AI Claude Bantu Pemulihan Bitcoin Rp6,4 Miliar yang Hilang

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 17 Mei 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Seorang pengguna internet berhasil mengakses kembali aset kripto miliknya yang sudah hilang selama lebih dari satu dekade. Ia memanfaatkan bantuan kecerdasan buatan dari Anthropic, yaitu Claude AI, untuk menelusuri file lama dan memperbaiki kesalahan konfigurasi yang mengunci dompet digitalnya.

Kisah ini kembali memicu diskusi tentang peran AI dalam pemulihan data, terutama di dunia aset digital seperti Bitcoin yang sangat bergantung pada keamanan kata sandi dan kunci privat.

Hilang Akses Sejak 2015 Karena Kesalahan Sendiri

Pengguna tersebut mengaku kehilangan akses ke dompet Bitcoin miliknya sejak 2015. Saat itu ia membeli sekitar 5 BTC ketika harga masih relatif rendah. Namun, ia mengubah kata sandi dompet saat dalam kondisi tidak sadar penuh dan kemudian lupa detail penting yang ia buat sendiri.

Masalah semakin rumit ketika ia hanya menemukan sebagian kecil informasi pemulihan (mnemonic phrase). Sayangnya, data itu tidak cocok dengan sistem terbaru dompet yang ia gunakan sebelumnya.

Selama bertahun-tahun, ia mencoba berbagai cara pemulihan manual tanpa hasil. Ia juga menggunakan alat brute-force untuk menebak kata sandi, tetapi proses itu tetap gagal membuka akses dompetnya.

AI Mulai Masuk dalam Proses Pencarian

Dalam kondisi buntu, ia mengumpulkan seluruh file lama dari komputer yang ia gunakan saat kuliah. Ia kemudian memasukkan data tersebut ke dalam sistem AI Claude untuk dianalisis secara menyeluruh.

Baca Juga :  GITEX AI Asia 2026 Digelar di Singapura, Ribuan Pelaku Teknologi Hadir 

AI tersebut tidak hanya membaca data, tetapi juga mencari pola, hubungan file, dan konfigurasi lama yang mungkin terkait dengan dompet Bitcoin yang hilang.

Dari analisis tersebut, Claude menemukan sebuah file cadangan dari akhir 2019 yang sebelumnya terlewat. File itu berisi kunci privat yang mengarah langsung ke dompet di layanan Blockchain.com.

Ribuan Miliar Kombinasi Gagal, Tapi Jejak File Jadi Kunci

Sebelum menemukan solusi, pengguna tersebut sempat menjalankan upaya brute-force besar-besaran menggunakan perangkat lunak pemulihan. Sistem tersebut mencoba sekitar 3,5 triliun kombinasi kata sandi, tetapi tidak satu pun berhasil.

Namun, AI menemukan hal yang berbeda. Claude mengidentifikasi adanya bug dalam konfigurasi lama yang membuat sistem tidak menggabungkan kunci utama dengan kandidat kata sandi secara benar.

Kesalahan kecil pada struktur file inilah yang membuat akses dompet tetap terkunci selama bertahun-tahun.

Setelah AI membantu memperbaiki struktur tersebut, sistem akhirnya berhasil mendekripsi dompet digital yang berisi 5 BTC. Aset itu kemudian kembali dapat diakses dan dipindahkan ke dompet baru.

Dampak Besar di Dunia Kripto

Kisah ini menunjukkan bahwa banyak aset kripto generasi awal masih terkunci akibat kesalahan manusia, bukan karena hilang secara teknis permanen. Banyak pengguna kehilangan akses hanya karena lupa password, kehilangan perangkat, atau salah mengelola backup.

Dalam kasus ini, AI berperan sebagai alat analisis data besar yang mampu menelusuri file lama secara lebih cepat dibanding metode manual.

Baca Juga :  Ini 15 HP Android Terbaru 2026: Dari Harga Terjangkau hingga Flagship, Ini Pilihan yang Paling Cocok untuk Kamu

Namun, para ahli juga mengingatkan bahwa penggunaan AI dalam pemulihan data sensitif tetap memerlukan kehati-hatian tinggi. Risiko keamanan tetap ada jika pengguna sembarangan memasukkan data pribadi atau kunci privat ke sistem pihak ketiga.

Pelajaran Penting dari Kasus Ini

Kasus ini memberikan beberapa pelajaran penting bagi pengguna aset digital:

Manajemen kunci privat harus dilakukan dengan sistem cadangan yang aman

Kesalahan kecil pada password dapat berdampak jangka panjang

AI dapat membantu analisis data, tetapi tidak menggantikan keamanan dasar

Pengguna tetap harus menjaga kontrol penuh atas aset kripto mereka

FAQ

1. Apakah AI bisa memulihkan semua Bitcoin yang hilang?

Tidak. AI hanya membantu analisis data yang masih tersedia. Jika kunci privat benar-benar hilang, pemulihan tetap tidak mungkin.

2. Apakah aman menggunakan AI untuk data dompet kripto?

Aman jika pengguna berhati-hati, tetapi tetap berisiko jika memasukkan informasi sensitif ke sistem yang tidak terpercaya.

3. Berapa nilai Bitcoin yang berhasil dipulihkan?

Sekitar 5 BTC yang bernilai sekitar USD 400.000 atau setara Rp 6,4 miliar pada nilai saat ini.

4. Apa penyebab utama kehilangan akses?

Kesalahan manusia dalam pengelolaan password dan backup menjadi penyebab utama, bukan kerusakan sistem blockchain.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Vivo Y100 4G vs Vivo Y29 Rp2 Jutaan: Duel Gaya Hidup vs Baterai Tahan Lama, Mana Paling Tepat untuk Kebutuhanmu?
AI Ubah Tren Rekrutmen, Perusahaan Kini Prioritaskan Skill yang Sulit Digantikan Teknologi
Oppo Find X9 Ultra Ubah Cara Kerja Fotografi Mobile, Bukan Sekadar HP Kamera Biasa
Keamanan Android 2026: Proteksi Pintar dari Penipuan, Aplikasi Berbahaya, hingga Pencurian HP
Xiaomi 14T Gebrak Pasar Flagship Killer dengan Kamera Leica dan AI Canggih
Belum Rilis, iPhone Fold Sudah Picu Perang Desain HP Lipat Baru di China
Potongan Aplikasi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Pemerintah Dorong Era Baru Transportasi Digital Indonesia
Intel Masuk Rantai Produksi Chip Apple, Strategi Baru Kurangi Ketergantungan TSMC Mulai 2027
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 12:00 WIB

Vivo Y100 4G vs Vivo Y29 Rp2 Jutaan: Duel Gaya Hidup vs Baterai Tahan Lama, Mana Paling Tepat untuk Kebutuhanmu?

Senin, 18 Mei 2026 - 05:00 WIB

AI Ubah Tren Rekrutmen, Perusahaan Kini Prioritaskan Skill yang Sulit Digantikan Teknologi

Senin, 18 Mei 2026 - 01:00 WIB

Oppo Find X9 Ultra Ubah Cara Kerja Fotografi Mobile, Bukan Sekadar HP Kamera Biasa

Minggu, 17 Mei 2026 - 20:00 WIB

AI Claude Bantu Pemulihan Bitcoin Rp6,4 Miliar yang Hilang

Minggu, 17 Mei 2026 - 18:00 WIB

Keamanan Android 2026: Proteksi Pintar dari Penipuan, Aplikasi Berbahaya, hingga Pencurian HP

Berita Terbaru

Oplus_0

Ekonomi

Seleksi Dewas Tirta Khayangan, Tiga Kandidat Lolos UKK

Senin, 18 Mei 2026 - 17:04 WIB