasi 3,11x PBV, lebih rendah dibanding 10 tahun terakhir yang berkisar 3,6–4,2x PBV.

Kesimpulan

Meski saham BBCA terkoreksi jangka pendek, prospeknya tetap kuat. Investor dapat membeli saat saham menyentuh support, sambil mengikuti target harga dan stoploss yang direkomendasikan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Harga Emas Antam Masih Bertahan di Rp2,733 Juta per Gram, Momentum Tepat untuk Mulai Investasi?
Promo Shopee Hari Ini Bikin Keranjang Belanja Makin Murah, Diskon Rp1 Juta hingga Gratis Ongkir Jadi Buruan
Kabar Baik dari Jambi, Sumur Minyak Warga Dongkrak Produksi Nasional
Emmo JVX GT Masuk Pasar Fleet, Motor Listrik MBG Bisa Dicicil Mulai Rp478 Ribu
Aturan Baru Ojol dan E-Commerce: Mendag Perketat Transaksi Digital, UMKM hingga AI Diawasi
Pegadaian Tancap Gas di Timor Leste, 2 Bulan Operasi Langsung Cetak Ratusan Transaksi Gadai
Laba PLN 2025 Turun 65,8%, Pendapatan Naik tapi Tertekan Beban
Prajogo Pangestu Rebut Tahta Terkaya RI Juni 2026, Ini Daftar 10 Konglomerat dengan Harta Ratusan Triliun
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 14:00 WIB

Promo Shopee Hari Ini Bikin Keranjang Belanja Makin Murah, Diskon Rp1 Juta hingga Gratis Ongkir Jadi Buruan

Senin, 8 Juni 2026 - 07:00 WIB

Kabar Baik dari Jambi, Sumur Minyak Warga Dongkrak Produksi Nasional

Minggu, 7 Juni 2026 - 20:00 WIB

Emmo JVX GT Masuk Pasar Fleet, Motor Listrik MBG Bisa Dicicil Mulai Rp478 Ribu

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:00 WIB

Aturan Baru Ojol dan E-Commerce: Mendag Perketat Transaksi Digital, UMKM hingga AI Diawasi

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:00 WIB

Pegadaian Tancap Gas di Timor Leste, 2 Bulan Operasi Langsung Cetak Ratusan Transaksi Gadai

Berita Terbaru

Oplus_0

Merangin

Kepala Sekolah Guru PPPK di Merangin Tuai Polemik

Rabu, 10 Jun 2026 - 08:27 WIB