Sungai Penuh Catat Sejarah Baru, Empat Warisan Alam Masuk Kawasan Cagar Alam Geologi Nasional

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

SUNGAI PENUH – Kota Sungai Penuh menorehkan capaian penting di bidang pelestarian lingkungan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan empat situs geologi di daerah ini sebagai bagian dari Kawasan Cagar Alam Geologi (KCAG).

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM RI Nomor 258.K/GL.01/MEM.G/2026 tentang Penetapan Kawasan Cagar Alam Geologi Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi. Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia, menandatangani keputusan itu pada 17 Juni 2026.

Melalui keputusan tersebut, pemerintah memperkuat upaya perlindungan terhadap warisan geologi yang memiliki nilai ilmiah, edukasi, dan wisata. Selain itu, langkah ini membuka peluang baru bagi pengembangan daerah secara berkelanjutan.

Empat Situs Geologi Masuk Kawasan Lindung

Keputusan Menteri ESDM mencakup empat objek geologi yang berada di wilayah administrasi Kota Sungai Penuh.

Pertama, Air Teluh Sesar Tigo Beradik Kumun yang berada di Desa Kumun Mudik, Kecamatan Kumun Debai. Kedua, Bukit Khayangan di Desa Sungai Jernih, Kecamatan Pondok Tinggi.

Selanjutnya, pemerintah memasukkan Granitoid Batu Batakoh Sungai Ning yang berada di Desa Sungai Ning, Kecamatan Pondok Tinggi. Kemudian, Lokasi Tipe Formasi Kumun Batu Pintu di Desa Ulu Air, Kecamatan Kumun Debai melengkapi daftar situs yang memperoleh perlindungan nasional.

Masing-masing lokasi menyimpan jejak sejarah geologi yang penting. Karena itu, kawasan tersebut memiliki nilai tinggi untuk penelitian, pendidikan, dan konservasi.

Pengakuan atas Kekayaan Alam Kota Sungai Penuh

Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, menyambut positif keputusan pemerintah pusat tersebut. Menurutnya, status KCAG menunjukkan pengakuan negara terhadap kekayaan alam yang dimiliki daerah.

Baca Juga :  HUT Persit Makin Meriah Lewat Lomba Tradisional

Ia menilai penetapan ini tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga menghadirkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Semoga penetapan Kawasan Cagar Alam Geologi ini dapat memberikan dampak besar bagi kemajuan daerah Kota Sungai Penuh. Selain menjaga kelestarian warisan geologi, kawasan ini diharapkan dapat mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, pariwisata, serta perekonomian masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Alfin.

Lebih lanjut, ia berharap seluruh pihak dapat menjaga kawasan tersebut agar manfaatnya terus dirasakan generasi mendatang.

Dorong Pendidikan dan Riset Geologi

Keberadaan kawasan cagar alam geologi menghadirkan peluang besar bagi dunia pendidikan. Sekolah, perguruan tinggi, dan lembaga penelitian dapat memanfaatkan lokasi tersebut sebagai laboratorium alam.

Selain itu, para peneliti berpeluang menggali lebih banyak informasi mengenai sejarah geologi kawasan Kerinci dan Sungai Penuh. Dengan demikian, daerah ini dapat menjadi salah satu pusat kajian geologi penting di Provinsi Jambi.

Tidak hanya itu, kegiatan penelitian juga berpotensi meningkatkan kunjungan akademisi dari berbagai daerah.

Bukit Khayangan dan Situs Lain Berpotensi Tarik Wisatawan

Di sektor pariwisata, status KCAG memberi nilai tambah bagi sejumlah destinasi unggulan. Bukit Khayangan, misalnya, sudah dikenal luas sebagai lokasi wisata alam dengan panorama pegunungan yang memikat.

Kini, daya tarik kawasan tersebut tidak hanya berasal dari keindahan alam. Nilai geologi yang melekat pada lokasi itu juga dapat menarik wisatawan yang tertarik pada wisata edukasi.

Karena itu, pemerintah daerah memiliki peluang untuk mengembangkan konsep geowisata yang memadukan konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Pemkot Perkuat Kolaborasi Pelestarian

Pemerintah Kota Sungai Penuh menegaskan komitmennya untuk menjaga seluruh kawasan yang masuk dalam KCAG. Untuk mencapai tujuan itu, Pemkot akan memperkuat kerja sama dengan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kabupaten Kerinci, akademisi, komunitas, dan masyarakat.

Baca Juga :  Pemkot Sungai Penuh Segera Buka Seleksi Dewas Perumda Tirta Khayangan

Selain menjaga kelestarian kawasan, kolaborasi tersebut juga bertujuan mengoptimalkan manfaat ekonomi dan sosial tanpa mengurangi nilai konservasi.

Melalui langkah itu, Kota Sungai Penuh ingin menjadikan warisan geologi sebagai aset pembangunan yang berkelanjutan sekaligus kebanggaan daerah.

FAQ

Apa itu Kawasan Cagar Alam Geologi (KCAG)?

KCAG merupakan kawasan yang menyimpan keunikan geologi dan nilai ilmiah tinggi sehingga pemerintah melindunginya untuk kepentingan konservasi, pendidikan, dan penelitian.

Berapa situs geologi Kota Sungai Penuh yang masuk KCAG?

Sebanyak empat situs masuk dalam penetapan KCAG, yaitu Air Teluh Sesar Tigo Beradik Kumun, Bukit Khayangan, Granitoid Batu Batakoh Sungai Ning, dan Lokasi Tipe Formasi Kumun Batu Pintu.

Kapan Menteri ESDM mengeluarkan keputusan tersebut?

Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia, menandatangani keputusan penetapan pada 17 Juni 2026.

Apa manfaat KCAG bagi masyarakat?

KCAG dapat mendorong pengembangan pendidikan, penelitian, geowisata, pelestarian lingkungan, serta pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.

Apa langkah yang akan dilakukan Pemkot Sungai Penuh?

Pemkot Sungai Penuh akan memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak untuk menjaga kelestarian kawasan sekaligus mengembangkan manfaatnya bagi masyarakat secara berkelanjutan.

Apakah status KCAG dapat mendukung sektor pariwisata?

Ya. Status tersebut dapat meningkatkan daya tarik wisata berbasis geologi atau geowisata yang menggabungkan unsur edukasi, konservasi, dan rekreasi.

Berita Terkait

Uji Laboratorium Pupuk Subsidi Sungai Penuh Dimulai, Pemerintah Telusuri Perbedaan Fisik yang Dikeluhkan Petani
Polemik SPMB Berakhir, 14 Siswa Pondok Tinggi Akhirnya Diterima di SMA Negeri 2 Sungai Penuh
Petani Sungai Penuh Curiga Kualitas Pupuk Subsidi Bermasalah, Hasil Uji Sederhana Bikin Resah
SPMB SMA Negeri 2 Sungai Penuh Jadi Sorotan, Hardizal Minta Gubernur Jambi Turun Tangan
Kasus PIP STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh Terus Bergulir, Polres Kerinci Tunggu Hasil Audit PP Muhammadiyah
Kabar Gembira, Pemdes Srimenanti Sungai Penuh Gulirkan Beasiswa Siswa SD, Orang Tua Segera Siapkan Berkas Sebelum 3 Juli
Gaji ke-13, TPP hingga Dana Desa Masih Dinanti, Apa yang Terjadi di Sungai Penuh?
Wako Alfin Kaget Lihat Kondisi Puskesmas Tanah Kampung, Debu hingga Sandal Pegawai Jadi Sorotan
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 23:11 WIB

Uji Laboratorium Pupuk Subsidi Sungai Penuh Dimulai, Pemerintah Telusuri Perbedaan Fisik yang Dikeluhkan Petani

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:00 WIB

Polemik SPMB Berakhir, 14 Siswa Pondok Tinggi Akhirnya Diterima di SMA Negeri 2 Sungai Penuh

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:00 WIB

Petani Sungai Penuh Curiga Kualitas Pupuk Subsidi Bermasalah, Hasil Uji Sederhana Bikin Resah

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:10 WIB

SPMB SMA Negeri 2 Sungai Penuh Jadi Sorotan, Hardizal Minta Gubernur Jambi Turun Tangan

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:34 WIB

Kasus PIP STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh Terus Bergulir, Polres Kerinci Tunggu Hasil Audit PP Muhammadiyah

Berita Terbaru