JAKARTA – Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menaikkan harga sejumlah motor pada April 2026. Perusahaan menyesuaikan harga karena tekanan biaya bahan baku plastik global yang terus meningkat dan membebani produksi.
Manager Public Relations YRA & Community PT YIMM, Rifki Maulana, menyebut kenaikan harga bahan baku tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di pasar global.
“Ini memang isu global,” kata Rifki, Rabu (16/4/2026).
Yamaha Sesuaikan Harga Sejumlah Model
Yamaha mulai menerapkan penyesuaian harga sejak awal April 2026. Perusahaan tidak menyamaratakan kenaikan, tetapi menyesuaikannya berdasarkan segmen dan spesifikasi masing-masing produk.
Rifki menjelaskan perusahaan menyesuaikan harga karena biaya produksi ikut naik seiring lonjakan harga material plastik.
“Penyesuaian kami lakukan pada beberapa produk,” ujarnya.
Daftar Motor yang Mengalami Kenaikan
Beberapa model Yamaha mengalami kenaikan harga, antara lain:
Lexi LX 155 naik sekitar Rp300.000 di semua varian
Nmax Neo & Neo S naik sekitar Rp300.000
Aerox Alpha Standard naik sekitar Rp300.000
Aerox CyberCity naik hingga Rp500.000
Xmax 250 Connected & Tech Max naik hingga Rp1 juta
Kenaikan tertinggi terjadi pada segmen maxi scooter yang mencapai Rp1 juta per unit.
Harga Plastik Tekan Biaya Produksi
Yamaha menyebut plastik memegang peran penting dalam produksi motor modern, mulai dari bodi hingga komponen pendukung.
Kenaikan harga bahan baku petrokimia dan gangguan distribusi global membuat biaya produksi meningkat. Kondisi itu memaksa perusahaan melakukan penyesuaian harga.
Tekanan Biaya Masih Berlanjut
Yamaha menilai tekanan biaya masih berpotensi berlanjut jika harga bahan baku global belum stabil. Kondisi ini juga membuka kemungkinan pabrikan lain ikut menyesuaikan harga.
Bagi konsumen, situasi ini bisa berdampak pada naiknya harga motor di masa mendatang.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









