Harga Emas Antam 5 Mei 2026 Stabil di Rp2,79 Juta per Gram, Saatnya Beli atau Tunggu?

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) bergerak stabil pada perdagangan Selasa, 5 Mei 2026. Pelaku pasar memilih menahan transaksi sambil menunggu sentimen global yang lebih kuat.

Berdasarkan pembaruan terakhir, harga emas Antam ukuran 1 gram berada di kisaran Rp2.795.000 per gram. Angka ini tidak jauh berbeda dibandingkan posisi sehari sebelumnya. Kondisi tersebut menunjukkan pasar emas masih berada dalam fase konsolidasi.

Harga Emas Hari Ini

Antam menetapkan harga untuk berbagai ukuran dengan rentang yang relatif datar. Untuk ukuran terkecil 0,5 gram, harga berada di sekitar Rp1.447.500. Sementara itu, ukuran 2 gram mencapai Rp5.530.000 dan 5 gram menyentuh Rp13.750.000.

Harga untuk ukuran lebih besar juga bergerak seirama. Emas 10 gram berada di kisaran Rp27.445.000, sedangkan 25 gram mencapai Rp68.487.000. Untuk ukuran 50 gram, harga tercatat sekitar Rp136.845.000 dan 100 gram menembus Rp273.712.000.

Pergerakan harga tersebut mencerminkan kondisi pasar yang cenderung tenang. Investor belum melihat pemicu kuat untuk mendorong kenaikan atau penurunan signifikan.

Baca Juga :  Harga Emas Antam 19 April 2026 Sentuh Rp 2,98 Juta, Investor Makin Waspada

Harga Buyback Ikut Stabil

Selain harga jual, Antam juga mempertahankan harga buyback atau pembelian kembali emas. Harga buyback berada di kisaran Rp2.585.000 per gram. Nilai ini menjadi acuan bagi masyarakat yang ingin menjual kembali emas mereka.

Stabilnya harga buyback memperkuat sinyal bahwa pasar belum mengalami tekanan besar. Pelaku pasar masih menunggu arah pergerakan harga emas global sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.

Sentimen Global Masih Menahan Laju

Pasar emas global saat ini bergerak hati-hati. Investor memperhatikan kebijakan suku bunga bank sentral serta kondisi ekonomi dunia. Kedua faktor tersebut sangat memengaruhi harga emas.

Ketika suku bunga tinggi, investor cenderung beralih ke instrumen lain yang memberikan imbal hasil lebih besar. Sebaliknya, ketidakpastian ekonomi biasanya mendorong permintaan emas sebagai aset aman.

Baca Juga :  Harga Emas Kembali Bergolak

Saat ini, kedua faktor tersebut belum memberikan arah yang jelas. Situasi ini membuat harga emas cenderung bergerak dalam rentang sempit.

Peluang untuk Investor

Kondisi harga yang stabil membuka peluang bagi investor jangka panjang. Mereka dapat memanfaatkan fase ini untuk melakukan akumulasi secara bertahap. Strategi tersebut sering digunakan untuk mengurangi risiko fluktuasi harga.

Namun, investor tetap perlu memperhatikan perkembangan global. Perubahan kecil pada kebijakan ekonomi atau geopolitik dapat memicu pergerakan harga yang signifikan.

Prospek ke Depan

Analis memperkirakan harga emas masih berpotensi bergerak sideways dalam waktu dekat. Pasar membutuhkan katalis baru untuk menentukan arah berikutnya. Jika sentimen positif muncul, harga emas bisa kembali menguat. Sebaliknya, tekanan global dapat mendorong harga turun.

Untuk saat ini, pelaku pasar memilih bersikap wait and see. Mereka menunggu sinyal yang lebih jelas sebelum mengambil langkah besar di pasar emas.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha
Transformasi Telkom Berbuah Manis, Arus Kas Rp34,9 Triliun dan Laba Terus Menanjak pada Semester I 2026
Proyek Investasi Meledak, Uang yang Masuk ke Majalengka Justru Menyusut, Ini Penyebabnya
Investasi RI Tembus Rp511,8 Triliun dalam 3 Bulan, 742 Ribu Lapangan Kerja Baru Tercipta
Koperasi Merah Putih di Jakarta Mulai Raup Untung, Ini Strategi Pengurus Menang di Tengah Gempuran Minimarket
Biodiesel Sawit Resmi Menggerakkan Lokomotif KAI, Transisi Energi Makin Nyata
Bupati Solok Selatan Kawal Pembaruan HGU PT Mitra Kerinci, Tegaskan Investasi Harus Sejalan dengan Kepentingan Masyarakat
Bengkulu Siapkan Pabrik Biodiesel, Langkah Awal Menuju Sentra Energi Sawit Nasional Dimulai
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Transformasi Telkom Berbuah Manis, Arus Kas Rp34,9 Triliun dan Laba Terus Menanjak pada Semester I 2026

Senin, 27 Juli 2026 - 14:34 WIB

Proyek Investasi Meledak, Uang yang Masuk ke Majalengka Justru Menyusut, Ini Penyebabnya

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:00 WIB

Investasi RI Tembus Rp511,8 Triliun dalam 3 Bulan, 742 Ribu Lapangan Kerja Baru Tercipta

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:00 WIB

Koperasi Merah Putih di Jakarta Mulai Raup Untung, Ini Strategi Pengurus Menang di Tengah Gempuran Minimarket

Berita Terbaru