BENGKULU – BPD penggerak ekonomi daerah
Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu Mian mendorong Bank Pembangunan Daerah (BPD) mengambil peran lebih besar dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Ia menilai BPD perlu menghadirkan layanan perbankan yang cepat, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di tengah perubahan ekonomi yang semakin dinamis.
Mian menyampaikan hal tersebut ketika membuka Seminar Nasional BPD se-Indonesia di Hotel Mercure Bengkulu, Jumat (21/8) pagi. Menurutnya, forum tersebut dapat mempertemukan para pemangku kepentingan untuk membahas tantangan ekonomi sekaligus mencari strategi baru bagi penguatan peran BPD.
Di sisi lain, perkembangan teknologi digital terus mengubah pola layanan perbankan. Karena itu, Mian meminta BPD mempercepat transformasi agar mampu mengikuti perubahan sekaligus memberikan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat.
Mian Minta BPD Bergerak Mengikuti Era Digital
Mian menilai perkembangan teknologi menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi BPD. Karena itu, bank daerah harus terus meningkatkan kemampuan dan menciptakan inovasi agar masyarakat mendapat layanan yang mudah, cepat, dan relevan.
“Perkembangan teknologi digital sangat pesat. BPD dituntut harus bertransformasi sebagai bank yang profesional dan inovatif serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung di era digital yang semakin kuat saat ini,” kata Mian.
Menurut Mian, BPD tidak cukup hanya mengandalkan pola layanan konvensional. Sebaliknya, bank daerah perlu mengembangkan berbagai inovasi yang mampu menjawab perubahan perilaku masyarakat dalam menggunakan layanan keuangan.
Selain itu, transformasi digital perlu berjalan bersama dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan begitu, BPD dapat menjaga kualitas layanan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat.
Sinergi Jadi Kunci Penguatan Bank Bengkulu
Selanjutnya, Mian menekankan pentingnya kolaborasi antara BPD dan pemerintah daerah. Ia menilai kerja sama tersebut dapat memperluas ruang bagi bank daerah untuk mendukung program ekonomi dan kebutuhan masyarakat.
Mian juga mendorong Bank Bengkulu membangun sinergi dengan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dunia usaha, serta pemangku kepentingan lainnya.
“Saya berharap Bank Bengkulu dapat bersinergi dengan Pemerintah Provinsi, pemerintah kabupaten/kota, OJK, dunia usaha, serta pemangku kebijakan lainnya. Sehingga agenda hari ini sangat penting untuk menjadikan Bank Bengkulu sebagai bank penggerak ekonomi daerah,” tegasnya.
Dengan sinergi tersebut, Bank Bengkulu dapat memperkuat posisinya sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Pada saat yang sama, kolaborasi juga dapat membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk mengakses layanan keuangan.
BPD Perlu Perkuat Kontribusi bagi Ekonomi Daerah
Lebih jauh, Mian ingin BPD tidak hanya menjalankan fungsi bisnis perbankan. Ia mendorong bank daerah ikut mengambil bagian dalam mengembangkan sektor ekonomi yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Untuk mencapai tujuan itu, BPD perlu memahami kebutuhan setiap daerah. Selanjutnya, bank dapat menyusun layanan dan pembiayaan yang sesuai dengan karakter ekonomi masyarakat setempat.
Langkah tersebut juga dapat memperkuat hubungan antara BPD, pemerintah daerah, dan dunia usaha. Dengan demikian, BPD memiliki ruang lebih besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan manfaat layanan perbankan.
Bank Bengkulu Dorong Kolaborasi Antarbpd
Sementara itu, Direktur Utama Bank Bengkulu Iswahyudi mengatakan seminar nasional tersebut menjadi ruang bagi BPD untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama.
“Kita di sini secara bersama-sama berbicara mengenai tantangan ekonomi saat ini serta membangun kolaborasi bersama dengan BPD se-Indonesia,” ujar Iswahyudi.
Ia berharap forum tersebut menghasilkan gagasan dan strategi yang dapat membantu BPD menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Selain itu, hasil pembahasan juga dapat memperkuat kontribusi BPD terhadap pembangunan di masing-masing daerah.
Menurut Iswahyudi, kerja sama antarbadan usaha perbankan daerah memiliki nilai penting. Setiap BPD dapat bertukar pengalaman, membahas tantangan, serta mencari solusi yang sesuai dengan perkembangan ekonomi dan teknologi.
Sejumlah Tokoh Ikut Hadiri Seminar Nasional
Seminar nasional tersebut juga menghadirkan sejumlah tokoh dari berbagai unsur. Ketua Asbanda Agus H. Widodo, Anggota Komisi XI DPR RI Fauzi H. Amro, serta jajaran Komisaris Bank Bengkulu turut mengikuti kegiatan tersebut.
Kehadiran berbagai pihak itu memperluas ruang diskusi mengenai masa depan BPD. Terlebih, perubahan teknologi dan dinamika ekonomi terus menuntut bank daerah meningkatkan inovasi serta memperkuat kolaborasi.
FAQ
Apa yang Mian tekankan dalam Seminar Nasional BPD se-Indonesia?
Mian menekankan pentingnya peran BPD sebagai penggerak ekonomi daerah. Ia juga mendorong BPD mempercepat inovasi dan transformasi digital.
Mengapa BPD perlu melakukan transformasi digital?
Perkembangan teknologi mengubah kebutuhan masyarakat terhadap layanan perbankan. Karena itu, BPD perlu menghadirkan layanan yang cepat, profesional, inovatif, dan mudah masyarakat akses.
Siapa saja yang perlu bekerja sama dengan Bank Bengkulu?
Bank Bengkulu perlu memperkuat sinergi dengan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, OJK, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Apa tujuan Seminar Nasional BPD se-Indonesia?
Seminar tersebut menjadi ruang bagi BPD untuk membahas tantangan ekonomi, bertukar gagasan, memperkuat kolaborasi, dan menyusun strategi untuk meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan daerah.
Apa harapan Mian terhadap Bank Bengkulu?
Mian berharap Bank Bengkulu mampu menjadi bank yang profesional dan inovatif sekaligus mengambil peran sebagai motor penggerak ekonomi daerah.(Tim)









