JAKARTA – Sektor hulu migas nasional mencatat langkah baru. Badan Kerja Sama Usaha (BKU) Jawa Tengah yang melibatkan BUMD, koperasi, dan UMKM resmi meneken kontrak produksi sumur masyarakat dengan Pertamina.
Kepala Djoko Siswanto menyampaikan penandatanganan berlangsung pada Rabu pagi. Ia menegaskan kerja sama ini langsung menghubungkan produksi minyak sumur masyarakat ke rantai pasok energi nasional.
“Alhamdulillah pagi ini BKU Jawa Tengah dan Pertamina sudah menandatangani kontrak produksi sumur masyarakat,” kata Djoko.
Pada tahap awal, Pertamina langsung menyalurkan minyak dari sumur masyarakat ke kilang Cepu yang berada di bawah Kementerian ESDM. Pengiriman perdana mencapai sekitar 300 barel per hari (BOPD). Pemerintah menargetkan volume itu meningkat seiring optimalisasi produksi di lapangan.
Djoko menilai program ini bisa menambah pasokan bahan bakar minyak sekaligus mendukung kenaikan lifting migas nasional.
Dengan masuknya Jawa Tengah, sudah ada tiga provinsi yang menyalurkan minyak sumur masyarakat ke kilang melalui kerja sama dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Tiga provinsi itu meliputi Jambi, Sumatera Selatan, dan Jawa Tengah. Pertamina bersama PT Medco mengawal proses penyalurannya.
“Dengan tambahan Jawa Tengah, sampai hari ini sudah tiga provinsi yang mengalirkan crude oil dari sumur masyarakat ke kilang,” ujarnya.
Djoko meminta provinsi lain segera ikut bergabung. Ia menyoroti potensi besar di Sumatera Utara dan Aceh yang masih bisa dikembangkan.
Ia juga mengajak seluruh pihak menjaga kelancaran program ini agar manfaatnya semakin luas bagi ketahanan energi nasional.
“Bersama kita bisa, lifting naik,” tutupnya.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









