Robot “Tukang” China di Orbit, Bangun Struktur Raksasa Tanpa Kirim dari Bumi

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – China terus mendorong inovasi teknologi luar angkasa. Terbaru, para peneliti mengembangkan robot otonom yang mampu merakit bangunan langsung di orbit. Teknologi ini membuka peluang pembangunan infrastruktur raksasa tanpa harus mengirim struktur jadi dari Bumi.

Konsep Baru: Bangun Langsung di Luar Angkasa

Tim peneliti China memperkenalkan konsep robot “tukang” yang bekerja langsung di luar angkasa. Robot ini merakit struktur besar dari bahan mentah seperti serat karbon. Pendekatan ini berbeda dari metode konvensional yang mengharuskan insinyur membangun struktur di Bumi terlebih dahulu.

Selama ini, ilmuwan merancang komponen agar bisa dilipat supaya muat ke dalam roket. Setelah mencapai orbit, mereka baru membuka dan merakitnya. Cara ini memang efektif, tetapi membatasi ukuran dan desain struktur.

Robot baru ini menghilangkan batasan tersebut. Sistem ini memungkinkan pembangunan struktur besar tanpa perlu menyesuaikan ukuran roket.

Terinspirasi dari Proyek NASA

Peneliti China mengembangkan teknologi ini dengan inspirasi dari proyek SpiderFab milik NASA. Namun, mereka menghadirkan pendekatan yang lebih terintegrasi dan otonom.

Baca Juga :  Keamanan Android 2026: Proteksi Pintar dari Penipuan, Aplikasi Berbahaya, hingga Pencurian HP

Robot bekerja layaknya laba-laba yang menenun jaring. Mesin ini “mencetak” sekaligus merakit struktur langsung di orbit. Dengan metode ini, ukuran bangunan hanya bergantung pada ketersediaan bahan.

Material Ringan dan Teknologi Laser

Tim peneliti menggunakan material komposit serat karbon berbentuk tabung. Material ini ringan tetapi sangat kuat, sehingga cocok untuk lingkungan luar angkasa.

Robot juga memanfaatkan teknologi laser untuk menyatukan bagian struktur. Teknik ini menghasilkan sambungan yang presisi dan kokoh. Selain itu, sistem otomatisasi membuat proses perakitan lebih rapi dibanding metode manual.

Dengan kombinasi tersebut, robot mampu membangun berbagai infrastruktur. Contohnya termasuk antena raksasa, panel surya orbit, hingga struktur pendukung stasiun luar angkasa masa depan.

Uji Coba Masih Skala Laboratorium

Saat ini, peneliti masih menguji robot dalam skala kecil. Mereka menggunakannya untuk merakit struktur antena di laboratorium. Hasil awal menunjukkan potensi besar, tetapi pengembangan masih terus berjalan.

Tim masih menghadapi sejumlah tantangan teknis. Robot harus mampu bekerja secara mandiri di kondisi mikrogravitasi. Selain itu, struktur yang dihasilkan harus tahan terhadap radiasi luar angkasa.

Baca Juga :  Kacamata Pintar 2026 Makin Canggih, Kini Jadi Asisten AI dan Pantau Kesehatan Pengguna

Tantangan dan Masa Depan Teknologi

Para peneliti terus menyempurnakan sistem agar siap digunakan di orbit. Mereka fokus meningkatkan presisi, daya tahan material, dan kemampuan otomatisasi robot.

Jika teknologi ini berhasil, industri luar angkasa akan mengalami perubahan besar. Pembangunan struktur tidak lagi bergantung pada kapasitas roket. Selain itu, biaya peluncuran bisa ditekan karena hanya bahan mentah yang dikirim.

Ke depan, robot ini berpotensi mendukung pembangunan stasiun luar angkasa generasi baru hingga pembangkit listrik tenaga surya di orbit. Inovasi ini juga bisa mempercepat eksplorasi luar angkasa dalam skala besar.

Penutup:

China menunjukkan ambisi kuat dalam teknologi antariksa melalui pengembangan robot “tukang” ini. Meski masih dalam tahap awal, inovasi tersebut membuka jalan bagi era baru konstruksi di luar angkasa yang lebih fleksibel, efisien, dan masif.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

WhatsApp Plus Resmi Meluncur di Indonesia, Langganan Rp13.900 per Bulan Buka Akses ke 6 Fitur Premium Ini
Nubia Air Pro Bikin Geger, HP Setipis 5,99 Mm Ini Bawa Kamera 108 MP, Layar 144Hz, dan Dimensity 7100
Tecno Kenalkan EllaClaw AI, Agen Cerdas yang Bisa Jalankan 40+ Tugas Otomatis di Smartphone
Xiaomi Redmi 17C Resmi Meluncur, HP Murah Ini Bawa Kejutan Besar di Balik Spesifikasi yang Dipangkas
Lelang Frekuensi 700 MHz Masuk Babak Penentu, Telkomsel, Indosat, dan XLSmart Berpeluang Raih Mesin Pertumbuhan Baru
Poco Pad C1 Bikin Tablet Murah Naik Kelas, Layar 2K 120Hz dan Baterai Jumbo Jadi Andalan
Realme P4x 4G Datang Bawa Baterai Raksasa 8.000 mAh, Main Game Seharian Tanpa Khawatir Kehabisan Daya
HP Bekas Disulap Jadi Server, Google Uji Cara Baru Bangun Data Center Murah
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 19:00 WIB

WhatsApp Plus Resmi Meluncur di Indonesia, Langganan Rp13.900 per Bulan Buka Akses ke 6 Fitur Premium Ini

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:00 WIB

Nubia Air Pro Bikin Geger, HP Setipis 5,99 Mm Ini Bawa Kamera 108 MP, Layar 144Hz, dan Dimensity 7100

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:00 WIB

Tecno Kenalkan EllaClaw AI, Agen Cerdas yang Bisa Jalankan 40+ Tugas Otomatis di Smartphone

Sabtu, 27 Juni 2026 - 23:00 WIB

Xiaomi Redmi 17C Resmi Meluncur, HP Murah Ini Bawa Kejutan Besar di Balik Spesifikasi yang Dipangkas

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:00 WIB

Lelang Frekuensi 700 MHz Masuk Babak Penentu, Telkomsel, Indosat, dan XLSmart Berpeluang Raih Mesin Pertumbuhan Baru

Berita Terbaru