BENGKULU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu mendorong penerima manfaat Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) memanfaatkan dukungan ekonomi untuk mengembangkan usaha. Pemprov Bengkulu menilai langkah tersebut dapat memperkuat pendapatan keluarga sekaligus membuka peluang usaha baru.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, menyampaikan dorongan itu saat mengikuti kegiatan PEKA di Aula Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu, Selasa (18/8).
Menurut Khairil, perlindungan sosial ketenagakerjaan perlu berjalan bersama pemberdayaan ekonomi. Dengan pendekatan tersebut, pekerja tidak hanya memperoleh perlindungan ketika menghadapi risiko kerja, tetapi juga mendapat ruang untuk membangun kemandirian ekonomi.
Pemprov Bengkulu Apresiasi Pengembangan Program PEKA
Khairil mengapresiasi BPJS Ketenagakerjaan yang terus mengembangkan program perlindungan dan pemberdayaan bagi masyarakat pekerja.
Ia menilai PEKA memiliki peran penting dalam membantu penerima manfaat mengembangkan potensi ekonomi keluarga. Karena itu, Khairil mengajak penerima manfaat memanfaatkan setiap dukungan secara produktif.
“Kita berharap para penerima manfaat dapat memanfaatkan dukungan yang diberikan secara optimal untuk mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, serta menciptakan peluang ekonomi baru,” ujar Khairil.
Selain itu, Khairil mendorong penerima manfaat menyusun rencana usaha secara matang. Mereka juga perlu mengelola pendapatan dan modal secara cermat agar usaha dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Literasi Keuangan Bengkulu Tembus 72,36 Persen
Di sisi lain, Kepala OJK Provinsi Bengkulu Ayu Laksmi Syntia Dewi memaparkan perkembangan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Bengkulu.
Ayu mengatakan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026 menunjukkan capaian positif. Tingkat literasi keuangan masyarakat Bengkulu mencapai 72,36 persen.
Angka tersebut melampaui rata-rata nasional yang mencapai 69,57 persen. Sementara itu, tingkat inklusi keuangan Bengkulu mencapai 93,88 persen, sedikit lebih tinggi daripada angka nasional sebesar 93,61 persen.
“Tingkat literasi keuangan masyarakat Provinsi Bengkulu tahun 2026 mencapai 72,36 persen atau melampaui rata-rata nasional sebesar 69,57 persen. Begitu pula dengan tingkat inklusi keuangan kita yang mencapai 93,88 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 93,61 persen,” ujar Ayu.
Akses Keuangan Makin Mendukung Pemberdayaan
Capaian tersebut menunjukkan semakin banyak masyarakat Bengkulu yang memahami produk dan layanan keuangan. Pada saat yang sama, masyarakat juga semakin mudah mengakses layanan keuangan.
Kondisi itu memberi peluang bagi program pemberdayaan seperti PEKA untuk menghasilkan dampak yang lebih luas. Penerima manfaat dapat memanfaatkan pengetahuan keuangan untuk mengatur modal, mengelola pendapatan, dan mengembangkan usaha.
Selanjutnya, sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan, OJK, dan Pemerintah Provinsi Bengkulu dapat memperkuat ekosistem pemberdayaan ekonomi masyarakat pekerja.
PEKA Dorong Ekonomi Keluarga Lebih Kuat
Program PEKA tidak berhenti pada pemberian dukungan. Penerima manfaat perlu mengubah dukungan tersebut menjadi aktivitas ekonomi yang menghasilkan pendapatan.
Karena itu, kemampuan mengelola usaha menjadi faktor penting. Penerima manfaat perlu memahami kebutuhan pasar, mengatur arus kas, dan menggunakan layanan keuangan secara bijak.
Dengan langkah tersebut, PEKA berpeluang membantu keluarga meningkatkan pendapatan sekaligus menciptakan sumber ekonomi baru.
Pemerintah Provinsi Bengkulu pun berharap penerima manfaat mampu memanfaatkan program secara optimal. Dengan demikian, perlindungan sosial ketenagakerjaan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat.
FAQ
Apa itu Program PEKA?
PEKA merupakan Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat yang mendorong penerima manfaat mengembangkan usaha dan memperkuat ekonomi keluarga.
Apa tujuan utama Program PEKA?
Program PEKA bertujuan membantu penerima manfaat meningkatkan pendapatan, mengembangkan usaha, dan menciptakan peluang ekonomi baru.
Berapa tingkat literasi keuangan Bengkulu pada 2026?
Hasil SNLIK 2026 menunjukkan tingkat literasi keuangan masyarakat Bengkulu mencapai 72,36 persen.
Apakah literasi keuangan Bengkulu melampaui rata-rata nasional?
Ya. Tingkat literasi keuangan Bengkulu mencapai 72,36 persen, sedangkan rata-rata nasional mencapai 69,57 persen.
Berapa tingkat inklusi keuangan Bengkulu?
Tingkat inklusi keuangan masyarakat Bengkulu mencapai 93,88 persen pada 2026, sedangkan rata-rata nasional mencapai 93,61 persen.
Mengapa literasi keuangan penting bagi penerima manfaat PEKA?
Literasi keuangan membantu penerima manfaat mengelola modal, pendapatan, dan layanan keuangan secara lebih bijak sehingga dapat mendukung perkembangan usaha.(Tim)









