Tiga Bank Sampah Bersaing Sehat, Siapa yang Terbaik di Rancak Award 2026?

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026 - 12:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

PADANG – Tiga bank sampah terbaik di Kota Padang bersaing ketat dalam tahap akhir penilaian Padang Rancak Award 2026. Ajang ini menjadi tolok ukur kinerja pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat di daerah tersebut.

Tiga finalis yang masuk tahap penilaian akhir yakni Bank Sampah Ampang Saiyo, Bank Sampah Pasie Nan Tigo, dan Bank Sampah Asy Syifa. Tim juri sudah turun langsung melakukan verifikasi lapangan pada Sabtu (2/5/2026).

Ketiga bank sampah itu kini bersaing untuk menyandang predikat terbaik di Kota Padang. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang akan mengumumkan pemenang pada 6 Mei 2026.

Juri Sebut Masing-Masing Punya Kekuatan

Salah satu juri Padang Rancak Award 2026, Syaifuddin Islami, menilai ketiga bank sampah tersebut memiliki keunggulan dan tantangan masing-masing. Ia menyebut setiap unit pengelolaan sampah berkembang dengan pola yang berbeda.

“Ketiganya berdiri pada waktu yang berbeda. Bank Sampah Asy Syifa di Gunung Pangilun menjadi yang paling awal berdiri,” kata Syaifuddin, Senin (4/5/2026).

Baca Juga :  Krisis Air Danau Kerinci Picu Gerak Cepat DPRD Jambi 

Ia menjelaskan perbedaan sumber pengembangan juga terlihat jelas. Dua bank sampah mendapat dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR), sementara satu lainnya tumbuh secara mandiri.

Asy Syifa Tumbuh dari Partisipasi Warga

Bank Sampah Asy Syifa menjadi satu-satunya finalis yang berkembang tanpa bantuan CSR. Pengelolaan bank sampah ini mengandalkan partisipasi aktif warga sekitar.

“Bank Sampah Asy Syifa kuat pada sistem penabungan sampah, terutama pengolahan organik seperti komposter serta daur ulang gelas plastik,” ujar Syaifuddin.

Ia menambahkan, keberhasilan Asy Syifa tidak lepas dari peran Ketua RW dan gerakan warga seperti sedekah sampah serta pengelolaan melalui dasawisma. Model ini mendorong keterlibatan masyarakat secara langsung dalam pengurangan sampah rumah tangga.

Dua Bank Sampah Didukung CSR PLN

Sementara itu, Bank Sampah Pasie Nan Tigo dan Bank Sampah Ampang Saiyo mendapatkan dukungan dari CSR PLN. Bantuan tersebut mencakup fasilitas operasional hingga infrastruktur pendukung.

Bank Sampah Pasie Nan Tigo fokus pada pengolahan sampah daur ulang yang kemudian diubah menjadi produk kerajinan. Program ini berjalan stabil dengan dukungan pendanaan CSR dalam skala cukup besar.

Baca Juga :  Padang Bangun PSEL di TPA Air Dingin, Target Tekan 700 Ton Sampah per Hari

“Fungsi penabungan sampah di Bank Sampah Pasie Nan Tigo berjalan dengan baik, dan pengembangan produk kerajinan menjadi nilai tambah,” kata Syaifuddin yang juga Ketua ASOBSI Sumbar.

Sementara itu, Bank Sampah Ampang Saiyo menjadi unit paling muda di antara ketiganya. Meski demikian, bank sampah ini sudah menjangkau skala satu kelurahan dengan dukungan penuh dari CSR PLN, termasuk fasilitas bangunan dan kendaraan roda tiga.

Penilaian Masuk Tahap Akhir

Tim juri saat ini masih mengolah hasil penilaian dari ketiga finalis. Penilaian mencakup aspek kelembagaan, inovasi, dampak lingkungan, hingga partisipasi masyarakat.

Ajang Padang Rancak Award 2026 diharapkan mendorong penguatan gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kota Padang. Selain itu, kompetisi ini juga menjadi ruang apresiasi bagi inovasi lingkungan di tingkat lokal.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 12:30 WIB

Tiga Bank Sampah Bersaing Sehat, Siapa yang Terbaik di Rancak Award 2026?

Berita Terbaru

Oplus_0

Lingkungan Hidup

Tiga Bank Sampah Bersaing Sehat, Siapa yang Terbaik di Rancak Award 2026?

Selasa, 5 Mei 2026 - 12:30 WIB