DHARMASRAYA – Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, memanfaatkan pertemuannya dengan Menteri Pertanian (Mentan) RI, Amran Sulaiman, untuk membawa langsung berbagai persoalan yang dihadapi petani dan peternak. Dalam audiensi di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (9/7/2026) kemarin, Annisa mengangkat isu harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit sekaligus memperjuangkan tambahan dukungan bagi sektor pertanian di Dharmasraya.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Kementerian Pertanian tidak hanya merespons keluhan petani sawit, tetapi juga mengalokasikan sejumlah bantuan untuk Kabupaten Dharmasraya. Bantuan itu meliputi alat dan mesin pertanian (alsintan), pembangunan irigasi, optimalisasi lahan, hingga program pengembangan jagung dan kopi.
Selain itu, Annisa menilai sinergi dengan pemerintah pusat menjadi langkah penting untuk mempercepat pembangunan sektor pertanian. Karena itu, ia memanfaatkan audiensi tersebut untuk menyampaikan kebutuhan daerah secara langsung kepada Menteri Pertanian.
Dalam pertemuan itu, Annisa hadir bersama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya, Lasmiyati. Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman didampingi Wakil Menteri Pertanian Sudaryono serta sejumlah pejabat eselon I Kementerian Pertanian.
Harga TBS Sawit Jadi Fokus Utama
Pada awal pembahasan, Annisa menyoroti harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang belum kembali stabil. Ia menjelaskan, sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) sempat menurunkan harga sehingga pendapatan ribuan petani sawit ikut tertekan.
Karena itu, Annisa meminta Kementerian Pertanian ikut mendorong terciptanya mekanisme penetapan harga yang adil bagi petani.
Merespons permintaan tersebut, Menteri Pertanian Amran Sulaiman berjanji segera mengambil langkah lanjutan. Ia akan mengirimkan surat kepada perusahaan kelapa sawit agar menjalankan mekanisme penetapan harga sesuai ketentuan dan tidak merugikan petani.
Pemerintah Pusat Salurkan Dukungan Pertanian
Selain membahas harga sawit, pertemuan itu juga menghasilkan berbagai dukungan bagi Kabupaten Dharmasraya.
Kementerian Pertanian mengalokasikan bantuan alat dan mesin pertanian, mendukung pembangunan jaringan irigasi, serta menjalankan program optimalisasi lahan pertanian.
Menurut Annisa, bantuan tersebut akan meningkatkan produktivitas sekitar 5.500 hektare sawah di Dharmasraya. Dengan produktivitas yang lebih tinggi, petani dapat meningkatkan hasil panen dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Annisa Dorong Pengembangan Jagung
Selanjutnya, Annisa mengangkat persoalan yang dihadapi peternak unggas. Ia menjelaskan, peternak ayam petelur maupun ayam pedaging masih kesulitan memperoleh bahan baku pakan dengan harga yang terjangkau.
Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menawarkan lahan seluas 14.961 hektare untuk pengembangan tanaman jagung.
Annisa berharap program tersebut mampu memenuhi kebutuhan bahan baku pakan sekaligus memasok pabrik-pabrik pakan mandiri di masa mendatang.
Usulan itu mendapat respons positif dari Kementerian Pertanian. Sebagai langkah awal, kementerian mengalokasikan bantuan pengembangan jagung seluas 820 hektare.
Meski demikian, Annisa berharap pemerintah pusat terus menambah luas program tersebut pada tahun-tahun berikutnya agar petani mampu memenuhi kebutuhan pakan dari produksi daerah sendiri.
Kopi Jadi Alternatif Tingkatkan Ekonomi Warga
Tidak berhenti di sektor jagung, Kementerian Pertanian juga mendukung pengembangan tanaman kopi seluas 250 hektare.
Pemerintah akan menjalankan program tersebut di kawasan perhutanan sosial. Melalui langkah itu, masyarakat dapat meningkatkan pendapatan tanpa merusak kawasan hutan.
“Daripada masyarakat menebang hutan, lebih baik dimanfaatkan untuk pengembangan perkebunan kopi yang produktif sehingga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujar Annisa.(Tim)









