Harga Plastik Naik, Yamaha Ikut Naikkan Harga Motor April 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 20 April 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menaikkan harga sejumlah motor pada April 2026. Perusahaan menyesuaikan harga karena tekanan biaya bahan baku plastik global yang terus meningkat dan membebani produksi.

Manager Public Relations YRA & Community PT YIMM, Rifki Maulana, menyebut kenaikan harga bahan baku tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di pasar global.

“Ini memang isu global,” kata Rifki, Rabu (16/4/2026).

Yamaha Sesuaikan Harga Sejumlah Model

Yamaha mulai menerapkan penyesuaian harga sejak awal April 2026. Perusahaan tidak menyamaratakan kenaikan, tetapi menyesuaikannya berdasarkan segmen dan spesifikasi masing-masing produk.

Baca Juga :  GoTo Cetak Sejarah! Laba Rp 171 Miliar di Awal 2026, Kinerja Melejit

Rifki menjelaskan perusahaan menyesuaikan harga karena biaya produksi ikut naik seiring lonjakan harga material plastik.

“Penyesuaian kami lakukan pada beberapa produk,” ujarnya.

Daftar Motor yang Mengalami Kenaikan

Beberapa model Yamaha mengalami kenaikan harga, antara lain:

Lexi LX 155 naik sekitar Rp300.000 di semua varian

Nmax Neo & Neo S naik sekitar Rp300.000

Aerox Alpha Standard naik sekitar Rp300.000

Aerox CyberCity naik hingga Rp500.000

Xmax 250 Connected & Tech Max naik hingga Rp1 juta

Kenaikan tertinggi terjadi pada segmen maxi scooter yang mencapai Rp1 juta per unit.

Baca Juga :  Yamaha Guncang Dunia Motocross, All New YZ250F 2027 Hadir dengan Mesin R1 dan Sasis YZ450F

Harga Plastik Tekan Biaya Produksi

Yamaha menyebut plastik memegang peran penting dalam produksi motor modern, mulai dari bodi hingga komponen pendukung.

Kenaikan harga bahan baku petrokimia dan gangguan distribusi global membuat biaya produksi meningkat. Kondisi itu memaksa perusahaan melakukan penyesuaian harga.

Tekanan Biaya Masih Berlanjut

Yamaha menilai tekanan biaya masih berpotensi berlanjut jika harga bahan baku global belum stabil. Kondisi ini juga membuka kemungkinan pabrikan lain ikut menyesuaikan harga.

Bagi konsumen, situasi ini bisa berdampak pada naiknya harga motor di masa mendatang.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Riau Tancap Gas Saat Ekonomi Global Bergejolak, Industri hingga Sawit Antar Pertumbuhan Tembus 4,89 Persen
Ekspor Tekstil Indonesia Bersiap Melesat, LPEI Bongkar Strategi Tembus Pertumbuhan 4 Persen hingga 2027
Dedi Mulyadi Bongkar Kejanggalan Dana Migas ONWJ, Prabowo Janji Ubah Aturan agar Langsung Masuk Kas Daerah
Proyek Investasi Meledak, Uang yang Masuk ke Majalengka Justru Menyusut, Ini Penyebabnya
Proyek FPSO Bahtera Haluan Lestari Jadi Penggerak Baru Industri Migas, Produksi Perdana Ditargetkan 2028
Tarif AS untuk Indonesia Belum Pasti, Apindo Ungkap Dampak yang Lebih Berbahaya bagi Industri dan Investasi
Danantara Bersiap Kuasai Ekspor Sawit, POPSI Minta Pemerintah Buka Seluruh Data Sebelum Aturan Berlaku
PHE Tancap Gas Buru Cadangan Migas Baru, Joint Study Melonjak Jadi 12 Blok dan Ekspansi Tembus Malaysia
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 11:00 WIB

Ekspor Tekstil Indonesia Bersiap Melesat, LPEI Bongkar Strategi Tembus Pertumbuhan 4 Persen hingga 2027

Kamis, 30 Juli 2026 - 07:59 WIB

Dedi Mulyadi Bongkar Kejanggalan Dana Migas ONWJ, Prabowo Janji Ubah Aturan agar Langsung Masuk Kas Daerah

Senin, 27 Juli 2026 - 14:34 WIB

Proyek Investasi Meledak, Uang yang Masuk ke Majalengka Justru Menyusut, Ini Penyebabnya

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:00 WIB

Proyek FPSO Bahtera Haluan Lestari Jadi Penggerak Baru Industri Migas, Produksi Perdana Ditargetkan 2028

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:00 WIB

Tarif AS untuk Indonesia Belum Pasti, Apindo Ungkap Dampak yang Lebih Berbahaya bagi Industri dan Investasi

Berita Terbaru