Xiaomi Luncurkan Program Upgrade Baterai HP Lama, Kapasitas Naik

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Xiaomi kembali menarik perhatian pengguna smartphone dengan kebijakan tidak biasa. Produsen teknologi asal Tiongkok ini menawarkan program penggantian baterai berbayar yang tidak hanya mengganti komponen lama, tetapi juga meningkatkan kapasitasnya. Langkah ini menyasar pengguna seri Xiaomi 13 yang mulai merasakan penurunan performa daya tahan baterai.

Xiaomi melalui Presiden Xiaomi Lu Weibing mengumumkan program tersebut lewat platform Weibo. Ia menjelaskan bahwa perusahaan ingin memberi opsi perpanjangan usia pakai perangkat tanpa harus mengganti ponsel secara keseluruhan.

Kapasitas Baterai Naik di Tiga Model Xiaomi 13

Program ini mencakup tiga model utama, yakni Xiaomi 13, Xiaomi 13 Pro, dan Xiaomi 13 Ultra. Xiaomi menawarkan peningkatan kapasitas baterai yang cukup signifikan di setiap varian.

Xiaomi 13 yang sebelumnya membawa baterai 4.500 mAh kini bisa naik menjadi 4.850 mAh. Selain itu, Xiaomi 13 Pro mengalami lonjakan lebih besar, dari 4.820 mAh menjadi 5.361 mAh. Sementara itu, Xiaomi 13 Ultra mendapat peningkatan dari 5.000 mAh menjadi 5.500 mAh.

Xiaomi merancang peningkatan ini untuk memberikan daya tahan lebih lama dalam penggunaan harian, terutama bagi pengguna yang aktif memakai kamera, game, dan aplikasi berat.

Baca Juga :  Oppo Reno16 Series Resmi Mengguncang Pasar: Kamera 200MP, Baterai 7.000 mAh, Desain Mewah Bikin Pesaing Panik

Biaya Upgrade dan Ketersediaan Terbatas

Xiaomi menetapkan biaya upgrade baterai sekitar 189 yuan atau setara Rp480 ribu, sudah termasuk jasa pemasangan. Perusahaan juga menekankan bahwa program ini berjalan dalam periode terbatas sehingga pengguna perlu segera mengambil kesempatan jika berminat.

Namun, Xiaomi hanya membuka program ini di pasar China. Perusahaan belum mengumumkan rencana perluasan ke negara lain, termasuk Indonesia. Kondisi ini membuat banyak pengguna di luar China masih harus menunggu kepastian lebih lanjut.

Dampak Setelah Penggantian Baterai

Xiaomi juga memberikan sejumlah catatan penting kepada pengguna sebelum melakukan upgrade. Setelah pemasangan baterai baru, perangkat mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk mengisi daya hingga indikator muncul di layar. Dalam beberapa kasus, pengguna perlu menunggu 15–30 menit ketika ponsel benar-benar kosong sebelum sistem merespons pengisian.

Selain itu, sistem operasi akan melakukan kalibrasi ulang untuk menyesuaikan kapasitas baterai baru. Proses ini bisa membuat perangkat terasa hangat dalam beberapa waktu. Xiaomi menyarankan pengguna untuk membiarkan ponsel beradaptasi tanpa intervensi berlebihan.

Aplikasi pihak ketiga juga berpotensi menampilkan informasi kapasitas yang tidak akurat setelah penggantian. Karena itu, Xiaomi meminta pengguna mengecek data baterai langsung melalui menu Settings agar mendapatkan informasi yang lebih valid.

Baca Juga :  Baseus Bikin Geger dengan Powerbank Setipis Kartu, Punya Fitur yang Belum Dimiliki Banyak Rival

Perlu Pembaruan Sistem Sebelum Upgrade

Xiaomi juga mensyaratkan pembaruan sistem operasi ke versi tertentu sebelum pengguna melakukan penggantian baterai. Langkah ini memastikan perangkat dapat mengenali karakteristik baterai baru dengan benar dan menjaga stabilitas sistem.

Perusahaan menilai perbedaan kapasitas dan perilaku pengisian daya dari baterai baru membutuhkan penyesuaian perangkat lunak. Tanpa pembaruan ini, perangkat berisiko mengalami ketidaksesuaian pembacaan daya.

Strategi Xiaomi dan Respons Pasar

Langkah Xiaomi ini menunjukkan pendekatan berbeda dalam menjaga umur perangkat. Alih-alih mendorong pengguna mengganti smartphone baru, perusahaan membuka opsi peningkatan komponen utama dengan biaya lebih rendah.

Meski begitu, keterbatasan wilayah dan model membuat program ini masih bersifat eksklusif. Banyak pengguna di luar China berharap Xiaomi memperluas layanan serupa ke pasar global, termasuk Asia Tenggara yang menjadi salah satu basis pengguna besar mereka.

Jika program ini berhasil, Xiaomi berpotensi mengubah cara industri smartphone memperlakukan siklus hidup perangkat, terutama di segmen flagship yang biasanya cepat digantikan model baru.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Kemenkes Siapkan Robot Bedah AI Buatan Indonesia, Budi Gunadi Ungkap Strategi Besar Tingkatkan Layanan Medis
Kuota Internet Tak Hangus Lagi, Begini Cara Daftar Paket Rollover Telkomsel, IM3 dan XLSmart
MK Wajibkan Operator Hadirkan Opsi Kuota Tak Hangus, Jutaan Pengguna Internet Kini Lebih Terlindungi
Internet Seluler Indonesia Dibidik Tembus 100 Mbps, Komdigi Pasang Target Besar hingga 2029
Honor Robot Phone Meledak Usai Final Piala Dunia 2026, Kamera Robot AI yang Dipakai Eric Garcia Bikin Dunia Gadget Heboh
Bikin Konten Kini Lebih Hemat! Telkomsel Luncurkan Paket CapCut Premium Rp68 Ribu, Bonus Kuota Internet
BRIN Sulap Limbah Ampas Kopi Gayo Jadi Kemasan Pangan Antibakteri, Siap Tantang Dominasi Plastik
Lelang Frekuensi Rampung, Komdigi Resmi Tetapkan Pemenang 700 MHz dan 2,6 GHz
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:19 WIB

Kemenkes Siapkan Robot Bedah AI Buatan Indonesia, Budi Gunadi Ungkap Strategi Besar Tingkatkan Layanan Medis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:00 WIB

Kuota Internet Tak Hangus Lagi, Begini Cara Daftar Paket Rollover Telkomsel, IM3 dan XLSmart

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:00 WIB

MK Wajibkan Operator Hadirkan Opsi Kuota Tak Hangus, Jutaan Pengguna Internet Kini Lebih Terlindungi

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:54 WIB

Internet Seluler Indonesia Dibidik Tembus 100 Mbps, Komdigi Pasang Target Besar hingga 2029

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:00 WIB

Honor Robot Phone Meledak Usai Final Piala Dunia 2026, Kamera Robot AI yang Dipakai Eric Garcia Bikin Dunia Gadget Heboh

Berita Terbaru