JAKARTA – Peminat rekrutmen manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih melonjak tajam. Pemerintah mencatat jumlah pelamar sudah mencapai 383.830 orang.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan lonjakan pendaftar sempat membuat sistem pendaftaran terganggu. Situs resmi bahkan sempat tidak bisa diakses karena tingginya trafik.
“Total yang sudah daftar 383.830 orang. Karena pendaftar sangat banyak, kadang website sempat hang,” kata Zulhas dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Senin (20/4/2026).
Zulhas menegaskan pemerintah membuka proses rekrutmen ini secara transparan tanpa jalur khusus. Semua pelamar memiliki kesempatan yang sama untuk lolos seleksi.
Ia merinci, sebagian besar pelamar memilih posisi di Kopdes Merah Putih dengan jumlah 220.364 orang. Sementara itu, 64.029 orang mendaftar untuk posisi di Kampung Nelayan Merah Putih.
Dalam satu hari, jumlah pelamar juga naik signifikan. Sebelumnya tercatat 284.393 pendaftar, lalu bertambah hampir 100 ribu orang dalam waktu singkat.
“Per hari ini pukul 10.30 WIB, total sudah 383.830 pendaftar. Kemarin baru 284.393,” ujarnya.
Selain rekrutmen, Zulhas juga melaporkan perkembangan pembangunan infrastruktur Kopdes Merah Putih. Ia menyebut ribuan titik sudah berjalan sesuai standar.
Sebanyak 35.408 titik sudah memenuhi standar pembangunan 1.000 meter. Sementara 25.625 titik masih dalam proses, dan 5.714 titik sudah selesai dibangun.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekonomi desa dan sektor perikanan melalui koperasi dan kampung nelayan.
Pemerintah sebelumnya membuka sekitar 35.476 formasi pada tahap awal. Formasi itu terdiri dari 30 ribu manajer Kopdes dan 5.476 pengelola Kampung Nelayan.
Peserta yang lolos akan bekerja sebagai pegawai BUMN dengan skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Penempatan manajer Kopdes berada di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara, sedangkan pengelola kampung nelayan di bawah PT Agrinas Jaladri Nusantara.
Cara Pendaftaran dan Syarat
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui situs resmi Panitia Seleksi Nasional (phtc.panselnas.go.id). Pemerintah membuka kesempatan bagi lulusan D3, D4, hingga S1 dari berbagai jurusan dengan usia maksimal 35 tahun dan IPK minimal 2,75.
Pemerintah menegaskan seluruh proses seleksi tidak dipungut biaya dan hanya dilakukan melalui kanal resmi yang sudah ditentukan.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









