JAKARTA – PT Chitose Internasional Tbk (CINT) membagikan dividen tunai sebesar Rp13,8 miliar dari laba tahun buku 2025. Keputusan ini muncul dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung di Cimahi, Jawa Barat, Rabu (22/4/2026).
Perusahaan menetapkan rasio dividen sebesar 45 persen dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham. Setiap investor akan menerima dividen sebesar Rp13,8 per saham.
Direktur CINT, R Nurwulan Kusumawati, menyatakan bahwa keputusan tersebut mencerminkan konsistensi strategi bisnis perusahaan.
“Kinerja 2025 menunjukkan hasil dari strategi adaptif yang kami jalankan di tengah dinamika global,” ujar Nurwulan dalam keterangan tertulis, Kamis (23/4/2026).
Kinerja Keuangan Melonjak
CINT mencatat lonjakan laba bersih sepanjang 2025. Perusahaan meraih laba Rp33,4 miliar atau tumbuh 85 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan juga mencapai Rp518,5 miliar.
Manajemen menilai peningkatan ini berasal dari permintaan kuat di sektor pendidikan dan peralatan kantor. Sekolah, perguruan tinggi, serta rumah sakit memberikan kontribusi signifikan terhadap penjualan.
Selain itu, perusahaan memperbaiki arus kas dan meningkatkan rasio likuiditas. Kondisi ini memperkuat fondasi keuangan untuk ekspansi ke depan.
Strategi 2026: Fokus Loyalitas dan Ekspansi
Memasuki 2026, CINT mengarahkan strategi pada peningkatan loyalitas pelanggan, terutama di segmen pendidikan. Perusahaan meningkatkan kualitas layanan dan memperluas solusi produk agar sesuai kebutuhan pelanggan.
CINT juga memperluas penetrasi pasar ke institusi swasta dan sektor alat kesehatan. Perusahaan memanfaatkan sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk meningkatkan daya saing produk terhadap barang impor.
Langkah ini diharapkan memperluas basis pelanggan sekaligus memperkuat posisi di pasar domestik.
Dorong Ekspor Produk Kesehatan
Manajemen mulai mendorong ekspansi ke pasar luar negeri. Perusahaan membuka peluang ekspor untuk lini produk kesehatan, termasuk C-Pro Airmate.
CINT melihat tren kebutuhan produk kesehatan terus meningkat. Konsumen kini mencari produk yang nyaman, higienis, dan berkualitas tinggi.
“Segmen kesehatan memberikan peluang pertumbuhan yang menjanjikan,” kata Nurwulan.
Target Pertumbuhan Single Digit
Untuk 2026, CINT menetapkan target pertumbuhan penjualan pada kisaran single digit. Perusahaan memilih pendekatan konservatif sambil menjaga stabilitas bisnis.
Manajemen akan menjalankan strategi jangka pendek dan menengah secara disiplin. Perusahaan juga terus memperluas penetrasi pasar agar tetap kompetitif di industri furnitur.
Profil Singkat Perusahaan
PT Chitose Internasional Tbk berdiri pada 1978 dan mulai beroperasi pada 1979. Perusahaan fokus memproduksi furnitur untuk berbagai kebutuhan, termasuk pendidikan dan kesehatan.
CINT resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2014 dan menggunakan kode saham CINT. Saat ini, perusahaan terus mengembangkan bisnis melalui inovasi produk dan ekspansi pasar.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









