Sosok Ayatollah Arafi, Pemimpin Sementara Iran

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 2 Maret 2026 - 18:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Iran menunjuk Ayatollah Alireza Arafi sebagai Pemimpin Tertinggi sementara, setelah Ali Khamenei wafat akibat serangan udara AS–Israel di Teheran.

Dengan penunjukan ini, pemerintah Iran menjaga stabilitas negara selama masa transisi hingga Majelis Pakar memilih pemimpin definitif.

Latar Belakang & Karier

Arafi lahir pada 1959 di Meybod, Provinsi Yazd, dari keluarga ulama. Ia menempuh pendidikan di Qom, pusat studi Syiah di Iran, dan mencapai tingkat Mujtahid, sehingga ia dapat mengeluarkan fatwa secara independen. Selain itu, Arafi memimpin Universitas Internasional Al-Mustafa, mendidik ulama dari Iran dan berbagai negara, serta memperluas pengaruh diplomasi keagamaan Iran.

Baca Juga :  Australia Gratiskan Transportasi Umum di Tengah Krisis BBM

Selain pengalaman pendidikan, Arafi menunjukkan loyalitas tinggi terhadap struktur ideologis pemerintah Iran dan memiliki pengalaman administratif yang luas. Oleh karena itu, para pemimpin menilai ia figur tepat untuk memimpin selama masa transisi.

Peran dalam Kepemimpinan Sementara

Setelah wafatnya Khamenei, Iran membentuk Dewan Kepemimpinan sementara hingga Majelis Pakar memilih pengganti tetap. Dalam dewan ini, Arafi bekerja sebagai wakil dari Guardian Council bersama Presiden Masoud Pezeshkian dan Kepala Kehakiman Gholamhossein Mohseni-Eje’i. Dengan demikian, ia memegang otoritas tertinggi negara selama proses pemilihan berlangsung.

Baca Juga :  Rudal dan Drone Iran Bikin Sirene Israel & AS Berdering Nonstop!

Karakter & Pengaruh

Arafi memegang pengaruh besar dalam struktur agama dan politik Iran. Selain itu, ia bersikap tegas terhadap kekuatan luar seperti Amerika Serikat. Karena itu, publik dan komunitas internasional menyoroti peran Arafi saat ini.

Ringkasnya, Ayatollah Arafi memimpin Iran sementara setelah wafatnya Khamenei. Dengan posisi ini, ia memastikan kelanjutan kepemimpinan Republik Islam Iran hingga Majelis Pakar memilih pemimpin baru.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Bukan Sekadar AC Biasa, Ini Rahasia Masjidil Haram Tetap Sejuk Saat Suhu Makkah Menyengat
Beasiswa TAMBA SAMBA 2027 Resmi Dibuka, Profesional Indonesia Bisa Raih Kuliah MBA Gratis di AS Plus Tunjangan Rp44 Juta
Istana Buckingham Cari Videografer, Gaji Tembus Rp1 Miliar Setahun dan Bisa Ikut Agenda Raja Charles
Ubah Haluan, Vietnam Tunda Larangan Motor Bensin, Transisi Berlanjut hingga 2028
Norwegia Batasi AI di Sekolah Dasar, Fokus Kembali ke Belajar Dasar
Harga Minyak Dunia Naik ke US$81, Ketegangan Iran-AS Guncang Pasar Energi
Jay Idzes Dukung Ismael Kone, Pesan Haru Kapten Timnas Indonesia Usai Cedera Horor Piala Dunia 2026
Mimpi Kuliah Gratis ke Rusia Bisa Jadi Nyata, 300 Beasiswa Dibuka untuk Pelajar Indonesia
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:34 WIB

Bukan Sekadar AC Biasa, Ini Rahasia Masjidil Haram Tetap Sejuk Saat Suhu Makkah Menyengat

Rabu, 8 Juli 2026 - 08:00 WIB

Beasiswa TAMBA SAMBA 2027 Resmi Dibuka, Profesional Indonesia Bisa Raih Kuliah MBA Gratis di AS Plus Tunjangan Rp44 Juta

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:47 WIB

Istana Buckingham Cari Videografer, Gaji Tembus Rp1 Miliar Setahun dan Bisa Ikut Agenda Raja Charles

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:00 WIB

Ubah Haluan, Vietnam Tunda Larangan Motor Bensin, Transisi Berlanjut hingga 2028

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:00 WIB

Norwegia Batasi AI di Sekolah Dasar, Fokus Kembali ke Belajar Dasar

Berita Terbaru

Oplus_0

Sungai Penuh

Hutri Randa Ungkap Harapan untuk PKPS Sungai Penuh, Ini Pesannya

Minggu, 25 Okt 2026 - 09:54 WIB