Bawang dan Cabai Ilegal Diselundupkan, Mentan Ungkap Dugaan Jaringan Mafia Pangan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 21 April 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Aparat Satuan Tugas Pangan Bareskrim Polri menggagalkan penyelundupan 23,1 ton komoditas pangan ilegal di Pontianak, Kalimantan Barat. Barang sitaan mencakup berbagai jenis bawang dan cabai kering dari sejumlah negara.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan Indonesia sudah mencapai swasembada bawang merah. Ia menilai masuknya produk ilegal langsung menekan harga pasar dan merugikan petani lokal.

“Kita sudah swasembada bawang merah. Tidak ada alasan barang ilegal masuk selain merusak harga petani,” ujar Amran, Sabtu (18/4/2026).

Amran menduga ada pihak yang sengaja mengganggu upaya kemandirian pangan nasional. Menurut dia, pihak tersebut terus mencari celah untuk melemahkan produksi dalam negeri.

Baca Juga :  Promo Shopee 13 Juli 2026: Back to School Sale, Flash Sale, dan Voucher Hemat Menanti

“Ada pihak yang tidak ingin Indonesia mandiri dalam pangan. Mereka berupaya merusak pasar,” katanya.

Dalam kasus terbaru, aparat menyita bawang merah asal Thailand sebanyak 2,1 ton, bawang putih asal China 9,1 ton, bawang bombai dari Belanda 7,9 ton, bawang bombai India 1,6 ton, serta cabai kering dari China 2,2 ton.

Amran meminta aparat tidak berhenti pada pelaku di lapangan. Ia menilai praktik ini melibatkan jaringan besar yang bekerja secara terorganisir.

Ia mengungkapkan aparat sebelumnya juga menggagalkan penyelundupan dalam jumlah besar di berbagai daerah. Aparat menyita 133,5 ton bawang bombai ilegal di Semarang, 72 ton di Surabaya, 250 ton beras ilegal di Sabang, serta sekitar 1.000 ton beras ilegal di Tanjung Balai Karimun.

Baca Juga :  Harga Plastik Naik, Yamaha Ikut Naikkan Harga Motor April 2026

“Polanya sama dan terus berulang. Jaringan ini bekerja secara terorganisir dengan skala besar,” tegasnya.

Amran menjelaskan garis pantai Indonesia yang panjang sering dimanfaatkan pelaku untuk memasukkan barang ilegal melalui jalur tidak resmi. Ia meminta semua pihak memperketat pengawasan di wilayah perbatasan.

Kementerian Pertanian terus memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum. Pemerintah berupaya menutup celah penyelundupan dan menjaga distribusi pangan tetap sesuai aturan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Bengkulu Siapkan Galeri Investasi, Warga Kini Punya Ruang Belajar Pasar Modal
NCH Sumbar Jadi Ruang Kreatif Anak Nagari, Budaya Lokal Kini Dibidik Jadi Penggerak Ekonomi
Temui PT KMH, DPRD Sungai Penuh Soroti Pajak Air dan Sampah
Transaksi Daerah Makin Digital, Sekda Arry Yuswandi Dorong ETPD Perkuat Tata Kelola Keuangan
Lahan 1 Hektare Jadi Gerakan Pangan, Pemdes Sumur Gedang dan Bhabinkamtibmas Tanam Jagung Tahap Kedua
Karya Lokal Siap Naik Kelas, Pemkot Sungai Penuh Gandeng Kanwil Kemenkum Jambi
Kopi Kerinci Bisa Jadi Mesin Ekonomi Baru, Hutri Randa Soroti Nilai Tambah Petani
Kopi Kerinci Punya Jalan Baru, Alfin Soroti Peluang Ekonomi Petani hingga Pariwisata
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 15:39 WIB

Bengkulu Siapkan Galeri Investasi, Warga Kini Punya Ruang Belajar Pasar Modal

Sabtu, 26 September 2026 - 17:44 WIB

NCH Sumbar Jadi Ruang Kreatif Anak Nagari, Budaya Lokal Kini Dibidik Jadi Penggerak Ekonomi

Sabtu, 26 September 2026 - 10:39 WIB

Temui PT KMH, DPRD Sungai Penuh Soroti Pajak Air dan Sampah

Jumat, 25 September 2026 - 20:44 WIB

Transaksi Daerah Makin Digital, Sekda Arry Yuswandi Dorong ETPD Perkuat Tata Kelola Keuangan

Jumat, 25 September 2026 - 11:30 WIB

Lahan 1 Hektare Jadi Gerakan Pangan, Pemdes Sumur Gedang dan Bhabinkamtibmas Tanam Jagung Tahap Kedua

Berita Terbaru