Awal Ramadan Berbeda, Ini Penjelasan Muhammadiyah dan NU

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 21 Februari 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Jakarta – Umat Islam di Indonesia kembali menyambut bulan suci dengan perbedaan penetapan awal puasa. Untuk Ramadan 1477 Hijriah atau 2026 Masehi, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan pada 18 Februari 2026.
Sementara itu, pemerintah bersama Nahdlatul Ulama menetapkan awal puasa pada 19 Februari 2026.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, perbedaan awal Ramadan dan Idul Fitri terus muncul. Masyarakat Indonesia pun menghadapi dua tanggal berbeda dalam memulai ibadah puasa.

Penetapan Awal Ramadan 2026

Muhammadiyah lebih dulu mengumumkan 1 Ramadan 1477 H jatuh pada Selasa, 18 Februari 2026. Organisasi ini menggunakan metode hisab untuk menghitung posisi bulan.
Selanjutnya, pemerintah menggelar sidang isbat bersama NU dan sejumlah ormas Islam. Dalam sidang tersebut, para peserta membahas hasil pemantauan hilal dan data astronomi. Setelah itu, pemerintah menetapkan awal puasa pada Rabu, 19 Februari 2026.
Perbedaan ini memunculkan selisih satu hari dalam pelaksanaan puasa tahun ini. Meski begitu, masyarakat tetap menjaga suasana kondusif dan saling menghormati.

Dasar Penanggalan Kalender Hijriah

Kalender Hijriah memakai sistem Qomariyah yang mengikuti peredaran bulan mengelilingi bumi. Umat Islam menentukan awal bulan dengan melihat kemunculan hilal setelah terjadi ijtimak.
Ijtimak terjadi ketika matahari, bulan, dan bumi berada pada satu garis lurus. Kondisi ini menandai fase pergantian bulan dalam kalender Hijriah.
Karena itu, para ahli falak dan otoritas keagamaan menggunakan metode tertentu untuk memastikan awal Ramadan secara tepat dan akurat.
Perbedaan Metode Hisab dan Rukyat
Muhammadiyah mengandalkan metode hisab. Melalui perhitungan astronomi, para ahli menghitung posisi hilal secara matematis. Dengan cara ini, organisasi dapat menentukan awal Ramadan jauh hari sebelum bulan suci tiba.
Sebaliknya, NU menggunakan metode rukyat. Tim pemantau hilal turun langsung ke berbagai titik pengamatan untuk melihat hilal secara kasatmata. Setelah tim menyampaikan laporan, pemerintah mempertimbangkan hasil rukyat dan data hisab dalam sidang isbat.
Perbedaan pendekatan ini kerap melahirkan hasil yang tidak sama. Dalam beberapa tahun, metode hisab menghasilkan tanggal yang lebih awal satu hari dibandingkan rukyat.

Rekam Jejak Perbedaan 2014–2026

Data dalam 13 tahun terakhir menunjukkan beberapa kali perbedaan awal puasa. Pada 2014, Muhammadiyah memulai puasa pada 28 Juni, sedangkan NU memulai pada 29 Juni.
Pada 2022, Muhammadiyah menetapkan 2 April dan NU menetapkan 3 April. Kemudian pada 2024, Muhammadiyah memulai 11 Maret dan NU memulai 12 Maret. Pada 2026, Muhammadiyah memulai 18 Februari, sementara NU memulai 19 Februari.
Namun, pada 2015, 2016, 2017, 2018, 2019, 2020, 2021, 2023, dan 2025, kedua organisasi memulai puasa pada tanggal yang sama.

Dinamika yang Terus Berlangsung

Perbedaan awal Ramadan mencerminkan keragaman metode dalam praktik keagamaan di Indonesia. Meski terdapat perbedaan tanggal, umat Islam tetap menjalankan ibadah puasa sesuai keyakinan masing-masing.
Dengan sikap saling menghormati, masyarakat menjaga persatuan di tengah perbedaan. Tradisi perbedaan ini pun terus menjadi bagian dari dinamika Ramadan di Indonesia setiap tahun.
Baca Juga :  Triumph Perkenalkan Speed 400 dan Scrambler 400 X di IIMS

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

CPNS 2027 Buka Peluang Baru! PPPK Guru Bisa Ikut Seleksi PNS, Ini Proyeksinya
DPR Ketuk Palu! Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI, Gantikan Hery Susanto
66 Kepala Dapur MBG Dipecat, BGN Bongkar Kasus Judi Online, Penipuan hingga Minta Uang
Febrie Adriansyah Diperiksa Kejagung 7 Jam, Kuasa Hukum Ungkap 20 Pertanyaan Penyidik
Babak Baru Kasus Febrie Adriansyah, Kejagung Potong Gaji 50 Persen hingga Putusan Inkrah
Dokumen Dugaan TPPU Jadi Temuan Penting saat Kejagung Geledah Rumah Febrie Adriansyah
Gelombang Pensiun Komjen Polri Dimulai, Karyoto dan Fadil Imran Masuk Daftar, Wakapolri Jadi Sorotan
MK Larang Anggaran Pendidikan untuk MBG, Sudaryono Langsung Tegaskan BGN Siap Ikuti Keputusan Negara
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:00 WIB

CPNS 2027 Buka Peluang Baru! PPPK Guru Bisa Ikut Seleksi PNS, Ini Proyeksinya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:00 WIB

DPR Ketuk Palu! Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI, Gantikan Hery Susanto

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:34 WIB

66 Kepala Dapur MBG Dipecat, BGN Bongkar Kasus Judi Online, Penipuan hingga Minta Uang

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:27 WIB

Febrie Adriansyah Diperiksa Kejagung 7 Jam, Kuasa Hukum Ungkap 20 Pertanyaan Penyidik

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:54 WIB

Babak Baru Kasus Febrie Adriansyah, Kejagung Potong Gaji 50 Persen hingga Putusan Inkrah

Berita Terbaru