JAKARTA – Emiten Koka Indonesia menutup tahun 2025 dengan kinerja buruk. Perusahaan mencatat rugi Rp26,2 miliar, berbalik dari laba Rp8,5 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan kinerja ini sejalan dengan anjloknya penjualan. KOKA hanya membukukan pendapatan Rp37,49 miliar, turun 43,81% dibandingkan Rp66,73 miliar pada 2024.
Dari sisi operasional, perusahaan mencatat beban pokok penjualan sebesar Rp25,64 miliar, turun dari Rp43,35 miliar. Namun, laba kotor tetap tertekan dan hanya mencapai Rp11,85 miliar, merosot dari Rp23,38 miliar.
Manajemen juga berhasil menekan beban administrasi dan umum menjadi Rp13,75 miliar dari sebelumnya Rp16,08 miliar. Meski begitu, KOKA tetap mencatat rugi operasional Rp1,89 miliar, berbalik dari laba Rp7,3 miliar tahun sebelumnya.
Pendapatan keuangan ikut melemah menjadi Rp26,27 juta dari Rp361,9 juta. Sementara itu, beban keuangan meningkat menjadi Rp399,38 juta.
Kondisi semakin tertekan setelah pendapatan lain-lain turun tajam menjadi Rp940,13 juta dari Rp5,35 miliar. Di sisi lain, beban lain-lain melonjak signifikan menjadi Rp23,87 miliar dari Rp2,38 miliar.
Pada level neraca, total ekuitas KOKA turun menjadi Rp153,8 miliar dari Rp179,9 miliar. Total aset juga menyusut menjadi Rp184,26 miliar dari Rp217,95 miliar. Sementara itu, total liabilitas turun menjadi Rp30,45 miliar dari Rp38,05 miliar.
Kinerja ini menegaskan tekanan berat yang dihadapi KOKA sepanjang 2025, terutama dari sisi penjualan dan lonjakan beban non-operasional.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









