DHARMASRAYA – Petani kelapa sawit di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) masih menikmati harga jual yang relatif stabil pada perdagangan hari ini, Rabu, 17 Juni 2026. Data terbaru menunjukkan rata-rata harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di daerah tersebut berada pada level Rp3.402 per kilogram.
Angka tersebut mencerminkan kondisi pasar yang masih cukup positif bagi pekebun, meski terdapat perbedaan harga yang cukup lebar antar pabrik kelapa sawit (PKS) yang beroperasi di wilayah Dharmasraya.
Berdasarkan laporan harian yang dirilis Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya melalui akun media sosial resminya, seluruh PKS yang terdata telah menyampaikan laporan harga hingga pukul 08.00 WIB.
Harga Tertinggi Capai Rp3.684 per Kilogram
Dari data yang dihimpun, PT AWB mencatat harga TBS tertinggi dengan nilai Rp3.684 per kilogram. Harga tersebut mengacu pada ketetapan yang mengikuti referensi Dinas Perkebunan.
Sementara itu, PT DSL menetapkan harga terendah pada hari yang sama, yakni Rp3.270 per kilogram.
Perbedaan harga tersebut menghasilkan selisih sebesar Rp414 per kilogram antara PKS dengan harga tertinggi dan terendah. Kondisi ini menunjukkan bahwa petani masih perlu memperhatikan tujuan penjualan agar memperoleh harga yang lebih kompetitif.
Harga Brondolan Juga Menguat
Selain memantau harga TBS, Dinas Pertanian juga merilis perkembangan harga komoditas sawit lainnya, termasuk buah brondolan.
PT DSL membukukan harga brondolan tertinggi sebesar Rp3.950 per kilogram. Adapun PT AWB mencatat harga brondolan pada level Rp3.694 per kilogram.
Harga tersebut menjadi salah satu indikator bahwa permintaan bahan baku sawit di tingkat pabrik masih cukup baik.
Seluruh PKS Aktif Melapor
Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya memastikan seluruh delapan PKS yang masuk dalam pemantauan telah mengirimkan laporan harga harian.
Dengan demikian, tingkat pelaporan mencapai 100 persen sehingga data yang dipublikasikan dapat memberikan gambaran pasar yang lebih akurat bagi petani dan pelaku usaha sawit.
Meski seluruh perusahaan melaporkan harga, dinas mencatat ada dua PKS yang untuk sementara waktu belum menerima pasokan buah sawit dari masyarakat.
Belum dijelaskan secara rinci alasan penghentian penerimaan tersebut, namun kondisi itu menjadi perhatian bagi petani yang biasa memasok hasil panennya ke pabrik terkait.
Dinas Pertanian Minta Petani Jaga Kualitas Panen
Dalam keterangannya, Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya mengajak para pekebun, baik swadaya maupun kemitraan, untuk terus meningkatkan kualitas hasil panen.
Peningkatan mutu buah dinilai penting agar petani memperoleh harga jual yang lebih baik sekaligus menjaga produktivitas kebun dalam jangka panjang.
Selain itu, perawatan tanaman secara berkala juga menjadi faktor utama untuk mempertahankan hasil produksi dan mendukung keberlanjutan sektor perkebunan sawit di Kabupaten Dharmasraya.
FAQ
Berapa rata-rata harga TBS sawit Dharmasraya pada 17 Juni 2026?
Rata-rata harga TBS sawit di Kabupaten Dharmasraya tercatat Rp3.402 per kilogram.
PKS mana yang menawarkan harga tertinggi?
PT AWB mencatat harga tertinggi, yakni Rp3.684 per kilogram.
Berapa harga TBS terendah hari ini?
Harga terendah tercatat di PT DSL sebesar Rp3.270 per kilogram.
Berapa selisih harga tertinggi dan terendah?
Selisih harga antar PKS mencapai Rp414 per kilogram.
Apakah seluruh PKS melaporkan harga?
Ya. Delapan PKS yang terdata seluruhnya telah menyampaikan laporan harga harian.
Apakah semua PKS menerima buah sawit dari masyarakat?
Tidak. Dinas Pertanian mencatat ada dua PKS yang sementara waktu tidak menerima pasokan buah sawit dari masyarakat.
Usulan judul SEO yang lebih kuat:
Harga Sawit Dharmasraya Hari Ini Rp3.402 per Kg, Selisih Antar PKS Capai Rp414
Update Harga TBS Sawit Dharmasraya 17 Juni 2026, Tertinggi Tembus Rp3.684 per Kg
Petani Sawit Dharmasraya Dapat Angin Segar, Harga TBS Masih Bertahan di Atas Rp3.400
Harga Sawit Dharmasraya Stabil, PKS Tertinggi Beli TBS Rp3.684 per Kg.(Tim)









