JAKARTA – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) bergerak agresif memperluas bisnis tambang di luar negeri. Perusahaan milik Grup Bakrie itu sepakat mengakuisisi perusahaan tambang asal Australia, Loyal Metals Ltd, dengan nilai transaksi mencapai AU$79,1 juta atau sekitar Rp977 miliar.
Langkah ini langsung menarik perhatian pasar karena BUMI menawarkan harga jauh di atas harga pasar saham Loyal Metals.
BUMI Tawarkan Premi Tinggi hingga 49 Persen
Loyal Metals mengonfirmasi kesepakatan akuisisi tersebut melalui Scheme Implementation Deed (SID) dengan BUMI. Dalam kesepakatan itu, BUMI menawarkan harga akuisisi dengan premi tinggi.
Manajemen Loyal Metals menyebut BUMI memberikan premi sekitar 40,6 persen dibandingkan harga penutupan terakhir saham perusahaan. Bahkan, jika dibandingkan dengan rata-rata harga tertimbang volume 10 hari, premi mencapai 49,6 persen.
Direktur Utama Loyal Metals, Adam Ritchie, menegaskan angka tersebut menunjukkan nilai strategis perusahaan di mata BUMI. Ia menyampaikan informasi itu kepada otoritas pasar Australia pada Senin (27/4/2026).
Skema Akuisisi Pakai Mekanisme Scheme of Arrangement
BUMI dan Loyal Metals sepakat menjalankan transaksi melalui mekanisme scheme of arrangement, salah satu metode akuisisi yang umum di pasar modal Australia.
Dengan skema ini, kedua pihak mengikat kesepakatan resmi sebelum proses pengambilalihan berjalan. Selanjutnya, pemegang saham Loyal Metals harus memberikan persetujuan dalam rapat umum pemegang saham.
Loyal Metals akan menggelar rapat pemegang saham pada awal Agustus 2026. Perusahaan membutuhkan dukungan minimal 75 persen suara sah agar transaksi bisa berlanjut.
Target Rampung Agustus 2026
Loyal Metals menargetkan pengajuan dokumen skema ke Australian Securities and Investments Commission (ASIC) pada pertengahan Juni 2026.
Jika semua berjalan sesuai rencana, proses akuisisi akan efektif pada Agustus 2026 setelah mendapatkan persetujuan regulator dan pemegang saham.
Pendiri sekaligus Chairman Loyal Metals, Peretz Schapiro, menyatakan dukungan penuh terhadap kesepakatan ini. Ia bahkan mendorong pemegang saham untuk menyetujui akuisisi tersebut.
“Atas nama dewan direksi, kami secara bulat merekomendasikan pemegang saham menyetujui skema ini,” ujar Schapiro.
Fokus Bisnis ke Tembaga dan Mineral Kritis
Loyal Metals saat ini tengah mengubah fokus bisnisnya. Perusahaan tidak lagi hanya mengandalkan emas, tetapi memperluas ke sektor tembaga dan mineral kritis.
Salah satu aset utama mereka adalah Highway Reward Copper Gold Mine di Australia, yang menjadi proyek revitalisasi utama perusahaan.
Perusahaan juga mencatat total aset sebesar AU$26,57 juta pada akhir 2025, dengan ekuitas mencapai AU$24 juta.
BUMI Perkuat Ekspansi Global
Akuisisi ini menegaskan strategi BUMI dalam memperkuat portofolio tambang di luar negeri, terutama di sektor mineral strategis.
Langkah tersebut juga memperlihatkan ambisi BUMI memperbesar eksposur di komoditas masa depan seperti tembaga, yang banyak digunakan dalam industri energi dan teknologi.
Jika transaksi ini rampung, BUMI akan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain tambang besar Indonesia dengan jangkauan global yang lebih luas.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









