Produksi Gula 2026 Surplus, Industri Masih Defisit, Pemerintah Dorong Swasembada

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 23 April 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Produksi gula nasional pada 2026 diperkirakan naik dan mencatat surplus untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga. Namun, industri pengguna gula masih menghadapi kekurangan pasokan yang cukup besar.

Kementerian Pertanian bersama pabrik gula se-Indonesia di Surabaya mencatat produksi gula kristal putih (GKP) 2026 berpotensi mencapai 3,04 juta ton. Angka ini muncul dari proyeksi luas areal tebu eksisting seluas 576.538 hektare.

Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Kementerian Pertanian, Abdul Roni Angkat, menyebut produktivitas gula mencapai 5,28 ton per hektare. Sementara itu, produktivitas tebu berada di level 70,87 ton per hektare.

Ia juga menjelaskan rendemen gula nasional naik menjadi 7,45 persen. Kenaikan ini menunjukkan peningkatan efisiensi pabrik gula dalam mengolah tebu menjadi gula konsumsi.

Surplus Konsumsi Rumah Tangga

Dengan produksi 3,04 juta ton, pemerintah memperkirakan kebutuhan gula konsumsi rumah tangga sebesar 2,8 juta ton dapat terpenuhi. Kondisi ini menciptakan surplus sekitar 200 ribu ton.

Baca Juga :  Beli LPG 3 Kg Pakai Sidik Jari, Solusi Tepat atau Risiko Baru?

“Produksi ini cukup untuk kebutuhan konsumsi, bahkan masih ada surplus sekitar 0,2 juta ton,” kata Abdul Roni Angkat.

Pemerintah menilai kondisi ini bisa menstabilkan pasokan dan harga gula di pasar domestik. Program peningkatan produktivitas tebu dan efisiensi industri mulai menunjukkan hasil.

Industri Masih Defisit

Meski konsumsi rumah tangga aman, sektor industri masih menghadapi defisit besar. Kebutuhan gula industri pada 2026 diperkirakan mencapai 3,4 juta ton.

Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan pasokan GKP nasional yang fokus untuk konsumsi masyarakat. Selisih ini membuat industri masih bergantung pada strategi tambahan, termasuk impor dan optimalisasi produksi.

Pemerintah Dorong Peran BUMN Pangan

Pemerintah terus memperkuat peran BUMN pangan untuk mendukung target swasembada gula. Kementerian Pertanian mendorong sinergi dengan holding perkebunan PTPN dan PT Sinergi Gula Nusantara.

Baca Juga :  Gula RI Mau Bangkit, Wamentan Targetkan Rendemen Tebu Naik ke Level Kolonial

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan BUMN pangan menjadi motor utama penggerak produksi nasional.

“Kami mendapat target langsung dari Presiden untuk memperkuat swasembada pangan melalui BUMN pangan,” ujarnya.

Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara, Mahmudi, juga menegaskan komitmen perusahaan dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi industri gula nasional.

“Kami terus meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing industri gula nasional,” kata Mahmudi.

Fokus ke Kemandirian Gula Nasional

Pemerintah menilai sektor gula masih butuh penguatan di sisi industri. Mereka mendorong peningkatan produksi, efisiensi pabrik, dan perbaikan rantai pasok agar ketergantungan impor bisa berkurang.

Dengan kondisi ini, Indonesia mulai mendekati swasembada gula konsumsi, tetapi masih harus menutup defisit besar di sektor industri.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Pelamar Manajer Kopdes dan KN Tembus 383 Ribu, Situs Sempat Down
Bank Didorong Dukung Program Pemerintah, OJK Buka Suara
Bahlil Tegaskan LPG 3 Kg Tak Naik, Soroti Harga di Pangkalan
Setoran Pajak Anjlok, Pemerintah Perketat Restitusi Mulai 1 Mei 2026
Harga Bahan Baku Naik 100%, Industri Popok Terancam PHK Massal
Biaya Energi Melonjak, Perusahaan Singapura Tahan PHK dan Bekukan Rekrutmen
Mahyeldi Kritik Kebijakan Fiskal Pusat, Soroti Ketimpangan Daerah di Hadapan DPD RI
Dolar AS Sentuh Rp17.000, Rupiah Tertekan Sentimen Global
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 19:00 WIB

Pelamar Manajer Kopdes dan KN Tembus 383 Ribu, Situs Sempat Down

Kamis, 23 April 2026 - 18:00 WIB

Produksi Gula 2026 Surplus, Industri Masih Defisit, Pemerintah Dorong Swasembada

Kamis, 23 April 2026 - 17:00 WIB

Bank Didorong Dukung Program Pemerintah, OJK Buka Suara

Kamis, 23 April 2026 - 16:00 WIB

Bahlil Tegaskan LPG 3 Kg Tak Naik, Soroti Harga di Pangkalan

Kamis, 23 April 2026 - 14:00 WIB

Setoran Pajak Anjlok, Pemerintah Perketat Restitusi Mulai 1 Mei 2026

Berita Terbaru

Oplus_0

Ekonomi

Bank Didorong Dukung Program Pemerintah, OJK Buka Suara

Kamis, 23 Apr 2026 - 17:00 WIB

Oplus_0

Ekonomi

Bahlil Tegaskan LPG 3 Kg Tak Naik, Soroti Harga di Pangkalan

Kamis, 23 Apr 2026 - 16:00 WIB