PADANG – Menjelang Iduladha 1447 H, program pengecekan kesehatan hewan kurban membawa dampak positif bagi pedagang di Kota Padang. Pemeriksaan rutin ini tidak hanya melindungi konsumen, tetapi juga memperkuat posisi pedagang lokal di tengah melemahnya daya beli masyarakat.
Pemeriksaan Kesehatan Hewan Tingkatkan Kepercayaan Pasar
Dinas Pertanian Kota Padang melalui tim Kesehatan Hewan (Keswan) terus melakukan pemeriksaan langsung ke lapangan. Salah satu lokasi yang mendapat kunjungan adalah Kelurahan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, pada Kamis (7/5/2026).
Fendi, pedagang sapi lokal, menyambut langsung kedatangan tim tersebut. Ia menilai pemeriksaan ini memberi dampak nyata terhadap kepercayaan konsumen terhadap hewan kurban yang ia jual.
Fendi menyebut, seluruh sapi yang ia jual berasal dari Siantar, Medan, dan ia memastikan kondisi hewan tetap sehat sebelum dipasarkan.
“Pemeriksaan ini sangat membantu kami. Tim Keswan memastikan kondisi sapi kami benar-benar sehat dan layak untuk kurban,” kata Fendi.
Label Sehat Jadi Nilai Jual Utama
Fendi menegaskan bahwa label sehat dari Dinas Pertanian menjadi faktor penting dalam proses penjualan. Ia mengaku lebih mudah meyakinkan pembeli karena ada bukti resmi yang mendukung kualitas hewan kurban.
Menurutnya, masyarakat kini lebih berhati-hati dalam memilih hewan kurban. Karena itu, sertifikasi kesehatan dari pemerintah menjadi penentu utama keputusan pembelian.
Label sehat tersebut juga memberikan rasa aman bagi calon pembeli. Mereka tidak perlu lagi ragu terhadap kondisi hewan karena sudah melalui pemeriksaan langsung oleh petugas kesehatan hewan.
Daya Beli Turun, Tantangan Pedagang Meningkat
Meski mendapat dukungan dari program pemerintah, Fendi tidak menutup mata terhadap kondisi pasar. Ia mencatat penurunan minat beli hewan kurban dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat ikut memengaruhi jumlah transaksi. Namun, ia tetap berupaya menjaga stabilitas usaha dengan menyediakan stok hewan yang cukup.
Fendi telah menyiapkan 69 ekor sapi untuk menghadapi permintaan Iduladha tahun ini. Ia berharap stok tersebut dapat memenuhi kebutuhan masyarakat meskipun permintaan cenderung melambat.
Pengecekan Kesehatan Perkuat Legalitas Pedagang
Selain meningkatkan kepercayaan konsumen, pemeriksaan kesehatan juga memperkuat posisi pedagang dari sisi legalitas. Fendi menilai dokumen dan tanda sehat dari Dinas Pertanian menjadi bukti resmi yang melindungi dirinya sebagai penjual.
Ia menjelaskan bahwa legalitas tersebut membantu mengurangi potensi keraguan pembeli. Pedagang juga tidak perlu lagi melakukan pembuktian berulang kepada setiap calon konsumen karena sertifikat kesehatan sudah menjadi acuan utama.
Dengan adanya kepastian ini, proses transaksi menjadi lebih cepat dan efisien. Pedagang dapat lebih fokus pada pelayanan dan distribusi hewan kurban kepada masyarakat.
Dorongan Positif untuk Pedagang Lokal
Fendi mengapresiasi peran pemerintah daerah yang terus melakukan pengawasan kesehatan hewan secara rutin. Ia menilai langkah tersebut membantu menjaga reputasi pedagang lokal di tengah persaingan pasar.
Menurutnya, program ini tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan hewan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi pelaku usaha kecil di sektor peternakan.
“Dengan adanya jaminan kesehatan ini, kami bisa melayani pembeli dengan lebih percaya diri. Mereka juga tidak ragu lagi terhadap kualitas hewan yang kami jual,” ujarnya.
Harapan Menjelang Iduladha
Menjelang puncak penjualan hewan kurban, Fendi berharap kondisi pasar kembali membaik. Ia optimistis bahwa kepercayaan masyarakat terhadap hewan kurban yang sehat akan tetap terjaga.
Ia juga berharap program pengecekan kesehatan hewan terus berlanjut setiap tahun. Menurutnya, program tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga kualitas hewan kurban sekaligus mendukung keberlangsungan usaha peternak lokal di Kota Padang.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









