Saat Dunia Berubah, Keluarga Tetap Jadi Tempat Pulang

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 20 Februari 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Jakarta – Keluarga tetap menjadi fondasi utama dalam kehidupan masyarakat Barat. Temuan terbaru menunjukkan, survei yang dirilis Visual Capitalist dengan mengutip data Statista Consumer Insights menunjukkan mayoritas masyarakat di Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman masih menempatkan keluarga sebagai prioritas utama pada 2026.

Dalam survei ini, peneliti meminta lebih dari 1.000 responden di tiap negara memilih tiga nilai hidup paling penting.

Keluarga dan Kesehatan Tetap Jadi Prioritas Global

Secara umum, responden di Inggris menempatkan keluarga pada posisi tertinggi. Sebanyak 51% responden memilih keluarga sebagai prioritas utama. Selanjutnya, responden di Jerman mencatat 43%. Responden di Amerika Serikat menyusul dengan 42%.

Di sisi lain, responden juga menempatkan kesehatan sebagai prioritas penting. Responden di Jerman mencatat 49%, tertinggi di antara tiga negara. Responden di Inggris mencatat 44%. Responden di Amerika Serikat mencatat 40%.

Dengan kondisi ini, masyarakat mengarahkan perhatian ke kehidupan keluarga dan kualitas hidup setelah mereka memenuhi kebutuhan dasar.

Baca Juga :  Rupiah Tertekan ke Rp17.370 per Dolar AS, Ini Penyebab Utama

Jerman Fokus Stabilitas, Keamanan, dan Proteksi Sosial

Secara khusus, sistem jaminan sosial yang kuat mendorong masyarakat memprioritaskan kesehatan dan keamanan.

Sebanyak 30% responden di Jerman memilih keamanan sebagai prioritas hidup. Selain itu, 27% responden juga memasukkan kebebasan atau kemandirian dalam daftar nilai penting.

Kondisi tersebut menunjukkan masyarakat Jerman mengutamakan stabilitas dan kepastian dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

Amerika Lebih Individual dan Kompetitif

Sebaliknya, masyarakat Amerika menunjukkan orientasi yang lebih individual. Sebanyak 26% responden memasukkan kemampuan menghasilkan uang sebagai nilai utama. Angka ini sedikit melampaui Inggris yang mencatat 25%.

Selain itu, 24% responden Amerika menempatkan pertumbuhan pribadi sebagai prioritas. Sebanyak 21% responden juga menempatkan iman atau spiritualitas sebagai bagian penting kehidupan. Temuan ini menunjukkan masyarakat Amerika memberi ruang lebih besar pada pencapaian individu.

Inggris Menonjolkan Keseimbangan Kerja dan Kehidupan

Sementara itu, masyarakat Inggris menunjukkan karakter berbeda. Sekitar 24% responden menempatkan keseimbangan kerja dan kehidupan sebagai prioritas utama.

Baca Juga :  Kabar Baik Guru PAI Non-ASN, Insentif Tahap II Cair untuk 3.102 Penerima

Dalam beberapa tahun terakhir, kenaikan biaya hidup dan perubahan pasar tenaga kerja mendorong masyarakat Inggris mengatur waktu dan energi secara lebih selektif. Kondisi ini mengarahkan fokus masyarakat pada kualitas hidup sehari-hari.

Implikasi untuk Bisnis dan Kebijakan Publik

Perlu dicatat, responden dapat memilih lebih dari satu jawaban sehingga total persentase tidak mencapai 100%. Meski demikian, data tetap menunjukkan pola utama yang jelas.

Ke depan, pelaku usaha dan pembuat kebijakan dapat menyesuaikan strategi mereka dengan pola nilai tersebut.

Sebagai contoh, isu keamanan dan perlindungan sosial menarik perhatian publik di Jerman. Sebaliknya, narasi pertumbuhan diri dan mobilitas ekonomi lebih efektif di Amerika. Di Inggris, fleksibilitas kerja menarik minat masyarakat.

Cerminan Psikologi Sosial Masyarakat Maju

Secara keseluruhan, peta nilai ini menunjukkan arah psikologi kolektif masyarakat negara maju pada 2026.

Di tengah tekanan global, masyarakat kembali fokus pada lingkar terdekat. Mereka menempatkan keluarga, kesehatan, dan kualitas hidup personal sebagai fondasi utama kehidupan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Polemik SPMB Berakhir, 14 Siswa Pondok Tinggi Akhirnya Diterima di SMA Negeri 2 Sungai Penuh
Bimbel Dharmasraya Juara Cetak Prestasi Perdana, Alumni Lolos Kedokteran USU Meski Akhirnya Pilih Kampus Beasiswa
SMA Taruna Nusantara Cari 60 Pamong Baru, Rekrutmen P3 2026 Dibuka hingga 9 Juli, Cek Syarat Lengkapnya
CPNS Guru 2027 Resmi Dipersiapkan, Indonesia Masih Kekurangan 561 Ribu Guru, Ini Syarat dan Skema Seleksinya
SPMB SMA Negeri 2 Sungai Penuh Jadi Sorotan, Hardizal Minta Gubernur Jambi Turun Tangan
Mahyeldi Bongkar Bukti SPMB Sumbar Bebas Titipan, Anak Gubernur hingga Anak Sekda Sama-sama Gagal Lolos
Polemik Pemira FKIP UNJA 2026, Chat WA Pimpinan Fakultas Picu Tudingan Tak Netral dan Desakan Evaluasi
Seleksi PPPK Sekolah Rakyat Masuk Babak Penentu, Tes CAT Mulai 13 Juli
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:00 WIB

Polemik SPMB Berakhir, 14 Siswa Pondok Tinggi Akhirnya Diterima di SMA Negeri 2 Sungai Penuh

Jumat, 3 Juli 2026 - 20:00 WIB

Bimbel Dharmasraya Juara Cetak Prestasi Perdana, Alumni Lolos Kedokteran USU Meski Akhirnya Pilih Kampus Beasiswa

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:00 WIB

SMA Taruna Nusantara Cari 60 Pamong Baru, Rekrutmen P3 2026 Dibuka hingga 9 Juli, Cek Syarat Lengkapnya

Jumat, 3 Juli 2026 - 08:00 WIB

CPNS Guru 2027 Resmi Dipersiapkan, Indonesia Masih Kekurangan 561 Ribu Guru, Ini Syarat dan Skema Seleksinya

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:10 WIB

SPMB SMA Negeri 2 Sungai Penuh Jadi Sorotan, Hardizal Minta Gubernur Jambi Turun Tangan

Berita Terbaru