Bahlil Tegaskan LPG 3 Kg Tak Naik, Soroti Harga di Pangkalan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 23 April 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah tidak menaikkan harga LPG subsidi 3 kilogram. Ia juga menyoroti adanya perbedaan harga di tingkat distribusi yang kerap membebani masyarakat.

Bahlil menjelaskan, pemerintah sudah menetapkan harga LPG 3 kg sejak lama dan belum pernah mengubahnya sejak program berjalan pada 2006–2007. Ia memastikan kebijakan itu tetap berlaku hingga saat ini.

“Sejak awal pemerintah menerapkan LPG 3 kilogram, kami tidak pernah menaikkan harga subsidi,” kata Bahlil di Jakarta, Senin (20/4).

Baca Juga :  Harga Emas Pegadaian Hari Ini 24 Juni 2026 Bikin Kejutan, Antam Melaju Saat Galeri 24 dan UBS Tertahan

Ia menegaskan kenaikan harga yang terjadi di masyarakat bukan berasal dari pemerintah. Menurutnya, kenaikan itu muncul akibat praktik di tingkat distributor dan pangkalan yang tidak sesuai aturan.

Bahlil menyebut pemerintah terus memperbaiki tata kelola distribusi LPG agar subsidi tepat sasaran. Namun, upaya penertiban sempat memicu kepanikan pasar pada awal 2025 hingga membuat LPG langka di sejumlah daerah.

Baca Juga :  Aturan Baru Ojol dan E-Commerce: Mendag Perketat Transaksi Digital, UMKM hingga AI Diawasi

Ia juga mengingatkan kembali bahwa harga ideal LPG subsidi seharusnya berada di kisaran Rp17.000 hingga Rp18.000 per tabung agar sampai ke masyarakat sesuai ketentuan.

“Kalau distribusi berjalan sesuai aturan, masyarakat menerima harga sesuai ketetapan pemerintah. Tapi di lapangan masih ada yang menjual lebih tinggi,” ujarnya.

Bahlil menegaskan pemerintah tetap melanjutkan pembenahan sistem distribusi agar subsidi energi lebih tepat sasaran dan tidak disalahgunakan pihak tertentu.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Ekspor Tekstil Indonesia Bersiap Melesat, LPEI Bongkar Strategi Tembus Pertumbuhan 4 Persen hingga 2027
Dedi Mulyadi Bongkar Kejanggalan Dana Migas ONWJ, Prabowo Janji Ubah Aturan agar Langsung Masuk Kas Daerah
Proyek Investasi Meledak, Uang yang Masuk ke Majalengka Justru Menyusut, Ini Penyebabnya
Proyek FPSO Bahtera Haluan Lestari Jadi Penggerak Baru Industri Migas, Produksi Perdana Ditargetkan 2028
Tarif AS untuk Indonesia Belum Pasti, Apindo Ungkap Dampak yang Lebih Berbahaya bagi Industri dan Investasi
Danantara Bersiap Kuasai Ekspor Sawit, POPSI Minta Pemerintah Buka Seluruh Data Sebelum Aturan Berlaku
PHE Tancap Gas Buru Cadangan Migas Baru, Joint Study Melonjak Jadi 12 Blok dan Ekspansi Tembus Malaysia
Saat Dunia Menutup Keran Ekspor, Zulhas Pastikan Stok Pangan RI Surplus dan Siap Hadapi Krisis Global
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 11:00 WIB

Ekspor Tekstil Indonesia Bersiap Melesat, LPEI Bongkar Strategi Tembus Pertumbuhan 4 Persen hingga 2027

Kamis, 30 Juli 2026 - 07:59 WIB

Dedi Mulyadi Bongkar Kejanggalan Dana Migas ONWJ, Prabowo Janji Ubah Aturan agar Langsung Masuk Kas Daerah

Senin, 27 Juli 2026 - 14:34 WIB

Proyek Investasi Meledak, Uang yang Masuk ke Majalengka Justru Menyusut, Ini Penyebabnya

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:00 WIB

Proyek FPSO Bahtera Haluan Lestari Jadi Penggerak Baru Industri Migas, Produksi Perdana Ditargetkan 2028

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:00 WIB

Tarif AS untuk Indonesia Belum Pasti, Apindo Ungkap Dampak yang Lebih Berbahaya bagi Industri dan Investasi

Berita Terbaru