Padang Jadi Magnet Investasi Awal 2026, Arus Modal Tembus Rp643 Miliar, Sektor Jasa Mendominasi

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

PADANG – Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) memasuki awal 2026 dengan sinyal ekonomi yang menguat. Arus modal ke daerah ini terus bergerak naik dan menunjukkan kepercayaan investor yang semakin solid terhadap iklim usaha di Sumatera Barat. Data terbaru dari DPMPTSP Kota Padang mencatat realisasi investasi pada Triwulan I 2026 telah menembus lebih dari Rp643 miliar.

PMDN Jadi Penggerak Utama Arus Modal

Kepala DPMPTSP Kota Padang, Fauzan Ibnovi, menjelaskan bahwa nilai investasi tersebut mencapai Rp643.629.798.126. Ia menegaskan bahwa pelaku usaha dalam negeri masih menjadi motor utama pergerakan modal di Kota Padang pada periode ini.

Fauzan menuturkan bahwa Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencatat kontribusi terbesar dengan nilai sekitar Rp524 miliar. Sementara itu, investor asing turut memperkuat arus modal melalui Penanaman Modal Asing (PMA) yang menyumbang sekitar Rp119 miliar. Ia melihat kombinasi ini sebagai tanda bahwa pasar Padang menarik bagi pelaku usaha lokal sekaligus mulai mendapat perhatian investor global.

Sektor Jasa Dominasi Struktur Investasi Kota Padang

Lebih jauh, Fauzan memaparkan bahwa struktur investasi Kota Padang menunjukkan karakter ekonomi yang semakin bertumpu pada sektor jasa. Sektor tersier seperti perdagangan, jasa keuangan, transportasi, pendidikan, hingga layanan kesehatan menyerap porsi terbesar investasi dengan kontribusi mencapai 96,24 persen. Kondisi ini menunjukkan arah transformasi ekonomi kota yang semakin modern dan berbasis layanan.

Baca Juga :  IHSG Hari Ini 6 Mei 2026 Bergerak di Level 7.000, Peluang Tembus 7.100 Masih Terbuka

Sementara itu, sektor sekunder seperti industri pengolahan dan konstruksi berkontribusi sekitar 4,66 persen. Di sisi lain, sektor primer seperti pertanian, perikanan, dan pertambangan hanya mencatat porsi kecil sebesar 0,11 persen. Fauzan menilai komposisi ini mencerminkan perubahan struktur ekonomi Kota Padang yang semakin menjauh dari sektor berbasis sumber daya alam.

Faktor Pendorong Pertumbuhan Investasi

Menurut Fauzan, tren positif ini tidak muncul secara tiba-tiba. Ia menyebut berbagai kebijakan kemudahan perizinan, percepatan layanan investasi, serta penguatan infrastruktur kota ikut mendorong masuknya modal baru. Selain itu, ia melihat stabilitas ekonomi daerah dan pertumbuhan konsumsi masyarakat ikut memperkuat daya tarik investasi.

Strategi Pemerintah Dorong Sektor Bernilai Tambah

Pemerintah Kota Padang, lanjut Fauzan, terus mendorong pengembangan sektor unggulan yang memiliki nilai tambah tinggi. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah berfokus pada penciptaan ekosistem usaha yang lebih efisien agar investor merasa lebih nyaman menanamkan modal dalam jangka panjang.

Baca Juga :  ADB Prediksi Ekonomi Asia Melambat, Indonesia Justru Melaju Lebih Kencang

Target Investasi 2026 dan Arah Pengembangan Baru

Dengan capaian Triwulan I 2026 ini, Pemkot Padang menargetkan pertumbuhan investasi tetap terjaga hingga akhir tahun. Pemerintah daerah juga menyiapkan strategi untuk memperluas basis investasi ke sektor industri kreatif, digital, dan pariwisata yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan lebih cepat.

FAQ

1. Berapa total investasi di Kota Padang pada Triwulan I 2026?

Total investasi mencapai lebih dari Rp643 miliar atau tepatnya Rp643.629.798.126.

2. Sektor apa yang paling banyak menarik investasi?

Sektor tersier atau jasa menjadi penyerap investasi terbesar dengan porsi 96,24 persen.

3. Berapa kontribusi PMDN dan PMA?

PMDN menyumbang sekitar Rp524 miliar, sedangkan PMA sekitar Rp119 miliar.

4. Siapa pejabat yang menyampaikan data ini?

Kepala DPMPTSP Kota Padang, Fauzan Ibnovi.

5. Apa fokus pengembangan investasi ke depan di Kota Padang?

Pemerintah fokus memperkuat sektor jasa, industri kreatif, digital, dan pariwisata untuk mendorong pertumbuhan investasi berkelanjutan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Era Baru Pengawasan Ekspor Dimulai, PT DSI Mulai Kumpulkan Laporan Sawit dan Batu Bara
Cengkeh Solok Jadi Mesin Ekonomi Baru, Pemprov Sumbar Genjot Irigasi dan Jalan Usaha Tani
Harga TBS Sawit Mukomuko Bergejolak, Perusahaan Akhirnya Ikuti Harga Pemprov Bengkulu
SPKS Soroti Skema Ekspor Satu Pintu CPO, Harga TBS Sawit Berpotensi Tertekan Imbas Kebijakan DSI
Harga Emas Pegadaian Tembus Variasi Tajam Hari Ini 30 Mei 2026, UBS Unggul di Kelas Ritel
Harga Emas Antam Hari Ini 30 Mei 2026 Masih Bertahan, Saat Tepat Menambah Koleksi atau Menunggu Momentum Baru?
Harga TBS Sawit Jambi Tembus Rp3.303 per Kg, Sinyal Pasar Mulai Bergerak di Akhir Mei 2026
Strategi Branding Baru UMKM: Merek Kolektif Dorong Nilai Produk Desa Naik Kelas
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 07:00 WIB

Cengkeh Solok Jadi Mesin Ekonomi Baru, Pemprov Sumbar Genjot Irigasi dan Jalan Usaha Tani

Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:00 WIB

Harga TBS Sawit Mukomuko Bergejolak, Perusahaan Akhirnya Ikuti Harga Pemprov Bengkulu

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:00 WIB

SPKS Soroti Skema Ekspor Satu Pintu CPO, Harga TBS Sawit Berpotensi Tertekan Imbas Kebijakan DSI

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Tembus Variasi Tajam Hari Ini 30 Mei 2026, UBS Unggul di Kelas Ritel

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 30 Mei 2026 Masih Bertahan, Saat Tepat Menambah Koleksi atau Menunggu Momentum Baru?

Berita Terbaru

Oplus_0

Internasional

Veda Ega Lolos Drama Lap Akhir, Finis Kedelapan di Moto3 Italia

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:00 WIB