Malaysia Percepat Biodiesel B15, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 28 April 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Malaysia mempercepat implementasi program biodiesel B15 sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global. Pemerintah menargetkan kebijakan ini berjalan bertahap mulai dari B12 sebelum naik ke campuran 15 persen biodiesel.

Langkah ini muncul di tengah kekhawatiran gangguan rantai pasok energi global akibat tensi geopolitik, kenaikan biaya produksi, dan fluktuasi perdagangan internasional.

Pemerintah Dorong Energi Lebih Mandiri

Menteri Ekonomi Malaysia, Akmal Nasrullah Mohd Nasir, menegaskan pemerintah ingin mengurangi ketergantungan pada energi fosil impor. Ia menyebut program biodiesel B15 sebagai bagian dari strategi jangka panjang menuju kemandirian energi.

“Malaysia perlu memperkuat ketahanan energi dengan memanfaatkan sumber daya domestik secara optimal,” kata Akmal.

Program ini memadukan 15 persen biodiesel berbasis minyak sawit (palm methyl ester) dengan 85 persen diesel fosil. Pemerintah mulai menerapkan skema ini secara bertahap agar industri dan infrastruktur energi bisa menyesuaikan.

Pengerang Jadi Pusat Biofuel dan Energi

Pemerintah mengandalkan Kawasan Industri Pengerang di Johor sebagai pusat pengembangan biofuel. Kawasan ini sudah menjadi salah satu hub energi terbesar di Malaysia.

Baca Juga :  Harga Minerba Naik, RI Bisa Kantongi Tambahan Rp30 Triliun

Pengerang Integrated Complex (PIC) memiliki kapasitas pengolahan hingga 300.000 barel minyak per hari. Fasilitas ini juga memproduksi lebih dari 3,3 juta ton produk petrokimia setiap tahun.

Selain itu, sejumlah industri pendukung seperti All Cosmos Industries Sdn Bhd memperkuat rantai pasok energi dan petrokimia di kawasan tersebut.

Pemerintah menilai infrastruktur ini mampu menopang kebutuhan energi domestik sekaligus memperkuat ekspor produk bernilai tambah tinggi.

Dorongan Serap Minyak Sawit Domestik

Kebijakan B15 juga bertujuan meningkatkan penyerapan minyak sawit dalam negeri. Malaysia sebagai salah satu produsen sawit terbesar dunia ingin menjaga stabilitas harga komoditas tersebut.

Dengan meningkatnya permintaan biodiesel, sektor perkebunan sawit mendapat dorongan permintaan baru dari industri energi.

Langkah ini juga memperkuat hubungan antara sektor pertanian dan energi dalam satu ekosistem ekonomi yang saling terhubung.

Tekanan di Sektor Pupuk dan Solusi Pemerintah

Di sisi lain, sektor pupuk domestik masih menghadapi tekanan biaya produksi dan ketergantungan bahan baku impor. Biaya logistik yang tinggi ikut menekan margin industri.

Baca Juga :  Gelombang PHK 2026 Capai 8.389 Orang, Jabar Penyumbang Terbesar

Pemerintah merespons kondisi ini dengan beberapa langkah strategis. Malaysia mendorong diversifikasi bahan baku, peningkatan efisiensi produksi, dan perluasan kapasitas industri pupuk.

Pemerintah juga mempercepat adopsi pupuk bio-organik untuk mengurangi ketergantungan impor dan menjaga stabilitas pasokan.

Model produksi yang menggabungkan 20 persen pupuk bio-organik dan 80 persen pupuk konvensional mulai dikembangkan sebagai pendekatan transisi.

Dampak ke Pasar dan Investor

Percepatan program B15 memberi sinyal positif bagi sektor energi dan agribisnis. Permintaan minyak sawit domestik berpotensi meningkat seiring ekspansi biodiesel.

Industri biofuel dan petrokimia juga berpeluang mendapatkan dorongan investasi baru. Pemerintah melihat sektor ini sebagai bagian penting dari transformasi energi jangka panjang.

Dalam jangka panjang, Malaysia mendorong integrasi antara energi, pertanian, dan industri hilir. Pemerintah berharap strategi ini mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing ekspor di tengah volatilitas global.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

China Resmi Atur Pekerja Gig, Kurir dan Live Streamer Kini Dapat Perlindungan
Harga Emas Antam Hari Ini Rp 2,76 Juta per Gram, Ini Rinciannya
Bayar Pajak Kendaraan Kini Lebih Mudah, Tak Lagi Wajib KTP Pemilik Awal
RKAB Weda Bay Nickel Habis Mei 2026, Tambang Berhenti Sementara Tunggu Revisi Izin ESDM
Prabowo Restui Hilirisasi di 13 Lokasi, Investasi Baru Digenjot ke Sektor Strategis
Daftar Mata Uang Terlemah Dunia April 2026, Rupiah Masuk 5 Besar!
Aspal Buton Digenjot, Pemerintah Bidik Hemat Devisa Rp4,08 Triliun dan Tekan Impor
UI Bongkar Tantangan Danantara, Akuntabilitas dan Mandat Jadi Sorotan Utama
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 13:00 WIB

China Resmi Atur Pekerja Gig, Kurir dan Live Streamer Kini Dapat Perlindungan

Selasa, 28 April 2026 - 11:30 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Rp 2,76 Juta per Gram, Ini Rinciannya

Selasa, 28 April 2026 - 10:00 WIB

Malaysia Percepat Biodiesel B15, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Selasa, 28 April 2026 - 08:00 WIB

RKAB Weda Bay Nickel Habis Mei 2026, Tambang Berhenti Sementara Tunggu Revisi Izin ESDM

Selasa, 28 April 2026 - 07:00 WIB

Prabowo Restui Hilirisasi di 13 Lokasi, Investasi Baru Digenjot ke Sektor Strategis

Berita Terbaru

Padang

Ribuan KTP Hilang Tiap Bulan, Warga Diminta Lebih Waspada

Selasa, 28 Apr 2026 - 12:00 WIB