JAKARTA – Harga plastik melonjak tajam hingga 50% akibat gangguan pasokan bahan baku dari Timur Tengah. Pemerintah langsung bergerak cepat mencari sumber alternatif agar industri dalam negeri tetap berjalan.
Kementerian Perdagangan mengungkapkan, konflik di Timur Tengah memicu gangguan pasokan nafta, bahan utama industri petrokimia. Kondisi ini langsung menekan harga plastik di pasar global.
Menteri Perdagangan, Budi Santoso menegaskan, Indonesia tidak tinggal diam. Pemerintah mulai mengalihkan sumber impor dari beberapa negara lain.
“Pasokan nafta dari Timur Tengah terganggu. Kami sudah siapkan alternatif dari India, Afrika, dan Amerika,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Langkah diversifikasi ini menjadi kunci untuk menjaga stabilitas industri, terutama sektor yang bergantung pada plastik.
Industri Pangan Mulai Tertekan
Kenaikan harga plastik langsung menghantam industri pangan. Pelaku usaha mengeluhkan lonjakan biaya produksi, terutama untuk kemasan beras dan gula.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan gangguan rantai pasok global membuat bahan kemasan semakin sulit didapat.
“Pelaku usaha mulai merasakan tekanan. Kemasan berbasis plastik sangat bergantung pada impor,” katanya.
Jika kondisi ini terus berlanjut, harga pangan berpotensi ikut naik.
Malaysia Tawarkan Solusi Cepat
Di tengah tekanan tersebut, peluang baru muncul dari Malaysia. Produsen plastik di Sarawak menawarkan pasokan dengan harga lebih kompetitif.
Staf Khusus Menteri Pertanian, Sam Herodian, menyebut pihaknya sudah menerima respons awal dari produsen di sana.
“Mereka siap kirim sampel. Kami tinggal menunggu penawaran resmi,” ujarnya.
Produk yang ditawarkan berupa kemasan jenis dalamatic bag. Kemasan ini mampu menyimpan beras hingga dua sampai tiga tahun tanpa perlakuan khusus.
Selain itu, pelaku usaha bisa menggunakan kemasan ini berulang kali sehingga lebih efisien.
Pemerintah Siapkan Alternatif Energi
Pemerintah tidak hanya mengandalkan impor. Mereka juga mulai menjajaki penggunaan LPG sebagai bahan baku pengganti nafta.
Pemerintah membidik kawasan Eurasia sebagai sumber pasokan baru. Strategi ini diharapkan bisa mengurangi ketergantungan terhadap Timur Tengah.
Meski begitu, seluruh kerja sama masih berada pada tahap penjajakan. Pemerintah terus menghitung skema terbaik agar harga tetap stabil dan pasokan tetap aman.
Jaga Stabilitas Harga
Pemerintah menilai langkah cepat ini penting untuk meredam gejolak harga plastik. Stabilitas pasokan juga menjadi prioritas agar industri pangan tidak terganggu.
Jika pasokan alternatif berjalan lancar, tekanan harga plastik berpotensi mereda dalam waktu dekat.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









