Prabowo Alihkan Anggaran dari Kantor Baru ke Proyek Cipta Kerja

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 24 Mei 2026 - 04:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mulai mengubah arah prioritas pembangunan nasional. Pemerintah kini memilih mengalihkan anggaran pembangunan kantor baru ke proyek-proyek produktif yang mampu membuka lapangan kerja dan menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Langkah tersebut muncul di tengah kebutuhan pemerintah memperkuat ekonomi rakyat serta meningkatkan produktivitas sektor pangan dan perikanan nasional. Prabowo menilai pembangunan fisik tanpa hasil nyata hanya akan membebani anggaran negara tanpa memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

Kebijakan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri panen raya udang di kawasan tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu, 23 Mei 2026. Dalam kunjungan tersebut, ia menekankan pentingnya pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan rakyat.

Menurutnya, pemerintah harus berani mengubah pola belanja negara. Fokus pembangunan tidak lagi sekadar memperbanyak gedung atau kantor pemerintahan, melainkan memperkuat sektor yang menghasilkan produk, menciptakan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Anggaran Difokuskan ke Sektor Produktif

Prabowo meminta seluruh jajaran kabinet lebih selektif menggunakan anggaran negara. Ia ingin setiap proyek pemerintah memberikan dampak ekonomi yang jelas dan terukur.

Karena itu, pembangunan kantor baru untuk sementara akan dibatasi. Pemerintah lebih memilih mengarahkan anggaran ke sektor pertanian, perikanan, hilirisasi, dan industri berbasis sumber daya lokal.

Menurut Prabowo, proyek produktif harus mampu menciptakan rantai ekonomi baru. Selain menyerap tenaga kerja, proyek tersebut juga harus meningkatkan penghasilan masyarakat serta memperkuat daya saing Indonesia.

Baca Juga :  IHSG Menguat Tipis Hari Ini, Investor Fokus Sentimen Global dan Arah Suku Bunga

Ia menilai keberhasilan pembangunan tidak bisa diukur dari megahnya bangunan, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan rakyat.

Tambak Udang Kebumen Jadi Contoh

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyoroti keberhasilan tambak udang modern di Kebumen yang dinilai sangat menjanjikan. Kawasan tambak seluas sekitar 64 hektare tersebut mampu menghasilkan hingga 40 ton udang per hektare.

Selain produktivitas tinggi, proyek tersebut juga memberikan efek ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar. Saat ini, ratusan tenaga kerja lokal terlibat dalam operasional kawasan budidaya tersebut.

Dengan harga jual udang yang mencapai sekitar Rp70 ribu per kilogram, pemerintah melihat sektor budidaya perikanan memiliki peluang besar untuk meningkatkan ekspor dan menambah devisa negara.

Karena itu, pemerintah berencana memperluas proyek serupa ke berbagai daerah lain di Indonesia.

Proyek Tambak Akan Diperluas

Pemerintah kini menyiapkan pengembangan tambak udang modern di beberapa wilayah strategis. Waingapu di Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu lokasi utama dengan target pengembangan mencapai 2.000 hektare.

Selain itu, proyek tambak juga akan dibangun di Gorontalo seluas sekitar 200 hektare dan kawasan Pantai Utara Jawa Barat hingga 14 ribu hektare.

Prabowo optimistis proyek berbasis pangan dan perikanan dapat menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah juga ingin memperkuat produksi protein dalam negeri sekaligus meningkatkan ekspor hasil perikanan Indonesia ke pasar global.

Baca Juga :  Harga BBM 13 Mei 2026 Stabil, Pertalite Tetap Jadi yang Paling Murah di SPBU

Pemerintah Ingin Ekonomi Lebih Berdampak

Kebijakan penundaan pembangunan kantor baru menunjukkan perubahan pendekatan pemerintah terhadap penggunaan anggaran negara. Pemerintah kini lebih fokus pada pembangunan yang memberikan efek langsung terhadap ekonomi rakyat.

Selain memperluas lapangan kerja, proyek produktif juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi daerah dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Dengan strategi tersebut, pemerintah ingin memastikan pertumbuhan ekonomi nasional berjalan lebih merata dan tidak hanya terpusat di kota-kota besar.

FAQ

Mengapa Prabowo menunda pembangunan kantor baru?

Karena pemerintah ingin memprioritaskan anggaran untuk proyek produktif yang menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi rakyat.

Apa yang dimaksud proyek produktif?

Proyek produktif merupakan pembangunan yang menghasilkan produk atau nilai ekonomi nyata, seperti sektor pangan, perikanan, pertanian, dan industri.

Mengapa tambak udang menjadi fokus pemerintah?

Karena sektor budidaya udang dinilai mampu menghasilkan keuntungan besar, meningkatkan ekspor, dan menyerap banyak tenaga kerja.

Di mana saja proyek tambak baru akan dibangun?

Pemerintah menyiapkan pengembangan tambak di Waingapu, Gorontalo, dan Pantura Jawa Barat.

Apa dampak kebijakan ini bagi masyarakat?

Pemerintah berharap kebijakan tersebut membuka lebih banyak lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat ekonomi daerah.

Penulis : Mosa

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Harga Sawit Turun di Merangin, Pengepul Keluhkan Keuntungan Menyusut
Pemprov Bengkulu Gandeng TNI, Dorong Ekonomi Daerah Lewat Gotong Royong dan Karya Bhakti
Prajogo Pangestu Rebut Tahta Terkaya RI Juni 2026, Ini Daftar 10 Konglomerat dengan Harta Ratusan Triliun
PMI Manufaktur RI Diperkirakan Masih Tertekan, Ekonom Soroti Dua Tekanan Utama
Harga TBS Provinsi Melebar, Sumbar Teratas, Jambi Papan Tengah, Banten Terendah
Transformasi Telkom Berbuah, Pendapatan Tembus Rp37,2 Triliun
Harga Telur Tak Kunjung Naik, BGN Ultimatum SPPG Belanja Langsung ke Peternak
Tarif Listrik Juni 2026 Tetap, Ini Rincian Biaya per kWh Terbaru
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:00 WIB

Harga Sawit Turun di Merangin, Pengepul Keluhkan Keuntungan Menyusut

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:00 WIB

Pemprov Bengkulu Gandeng TNI, Dorong Ekonomi Daerah Lewat Gotong Royong dan Karya Bhakti

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:00 WIB

Prajogo Pangestu Rebut Tahta Terkaya RI Juni 2026, Ini Daftar 10 Konglomerat dengan Harta Ratusan Triliun

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:00 WIB

PMI Manufaktur RI Diperkirakan Masih Tertekan, Ekonom Soroti Dua Tekanan Utama

Selasa, 2 Juni 2026 - 09:00 WIB

Harga TBS Provinsi Melebar, Sumbar Teratas, Jambi Papan Tengah, Banten Terendah

Berita Terbaru