Sawah Tanjung Barulak Kini Andalkan Matahari, Pompanisasi Surya Pacu Produksi Petani

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 7 September 2026 - 17:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

PADANG – Tenaga surya Tanjung Barulak

 

Petani Nagari Tanjung Barulak, Kabupaten Tanah Datar, kini memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan produksi padi. Mereka mulai menikmati aliran air dari Batang Manganan setelah pompanisasi tenaga surya mengalirkan air menuju kawasan persawahan.

Selama puluhan tahun, masyarakat setempat mengandalkan hujan untuk memenuhi kebutuhan air sawah. Namun, kondisi itu mulai berubah. Teknologi pompa yang memanfaatkan energi matahari kini membantu petani mengalirkan air melalui jaringan pipa sepanjang sekitar empat kilometer.

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Barat (UID Sumbar) menghadirkan teknologi tersebut melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh”. Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah meresmikan program itu pada Minggu (6/9/2026) dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi Sumbar ke-81.

Air Mulai Mengubah Pola Tanam Petani

Ketersediaan air menjadi persoalan penting bagi petani Tanjung Barulak. Selama ini, ketergantungan pada curah hujan membuat petani sulit meningkatkan intensitas tanam.

Kini, kondisi tersebut mulai menemukan jalan keluar. Pompanisasi tenaga surya mengangkat air dari Batang Manganan dan mengarahkannya menuju lahan pertanian masyarakat.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyebut masyarakat telah menunggu akses air tersebut selama puluhan tahun. Karena itu, ia berharap kehadiran pompanisasi mampu mendorong petani meningkatkan pola tanam.

“Penantian yang sudah berpuluh-puluh tahun dari masyarakat Tanjung Barulak, alhamdulillah kini terjawab. Dengan telah mengalirnya air sampai ke Tanjung Barulak dan dinikmati masyarakat, padi pun sudah mulai tumbuh. Mudah-mudahan yang selama ini sekali setahun bisa menjadi tiga kali tanam,” ujar Mahyeldi.

Menurut Mahyeldi, air tidak hanya mendukung aktivitas pertanian. Ketersediaan air juga membantu pemerintah memperkuat ketahanan pangan dan mendorong kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, Mahyeldi mengapresiasi kerja bersama Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Pemerintah Nagari, masyarakat, Fakultas Teknik Universitas Andalas, PLN, Bank Nagari, PT Semen Padang, serta berbagai pihak lainnya.

“Ini adalah buah daripada persatuan, kekompakan, kerja sama dan sinergi. Ketika kita kompak dan bersatu, insyaallah tidak ada yang berat,” katanya.

Empat Kilometer Jaringan Air Perlu Perawatan

Selain mendorong peningkatan produksi, Mahyeldi meminta masyarakat menjaga pompa dan jaringan pipa. Infrastruktur tersebut memiliki panjang sekitar empat kilometer sehingga masyarakat perlu mengelolanya secara bersama.

Menurutnya, pembangunan fasilitas tidak akan memberikan manfaat jangka panjang tanpa perawatan yang konsisten. Oleh sebab itu, masyarakat perlu menjaga setiap bagian jaringan dan segera membahas persoalan yang muncul.

Baca Juga :  Sejarah Besar di Balik Usulan Sumbar Jadi Daerah Istimewa, Fadli Zon Beri Sinyal Dukungan

Mahyeldi juga mengajak masyarakat menggunakan musyawarah untuk mengambil keputusan terkait pengelolaan fasilitas.

“Bulek aia dek pembuluh, bulek kato dek mupakat. Apa yang akan dikerjakan, apa yang akan dimanfaatkan dan apa yang akan dilakukan, mari dimusyawarahkan bersama,” pesan Mahyeldi.

Dengan pola pengelolaan bersama, masyarakat dapat menjaga keberlanjutan sistem sekaligus memastikan air terus menjangkau lahan pertanian.

Pemerintah Siapkan Pengembangan Bak Penampungan

Selanjutnya, pemerintah membahas rencana pembangunan bak penampungan air. Fasilitas tersebut dapat membantu masyarakat mengatur distribusi air dan meningkatkan pemanfaatan sumber air.

Mahyeldi mendorong Pemprov Sumbar, Bank Nagari, PT Semen Padang, serta pihak terkait menyusun kajian dan rancangan pengembangan secara bersama.

Di sisi lain, Gubernur juga melihat peluang pengembangan fasilitas sosial di kawasan tersebut. Ia berharap masyarakat dapat menikmati manfaat pembangunan secara lebih luas, termasuk melalui pengembangan musala dan ruang aktivitas anak.

“Dengan adanya air ini, mudah-mudahan akan ada pengembangan-pengembangan lain yang dilakukan untuk masa yang akan datang. Nikmat yang sudah ada ini harus kita syukuri dengan cara menjaga, memelihara dan merawatnya dengan sebaik-baiknya,” tutur Mahyeldi.

Pompanisasi Jangkau 400 Hektare Sawah

Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Datar Abdul Rahman Hadi mengatakan pompanisasi tersebut mampu mendukung kebutuhan air sekitar 400 hektare sawah masyarakat Tanjung Barulak.

Pemerintah juga melihat peluang memperluas jangkauan air ke nagari yang berbatasan dengan Tanjung Barulak. Namun, pengembangan itu membutuhkan perencanaan dan kajian lebih lanjut.

Abdul Rahman menjelaskan sekitar 1.700 kepala keluarga atau 5.000 jiwa tinggal di Tanjung Barulak. Sebagian besar masyarakat menggantungkan aktivitas pertanian pada sistem tadah hujan.

Akibatnya, petani menghadapi kendala ketika ingin meningkatkan produksi. Keterbatasan air juga membuat petani kesulitan mengolah lahan dalam program bajak sawah gratis.

Kini, pompanisasi memberi peluang baru. Petani dapat mengatur kebutuhan air dengan lebih baik sehingga mereka memiliki ruang untuk meningkatkan intensitas tanam.

PLN Dorong Energi Bersih untuk Pertanian

Sementara itu, General Manager PLN UID Sumbar Ririn Rachma Wardini menjelaskan PLN mengembangkan program tersebut bersama Universitas Andalas dan sejumlah pemangku kepentingan.

Sebelumnya, Fakultas Teknik Universitas Andalas mengembangkan prototipe pompanisasi dengan tenaga surya. Kemudian, PLN mengembangkan teknologi tersebut melalui dukungan program TJSL agar masyarakat dapat memanfaatkannya secara langsung.

Baca Juga :  Rp5 Triliun Disetujui! Bulog Bangun 100 Gudang Canggih Penyimpan Beras 2 Tahun

Menurut Ririn, pemanfaatan energi bersih untuk sektor pertanian memiliki peluang besar untuk berkembang di daerah lain.

Selain menyediakan alternatif sumber energi, teknologi tersebut membantu petani memperoleh akses air dan membuka peluang peningkatan produktivitas.

“Kami berharap air yang hari ini mulai mengalir ke lahan pertanian Tanjung Barulak menjadi awal mengalirnya produktivitas, kesejahteraan, harapan baru dan semangat baru bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Kolaborasi Jadi Modal Keberlanjutan

Program pompanisasi Tanjung Barulak mempertemukan pemerintah, PLN, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat dalam satu kebutuhan yang sama, yakni memperkuat sektor pertanian.

Kolaborasi tersebut juga menunjukkan bahwa teknologi energi bersih dapat menjawab persoalan pertanian di tingkat nagari.

Ke depan, masyarakat memegang peran penting dalam menjaga pompa dan jaringan air. Pemerintah serta pihak pendukung juga perlu melanjutkan pendampingan agar fasilitas tersebut mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang.

FAQ

1. Berapa luas sawah yang mendapat manfaat dari pompanisasi?

Pompanisasi tenaga surya tersebut mendukung kebutuhan air sekitar 400 hektare sawah masyarakat Tanjung Barulak.

2. Dari mana pompanisasi mengambil air?

Sistem tersebut mengambil air dari Batang Manganan, kemudian pompa tenaga surya mengalirkannya menuju kawasan pertanian.

3. Berapa panjang jaringan pipa?

Jaringan distribusi air memiliki panjang sekitar empat kilometer.

4. Mengapa petani membutuhkan pompanisasi?

Petani Tanjung Barulak selama ini banyak mengandalkan curah hujan. Karena itu, keterbatasan air membuat mereka kesulitan meningkatkan intensitas tanam.

5. Apa target pengembangan pertanian setelah pompanisasi berjalan?

Gubernur Sumbar Mahyeldi berharap petani dapat meningkatkan pola tanam dari sebelumnya sekali setahun menjadi hingga tiga kali tanam.

6. Siapa yang mengembangkan program pompanisasi?

PLN UID Sumbar mengembangkan program tersebut melalui TJSL bersama Universitas Andalas dan sejumlah pihak, termasuk pemerintah daerah, dunia usaha, serta masyarakat.

7. Apa manfaat penggunaan tenaga surya?

Tenaga surya menggerakkan pompa untuk mengalirkan air menuju lahan pertanian. Teknologi ini sekaligus membuka peluang pemanfaatan energi bersih untuk mendukung sektor pertanian.

8. Bagaimana masyarakat menjaga keberlanjutan pompanisasi?

Masyarakat perlu merawat pompa, menjaga jaringan pipa, serta membahas persoalan pengelolaan melalui musyawarah agar fasilitas terus memberikan manfaat.(Tim)

Berita Terkait

Bukan Sekadar Mengejar Juara, Ini Pesan Mahyeldi untuk Kafilah Sumbar Jelang MTQ Nasional
Mahyeldi Buka Suara soal Masa Depan Guru Sumbar: Kompetensi Harus Kuat, Profesi Wajib Dilindungi
Belanja Modal Sumbar Nyaris Rp1 Triliun, Perubahan APBD 2026 Buka Jalan Baru untuk Pembangunan
Mahyeldi Pasang Alarm untuk Generasi Muda Sumbar: Kuasai AI, Jangan Biarkan Karakter Tergeser
Kelangkaan Solar di Sumbar, Mahyeldi Bawa Keluhan Warga ke Danantara: Pertamina Segera Dipanggil
Bukan Sekadar Piala, Kafilah Sumbar Pulang ke BIM Bawa Rekor 3 Kali Juara Umum MTQ Korpri
2,1 Ton Rendang Sumbar Meluncur ke NTT, Bekal Pangan untuk Warga di Tengah Bencana
Bukan Sekadar Berebut Piala, Lomba Khutbah dan Azan di Padang Siapkan Khatib-Muazin Muda
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 17:34 WIB

Sawah Tanjung Barulak Kini Andalkan Matahari, Pompanisasi Surya Pacu Produksi Petani

Senin, 7 September 2026 - 07:09 WIB

Bukan Sekadar Mengejar Juara, Ini Pesan Mahyeldi untuk Kafilah Sumbar Jelang MTQ Nasional

Sabtu, 5 September 2026 - 19:34 WIB

Mahyeldi Buka Suara soal Masa Depan Guru Sumbar: Kompetensi Harus Kuat, Profesi Wajib Dilindungi

Sabtu, 5 September 2026 - 18:59 WIB

Belanja Modal Sumbar Nyaris Rp1 Triliun, Perubahan APBD 2026 Buka Jalan Baru untuk Pembangunan

Jumat, 4 September 2026 - 14:00 WIB

Mahyeldi Pasang Alarm untuk Generasi Muda Sumbar: Kuasai AI, Jangan Biarkan Karakter Tergeser

Berita Terbaru