EV China Dominasi Pasar

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 1 Maret 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Industri otomotif China terus mendominasi pasar global, terutama pada segmen kendaraan listrik (EV). Namun, di balik pertumbuhan pesat ini, para pelaku industri menekankan bahwa produsen China masih menghadapi tantangan besar. Mereka harus meningkatkan kualitas produk, pengalaman manufaktur, dan citra merek di pasar internasional.

Ketua Great Wall Motor (GWM), Wei Jianjun, menegaskan bahwa meskipun merek-merek China agresif mengekspansi ke pasar dunia, kesenjangan dengan pemain otomotif mapan tetap besar. Pemain mapan itu termasuk perusahaan dari Amerika Serikat, Jepang, Jerman, dan Korea Selatan. Pernyataan ini muncul saat rapat tahunan GWM pada awal Februari 2026, seperti dikutip dari Carnewschina.

Dominasi Global, Tapi Daya Saing Perlu Ditingkatkan

Secara angka, capaian China memang mengesankan. Menurut data China Passenger Car Association, China menguasai 35,6 persen pangsa pasar otomotif global pada 2025. Tahun lalu, negara ini menjual 34,35 juta unit kendaraan dari total pasar global sebesar 96,47 juta unit, sehingga tumbuh 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Prabowo Umumkan Motor Listrik Nasional Segera Meluncur, Petani Bakal Jadi Pengguna Pertama?

Sebagai perbandingan, penjualan kendaraan di AS mencapai 16,72 juta unit, India 5,58 juta unit, Jepang 4,56 juta unit, dan Jerman 3,16 juta unit. China mempertahankan posisi sebagai eksportir kendaraan terbesar dunia selama tiga tahun berturut-turut, dengan total ekspor 8,32 juta unit pada 2025. Angka ini naik 30 persen dibandingkan 2024. Lebih jauh, kendaraan energi baru menyumbang 3,43 juta unit atau melonjak 70 persen dari tahun sebelumnya.

Meski demikian, Wei menekankan produsen China tidak boleh terlalu cepat merasa puas. Perusahaan otomotif dari kawasan mapan masih unggul dalam pengalaman manufaktur dan teknologi. Pengalaman dan teknologi ini menjadi fondasi daya saing jangka panjang.

Fokus pada Kualitas dan Reputasi Merek

Selain itu, Wei menekankan pentingnya menjaga kualitas produk dan membangun kepercayaan konsumen. Ia mencontohkan Toyota. Perusahaan ini mempertahankan loyalitas pelanggan meski sering melakukan recall, karena mereka bersikap transparan dan cepat menangani masalah.

Di sisi lain, persaingan harga yang semakin agresif di pasar domestik menjadi perhatian. Strategi harga murah memang mendorong penjualan. Namun, strategi ini berisiko menekan profitabilitas dan mengganggu keberlanjutan bisnis jika produsen tidak meningkatkan kualitas produk.

Baca Juga :  IHSG 14 April 2026 Bergerak Fluktuatif, Saham Perbankan dan Energi Jadi Penopang

Sementara itu, di pasar internasional, produsen China sering mengandalkan harga murah sebagai strategi ekspansi. Ketergantungan ini berisiko menghambat pembangunan citra merek, terutama di pasar maju yang menilai reputasi, teknologi, dan layanan purna jual secara ketat.

Kinerja Perusahaan

GWM mencatat penjualan global 1,3237 juta unit pada 2025. Angka ini termasuk 403.700 kendaraan energi baru dan 506.100 unit dikirim ke luar negeri. Dengan demikian, kendaraan listrik dan elektrifikasi menyumbang sekitar 30 persen dari total penjualan. Kondisi ini berbeda dengan BYD, yang kini fokus sepenuhnya pada produksi kendaraan energi baru dan menghentikan penjualan mobil bermesin pembakaran internal.

Secara keseluruhan, China memang mendominasi pasar otomotif global. Namun, produsen perlu terus meningkatkan kualitas produk, pengalaman manufaktur, dan citra merek agar keberhasilan jangka panjang dapat terwujud.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Transformasi Telkom Berbuah Manis, Arus Kas Rp34,9 Triliun dan Laba Terus Menanjak pada Semester I 2026
Koperasi Merah Putih di Jakarta Mulai Raup Untung, Ini Strategi Pengurus Menang di Tengah Gempuran Minimarket
Biodiesel Sawit Resmi Menggerakkan Lokomotif KAI, Transisi Energi Makin Nyata
Bupati Solok Selatan Kawal Pembaruan HGU PT Mitra Kerinci, Tegaskan Investasi Harus Sejalan dengan Kepentingan Masyarakat
Bengkulu Siapkan Pabrik Biodiesel, Langkah Awal Menuju Sentra Energi Sawit Nasional Dimulai
Mulai 1 Agustus, Jutaan Seller Shopee, TikTok Shop hingga Marketplace Lain Bakal Nikmati Diskon Biaya Layanan 50 Persen
Emas Pegadaian Mendadak Kompak Menguat Hari Ini 25 Juni 2026, Investor Langsung Bidik Antam, UBS dan Galeri 24
Mulai 1 Juli, Pendapatan Driver Ojol Berubah? GoTo dan Grab Buka Aturan Komisi 8 Persen
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Transformasi Telkom Berbuah Manis, Arus Kas Rp34,9 Triliun dan Laba Terus Menanjak pada Semester I 2026

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:00 WIB

Koperasi Merah Putih di Jakarta Mulai Raup Untung, Ini Strategi Pengurus Menang di Tengah Gempuran Minimarket

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:00 WIB

Biodiesel Sawit Resmi Menggerakkan Lokomotif KAI, Transisi Energi Makin Nyata

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:00 WIB

Bupati Solok Selatan Kawal Pembaruan HGU PT Mitra Kerinci, Tegaskan Investasi Harus Sejalan dengan Kepentingan Masyarakat

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:00 WIB

Bengkulu Siapkan Pabrik Biodiesel, Langkah Awal Menuju Sentra Energi Sawit Nasional Dimulai

Berita Terbaru